KTP (Film)
KTP merupakan sebuah film pendek Indonesia yang disutradarai oleh Bobby Prasetyo dan diproduksi oleh ASA Film yang berlatarkan sebuah perkampungan di Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Flm ini dikemas dengan menggunakan Bahasa Jawa.[1] Film “KTP” menceritakan sebuah gambaran tentang birokrasi dan budaya pada masyarakat Indonesia. Pembuatan Kartu Tanda Penduduk merupakan hal yang wajib dilakukan oleh seluruh warga negara Indonesia. Pada kenyataannya banyak kendala dilapangan dan hal tersebut memang benar adanya. Konflik pada cerita ini muncul pada saat mengisi kolom agama pada formulir KTP, yang selanjutnya digunakan untuk memperoleh Kartu Sehat Manula.[2]
Alur
Film ini bercerita tentang pegawai kecamatan bernama Darno yang berkunjung ke rumah salah seorang warga yang bernama mbah Karsono untuk mendata warga desa Bojo Alas yang belum memiliki KTP. Darno mendatangi rumah mbah Karsono untuk mensosialisasikan kartu kesehatan, guna mendapatkan kartu kesehatan masyarakat di desa tersebut diwajibkan untuk memiliki KTP (Kartu Tanda Penduduk).[3] Karsono diberikan beberapa pertanyaan, mulai dari nama hingga agama. Namun, ia mengalami kesulitan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Darno. Ia tidak dapat mengingat tanggal lahirnya, begitu ditanya agama, ia menjawab Kejawen. Darno kebingungan sebab hanya tersedia enam kolom agama resmi dalam tataran birokrasi dan dari enam agama tersebut tidak ada kolom agama Kejawen. Mbah Karsono ditawari oleh Darno untuk memilih salah satu agama yang terterayaitu agama Islam, tetapi Mbah Karsono menolak karena dirinya tidak melakukan sholat seperti layaknya seorang Muslim. Sedikit satire berhasil ditunjukkan pada menit ke 4.21 ini, diperagakan oleh Darno yang secara spontan berujar “wah podo aku” yang artinya Darno mengakui dirinya sama dengan Mbah Karsono yang Kejawen, yaitu tidak melaksanakan kewajiban sholat padahal dirinya Muslim. Satire ini menyindir pada kondisi masyarakat Indonesia, dengan merujuk istilah terkenal ‘Islam KTP’. Sering kali, seorang Muslim tidak mengimplementasikan ajaran Islam pada kesehariannya, artinya agama sebagai hal yang dianggap penting tetapi sering kali hanya berhenti pada pengakuan administratif saja. Lalu, terjadilah perdebatan menarik antara Darno, Mbah Karsono, Nunung, Pak RT, dan para tetangga.
Hal ini sontak membuat Darno kebingungan karena untuk mengisi data KTP diperlukan mencantumkan agama yang resmi di Indonesia.[4] Kebingungan dan kesulitan memutuskan data agama untuk Mbah Karsono diselesaikan dengan rembug bersama.[5] Dalam film itu, Darno menawari Mbah agar mau ditulis sebagai penganut Kristen.
Pemeran
| Pemeran | Deskripsi |
|---|---|
| Darno | Darno bertugas sebagai PNS kecamatan menggunakan kostum seragam PNS pada umunya dan sangat terlihat bahwa Darno adalah pegawai PNS namun dibagian tangan terlalu kosong, alangkah baiknya jika Darno mengenakan jam tangan untuk menampilkan karakter gagah dan berwibawa |
| Mbah Karsono | Seorang manula desa yang simple dan apa adanya |
| Nunung | Seorang Ibu rumah tangga rumahan yang biasa mengurus rumah |
| Pak RT | Karakter yang rapi, gagah, berwibawa dan humoris, sifat humorisnya terlihat saat tiba-tiba berada di dalam rumah Mbah Karsono dan saat meminum kopi milik Darno |
| Pak Harso | menggunakan kostum kemeja kotak – kotak, sarung dan kacamata mencerminkan karakter yang ramah, bijak, dan humoris |
| Para warga desa | Membantu untuk menambah keseruan cerita film dengan menggunakan kostum sesuai dengan kepribadian kesehariannya. |
Penghargaan
- Film pendek yang berjudul KTP merupakan karya terbaik 1 Festival Video Edukasi yang diadakan oleh Kemdikbud 2016 Kategori UMUM.[6]
Daftar Referensi
- ^ Fadilla, Shifa Nur. "Film KTP: Rumitnya Birokrasi dan Diskriminasi Identitas". detikhot. Diakses tanggal 2024-12-20.
- ^ file:///Users/mac/Downloads/+ANALISA+PSIKOLOGI+HUBUNGAN+INTERPERSONAL+DALAM+FILM+%E2%80%9CKTP%E2%80%9D%20(2).pdf
- ^ Damayanti, Alya (2021-01-01). "TUGAS ANALISIS FILM PENDEK KTP KAB ALYA DAMAYANTI 51119013 A1 Dosen Pengampu : Dwi Rizqa, S.Ikom,.M.Si Disusun Oleh : Alya Damayanti". Alya Damayanti (51119013).
- ^ file:///Users/mac/Downloads/41102-91748-1-PB.pdf
- ^ "Analisis Film KTP - Analisis Film 'KTP' KTP merupakan salah satu film pendek yang diisi oleh - Studocu". www.studocu.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-12-20.
- ^ Kompasiana.com (2022-10-14). "Film Pendek "KTP" yang Menyentil dengan Halus Peliknya Birokrasi". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2024-12-20.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.