JASRAC
一般社団法人日本音楽著作権協会 | |
Kantor pusat JASRAC di Shibuya, Tokyo | |
| Singkatan | JASRAC |
|---|---|
| Tanggal pendirian | November 18, 1939 |
| Jenis | Perhimpunan umum berbadan hukum |
| Kantor pusat | Shibuya, Tokyo, Jepang |
Ketua dewan | Shinichi Ishihara |
Direktur utama | Kazumasa Izawa |
| Situs web | www |
Japanese Society for Rights of Authors, Composers and Publishers atau JASRAC (bahasa Jepang: 一般社団法人日本音楽著作権協会, translit. Nihon Ongaku Chosakuken Kyōkai) adalah organisasi manajemen kolektif hak cipta musik terbesar di Jepang. Organisasi ini mengelola hak ekonomi atas karya musik, memberikan lisensi penggunaan, memungut royalti dari berbagai bentuk pemanfaatan karya musik, serta mendistribusikan royalti kepada pencipta lagu, penulis lirik, komposer, penerbit musik, dan pemegang hak lainnya.[1]
Sebagai organisasi manajemen kolektif, JASRAC menjalin perjanjian perwakilan timbal balik dengan organisasi hak cipta di berbagai negara dan wilayah. Melalui jaringan tersebut, penggunaan karya musik Jepang di luar negeri maupun karya musik asing di Jepang dapat dikelola dan royalti didistribusikan kepada pemegang hak masing-masing.[2]
Pada abad ke-21, peran JASRAC berkembang seiring meningkatnya distribusi digital melalui layanan streaming, video daring, dan media sosial. Organisasi ini juga berpartisipasi dalam pengembangan sistem pertukaran data internasional untuk meningkatkan akurasi identifikasi karya musik dalam layanan digital.[3]
Sejarah
Latar belakang
Perkembangan sistem pengelolaan hak cipta musik di Jepang berkaitan erat dengan modernisasi hukum hak cipta pada akhir abad ke-19. Jepang menjadi anggota Konvensi Bern pada tahun 1899 dan mulai menerapkan perlindungan hak cipta modern. Meskipun demikian, pada masa itu belum terdapat sistem pengelolaan kolektif yang secara khusus menangani hak cipta musik.[4]
Pada awal dekade 1930-an, agen hak cipta asal Jerman, Wilhelm Plage, mulai menagih royalti atas penggunaan karya musik asing di Jepang. Penagihan tersebut menimbulkan perselisihan dengan lembaga penyiaran, gedung pertunjukan, dan pengguna musik lainnya. Peristiwa yang kemudian dikenal sebagai Plage Whirlwind dianggap sebagai salah satu faktor yang mendorong pemerintah Jepang membangun sistem pengelolaan hak cipta musik yang lebih terorganisasi.[5]
Pendirian
Pada tahun 1939, pemerintah Jepang memberlakukan Undang-Undang Usaha Perantara Hak Cipta (著作権ニ関スル仲介業務ニ関スル法律). Pada tanggal 18 November tahun yang sama, para penulis lirik dan komponis Jepang mendirikan Dai-Nihon Ongaku Chosakuken Kyōkai (大日本音楽著作権協会), organisasi yang kemudian menjadi pendahulu JASRAC.[6]
Menurut sejarah resmi JASRAC, organisasi tersebut didirikan oleh 68 orang pendiri dengan tujuan membangun sistem pengelolaan hak cipta musik oleh para kreator Jepang sendiri. Pembentukannya juga didukung oleh penyusunan kerangka hukum baru yang memungkinkan pengelolaan hak cipta dilakukan secara kolektif.[7]
Perkembangan pascaperang
Setelah Perang Dunia II, organisasi ini berganti nama menjadi Japanese Society for Rights of Authors and Composers sebelum kemudian menggunakan nama Japanese Society for Rights of Authors, Composers and Publishers setelah penerbit musik mulai bergabung sebagai anggota penuh pada dekade 1960-an.[8]
Pada dekade 1950-an dan 1960-an, JASRAC mulai membangun jaringan internasional melalui perjanjian perwakilan timbal balik dengan organisasi pengelola hak cipta di luar negeri. Perjanjian dengan Performing Right Society (PRS) di Britania Raya pada tahun 1952, serta kerja sama dengan BMI dan ASCAP di Amerika Serikat, menjadi tonggak penting dalam integrasi Jepang ke dalam sistem manajemen hak cipta musik internasional.[9]
Era televisi, karaoke, dan distribusi digital
Seiring berkembangnya industri penyiaran televisi, rekaman suara, dan karaoke pada paruh kedua abad ke-20, ruang lingkup pengelolaan JASRAC semakin meluas. Selain konser dan siaran radio, organisasi ini mulai menangani penggunaan musik pada siaran televisi, tempat hiburan, karaoke, serta berbagai bentuk pertunjukan publik.[10]
Memasuki era internet, JASRAC memperluas sistem lisensi untuk distribusi digital. Sejak akhir 1990-an organisasi ini mulai memberikan lisensi bagi distribusi musik secara interaktif, kemudian mengembangkan basis data daring J-WID, dan memperluas pengelolaan hak cipta untuk layanan streaming, platform video, serta media digital lainnya.[11]
Organisasi
JASRAC berbentuk ippan shadan hōjin (一般社団法人), yaitu perhimpunan umum berbadan hukum berdasarkan hukum Jepang. Organisasi ini dipimpin oleh dewan direksi dan diawasi oleh dewan auditor. Anggotanya terdiri atas pencipta lagu, penulis lirik, komposer, penerbit musik, serta pemegang hak cipta lainnya yang mempercayakan pengelolaan hak ekonominya kepada JASRAC.[12]
Kantor pusat JASRAC berada di Shibuya, Tokyo. Selain kantor pusat, organisasi ini memiliki sejumlah kantor regional dan cabang di berbagai wilayah Jepang untuk memberikan layanan kepada anggota, pengguna musik, dan pemegang lisensi.[13]
Pengelolaan hak cipta dilakukan berdasarkan perjanjian pengalihan atau pengelolaan hak dengan para pencipta dan penerbit musik. Sebagai organisasi manajemen kolektif, JASRAC bertindak sebagai perantara antara pemegang hak dan pengguna karya musik, termasuk lembaga penyiaran, penyelenggara konser, penyedia layanan digital, perusahaan karaoke, lembaga pendidikan, dan pelaku usaha lainnya.[14]
Kegiatan
Kegiatan utama JASRAC meliputi pemberian lisensi penggunaan karya musik, pemungutan royalti, pendistribusian royalti kepada pemegang hak, pengelolaan data karya musik, serta perlindungan hak cipta di Jepang maupun melalui kerja sama internasional.[15]
Bidang penggunaan musik yang dikelola JASRAC mencakup:
- penyiaran televisi dan radio;
- konser dan pertunjukan langsung;
- karaoke;
- pemutaran musik di restoran, toko, hotel, dan fasilitas komersial lainnya;
- produksi rekaman suara dan video;
- film, drama televisi, dan iklan;
- distribusi musik melalui internet;
- layanan streaming;
- platform berbagi video;
- media sosial;
- permainan video;
- sekolah musik dan lembaga pendidikan lainnya.
Selain memberikan lisensi, JASRAC juga mengembangkan basis data karya musik, menyediakan layanan pencarian repertoar melalui sistem J-WID, serta melakukan edukasi mengenai hak cipta kepada masyarakat.[16]
Pengelolaan royalti
Royalti yang dipungut JASRAC berasal dari berbagai jenis penggunaan karya musik. Pengguna musik membayar biaya lisensi sesuai dengan jenis penggunaan, kemudian dana tersebut didistribusikan kepada pencipta, penulis lirik, komposer, penerbit musik, dan pemegang hak lainnya berdasarkan data penggunaan yang dikumpulkan oleh organisasi.[17]
Dalam beberapa dekade terakhir, struktur pendapatan royalti mengalami perubahan seiring berkembangnya distribusi digital. Selain penyiaran, konser, dan karaoke, layanan streaming serta distribusi musik melalui internet menjadi salah satu sumber pertumbuhan terbesar dalam pemungutan royalti.[18]
Skala usaha dan kinerja
JASRAC merupakan organisasi manajemen hak cipta musik terbesar di Jepang. Organisasi ini mengelola repertoar yang terdiri atas puluhan juta karya musik Jepang maupun asing melalui jaringan perjanjian internasional dengan organisasi manajemen kolektif di berbagai negara.[19]
Pada tahun fiskal 2025, JASRAC memungut royalti sekitar ¥152,3 miliar dan mendistribusikan sekitar ¥151,8 miliar kepada para pemegang hak. Organisasi ini mengelola sekitar 98 juta karya musik dan memiliki hubungan perwakilan timbal balik dengan 129 organisasi di 97 negara dan 4 wilayah.[20]
Pertumbuhan distribusi digital telah menjadi salah satu faktor utama peningkatan pemungutan royalti pada dekade 2020-an. Menurut JASRAC, sebagian besar laporan penggunaan karya musik kini berasal dari layanan digital, termasuk layanan streaming audio, video daring, dan platform media sosial.[21]
Hubungan internasional
Sejak dekade 1950-an, JASRAC membangun jaringan kerja sama internasional melalui perjanjian perwakilan timbal balik (reciprocal representation agreement) dengan organisasi manajemen kolektif di berbagai negara. Melalui sistem tersebut, penggunaan karya musik Jepang di luar negeri dan penggunaan karya musik asing di Jepang dapat dikelola oleh organisasi hak cipta di masing-masing negara, sementara royalti didistribusikan kepada pemegang hak melalui organisasi mitra.[22]
Perjanjian internasional pertama JASRAC ditandatangani dengan Performing Right Society (PRS) di Britania Raya pada tahun 1952. Setelah itu, JASRAC memperluas kerja samanya dengan berbagai organisasi manajemen hak cipta di Amerika Serikat, Eropa, Asia, Oseania, Afrika, dan Amerika Latin.[23]
Pada dekade 2020-an, JASRAC memiliki hubungan perwakilan dengan 129 organisasi di 97 negara dan 4 wilayah. Melalui jaringan tersebut, repertoar JASRAC mencakup tidak hanya karya musik Jepang, tetapi juga jutaan karya musik asing yang digunakan di Jepang.[24]
JASRAC juga merupakan anggota CISAC dan bekerja sama dengan berbagai organisasi internasional dalam pengembangan sistem manajemen hak cipta, pertukaran data, dan perlindungan hak ekonomi para pencipta.[25]
Amerika Serikat
Di Amerika Serikat, repertoar JASRAC dikelola melalui kerja sama dengan organisasi seperti ASCAP, BMI, dan SESAC untuk hak pertunjukan, sedangkan hak mekanikal dikelola melalui Muserk. Kerja sama tersebut memungkinkan karya musik Jepang memperoleh royalti ketika digunakan dalam penyiaran, konser, layanan digital, maupun media lainnya di Amerika Serikat.[26]
Eropa
Hubungan JASRAC dengan Eropa telah berlangsung sejak awal dekade 1950-an. Selain PRS di Britania Raya, JASRAC menjalin kerja sama dengan berbagai organisasi di Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, Belanda, dan negara-negara Eropa lainnya melalui jaringan CISAC.
Kerja sama ini menjadi dasar distribusi royalti atas penggunaan musik Jepang di pasar Eropa sekaligus pengelolaan repertoar musik Eropa di Jepang.[27]
Hubungan dengan Asia Tenggara
Seiring meningkatnya popularitas musik Jepang di Asia Tenggara, kerja sama JASRAC dengan organisasi manajemen kolektif di kawasan tersebut semakin berkembang. Repertoar JASRAC dikelola melalui organisasi hak cipta lokal berdasarkan perjanjian perwakilan timbal balik.
Mitra JASRAC di Asia Tenggara antara lain meliputi WAMI di Indonesia, COMPASS di Singapura, MACP di Malaysia, FILSCAP di Filipina, MCT di Thailand, dan VCPMC di Vietnam.[28]
Perkembangan layanan streaming, video daring, media sosial, dan distribusi digital menyebabkan kerja sama tersebut menjadi semakin penting karena penggunaan karya musik lintas negara meningkat secara signifikan pada abad ke-21.
Hubungan dengan Indonesia
Indonesia merupakan salah satu mitra penting JASRAC di Asia Tenggara. Pengelolaan repertoar JASRAC di Indonesia dilakukan melalui kerja sama dengan Wahana Musik Indonesia (WAMI), organisasi manajemen kolektif yang mengelola hak cipta musik di Indonesia.[29]
Hubungan antara kedua organisasi semakin berkembang pada dekade 2020-an seiring meningkatnya konsumsi musik Jepang melalui layanan streaming, anime, permainan video, dan berbagai acara budaya Jepang di Indonesia.
Pada tahun 2026, Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) melakukan pembahasan dengan JASRAC mengenai sistem lisensi musik, pengumpulan dan distribusi royalti, transparansi pengelolaan hak cipta, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan akurasi pencatatan penggunaan karya musik. Menurut LMKN, pengalaman JASRAC menjadi salah satu referensi dalam pengembangan ekosistem lisensi musik digital di Indonesia.[30]
Distribusi digital
Perubahan terbesar dalam kegiatan JASRAC pada abad ke-21 adalah meningkatnya distribusi musik secara digital. Selain menangani penggunaan musik pada penyiaran dan konser, JASRAC kini mengelola lisensi untuk layanan streaming, platform berbagi video, media sosial, dan berbagai layanan digital lainnya.
Untuk meningkatkan akurasi identifikasi karya musik pada layanan digital, JASRAC bersama CISAC dan sejumlah organisasi manajemen kolektif di kawasan Asia-Pasifik mendukung pengembangan Global Digital Service Data Exchange (GDSDX). Sistem tersebut memungkinkan pertukaran data repertoar dan data penggunaan karya musik secara lebih efisien sehingga distribusi royalti lintas negara dapat dilakukan dengan lebih akurat.[31]
Dalam proyek tersebut, JASRAC bekerja sama dengan organisasi seperti WAMI (Indonesia), FILSCAP (Filipina), KOMCA (Korea Selatan), dan MÜST (Taiwan), sehingga menjadi salah satu bentuk kerja sama regional terbesar di bidang pertukaran data hak cipta musik di Asia-Pasifik.[32]
J-POP dan musik anime
Seiring meningkatnya popularitas budaya populer Jepang di berbagai negara, terutama sejak dekade 1980-an, karya musik Jepang semakin banyak digunakan di luar negeri melalui serial anime, film animasi, permainan video, drama televisi, konser, serta layanan distribusi digital.
Sebagai organisasi yang mengelola hak cipta musik di Jepang, JASRAC berperan dalam pengelolaan royalti atas penggunaan karya-karya tersebut melalui jaringan organisasi manajemen kolektif internasional. Royalti yang dipungut oleh organisasi mitra di luar negeri kemudian didistribusikan kepada pencipta lagu dan penerbit musik di Jepang berdasarkan perjanjian perwakilan timbal balik.[33]
Peningkatan distribusi anime melalui televisi satelit, media fisik, layanan video sesuai permintaan, dan platform streaming internasional menyebabkan penggunaan musik anime Jepang di luar negeri meningkat secara signifikan pada abad ke-21.
JASRAC Awards
JASRAC setiap tahun menyelenggarakan JASRAC Awards, yaitu penghargaan yang diberikan kepada karya musik berdasarkan besarnya royalti yang didistribusikan melalui pengelolaan hak cipta.
Salah satu kategori utamanya adalah International Award, yang diberikan kepada karya Jepang dengan jumlah royalti terbesar yang diterima dari organisasi hak cipta luar negeri. Penghargaan ini mencerminkan tingkat penggunaan karya musik Jepang di pasar internasional.[34]
Berbagai karya musik yang berkaitan dengan serial anime dan program televisi pernah menerima penghargaan tersebut, termasuk musik latar dari NARUTO, Dragon Ball, One Piece, Pokémon, Sailor Moon, Saint Seiya, Candy Candy, dan UFO Robot Grendizer. Hal tersebut menunjukkan besarnya kontribusi industri anime terhadap penyebaran musik Jepang di pasar internasional.[35]
Kritik dan perkara hukum
Sebagai organisasi manajemen kolektif terbesar di Jepang, JASRAC beberapa kali menjadi subjek kritik dan sengketa hukum.
Salah satu isu yang paling banyak dibahas adalah sistem lisensi menyeluruh (blanket licensing) yang digunakan dalam penyiaran. Pada tahun 2009, Japan Fair Trade Commission mengeluarkan perintah penghentian terhadap JASRAC dengan alasan sistem tersebut berpotensi menghambat persaingan dalam pasar pengelolaan hak cipta musik. Namun, setelah proses keberatan dan litigasi yang berlangsung selama beberapa tahun, perintah tersebut akhirnya dibatalkan.[36]
JASRAC juga menjadi pihak dalam sengketa mengenai royalti sekolah musik. Dalam putusan Mahkamah Agung Jepang tahun 2022, permainan musik oleh murid selama proses pembelajaran dinyatakan bukan sebagai penggunaan yang menjadikan sekolah sebagai pengguna karya, sedangkan pertunjukan yang dilakukan oleh guru tetap dapat dikenai kewajiban pembayaran royalti.[37]
Selain itu, JASRAC juga menjadi bagian dari perdebatan publik mengenai keseimbangan antara perlindungan hak cipta dan kemudahan akses terhadap karya musik di era digital.
Lihat pula
Referensi
- ^ "Japanese Society for Rights of Authors, Composers and Publishers". JASRAC. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
- ^ "International Relations". JASRAC. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
- ^ "JASRAC Annual Report 2023". JASRAC. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
- ^ "History of Copyright System in Japan". Copyright Research and Information Center. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
- ^ "JASRAC 80th Anniversary History" (PDF) (dalam bahasa Jepang). JASRAC. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
- ^ "History". JASRAC. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
- ^ "JASRAC 80th Anniversary History" (PDF) (dalam bahasa Jepang). JASRAC. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
- ^ "JASRACの歴史" (dalam bahasa Jepang). Impress Watch. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
- ^ "Renewal of Reciprocal Representation Agreement with PRS". JASRAC. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
- ^ "History". JASRAC. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
- ^ "History". JASRAC. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
- ^ "会社概要" (dalam bahasa Jepang). JASRAC. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
- ^ "会社概要" (dalam bahasa Jepang). JASRAC. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
- ^ "Japanese Society for Rights of Authors, Composers and Publishers". JASRAC. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
- ^ "Business Activities". JASRAC. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
- ^ "J-WID". JASRAC. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
- ^ "Business Activities". JASRAC. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
- ^ "JASRAC Annual Report 2023". JASRAC. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
- ^ "International Relations". JASRAC. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
- ^ "Facts & Figures". JASRAC. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
- ^ "JASRAC Annual Report 2023". JASRAC. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
- ^ "International Relations". JASRAC. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
- ^ "Renewal of Reciprocal Representation Agreement with PRS". JASRAC. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
- ^ "Facts & Figures". JASRAC. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
- ^ "CISAC". CISAC. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
- ^ "JASRAC expands international licensing framework". JASRAC. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
- ^ "International Relations". JASRAC. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
- ^ "Reciprocal Representation Organizations" (PDF). JASRAC. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
- ^ "Reciprocal Representation Organizations" (PDF). JASRAC. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
- ^ "LMKN Bahas Kerja Sama dengan Lembaga Manajemen Kolektif Jepang". LMKN. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
- ^ "JASRAC Annual Report 2023". JASRAC. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
- ^ "CISAC and JASRAC discuss initiatives". CISAC. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
- ^ "International Relations". JASRAC. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
- ^ "JASRAC Awards". JASRAC. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
- ^ "JASRAC Awards". JASRAC. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
- ^ "Cease and Desist Order against Japanese Society for Rights of Authors, Composers and Publishers". Japan Fair Trade Commission. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
- ^ "令和3(受)1112" (dalam bahasa Jepang). Mahkamah Agung Jepang. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
Pranala luar
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.