Kartu dialek

Kartu dialek (bahasa Jepang: 方言札, translit. hōgen fuda) adalah jenis kartu yang digunakan dalam sistem hukuman sekolah-sekolah daerah Jepang pada zaman Meiji untuk menggalakkan bahasa Jepang dialek Tokyo dibandingkan dialek-dialek Jepang lainnya, bahasa-bahasa Ryukyu, dan bahasa Ainu. Seorang murid yang berbicara dalam dialek akan dipaksa untuk memakai kartu tersebut hingga siswa lain juga ikutan menuturkan dialek, dan kemudian kartu tersebut akan diberikan kepada pelanggar baru; murid yang memakainya hingga selesai jam sekolah akan menerima hukuman jasmaniah oleh guru.[1][2]
Latar belakang
Selama zaman Edo di bawah Keshogunan Tokugawa, sebagian besar orang Jepang tidak dapat bepergian ke luar wilayah tempat tinggal mereka. Akibatnya, dialek-dialek menjadi semakin berbeda. Setelah Restorasi Meiji, pemerintah, meniru negara-negara bangsa Eropa, berupaya menciptakan bahasa Jepang baku. Dialek Tokyo, khususnya dialek kelas atas daerah Yamanote, menjadi acuan untuk bahasa Jepang baku, yang banyak digunakan di sekolah, penerbitan, dan siaran radio. Pada awal abad ke-20, Kementerian Pendidikan dan lembaga pemerintah lainnya memberlakukan berbagai kebijakan untuk mengurangi atau menekan perbedaan kedaerahan.[3]
Penerapan
Penggunaan kartu dialek paling menonjol di Tohoku, Kyushu, dan Kepulauan Ryukyu karena secara letak dan kebahasaan paling jauh dari dialek Tokyo. Masalah ini paling menonjol terkait dengan bahasa-bahasa Ryukyu karena ada kelompok-kelompok, seperti Klub Kariyushi, yang memperjuangkan agar bahasa-bahasa tersebut diakui secara resmi oleh pemerintah Jepang sebagai sebuah bahasa (dan Ryukyu sebagai sebuah bangsa). Di Okinawa, kartu tersebut awalnya diterima secara sukarela oleh para murid Okinawa pada awal abad ke-20, tetapi menjadi wajib seiring meningkatnya kebijakan asimilasi setelah tahun 1917.
Tanggapan
Pada tahun 2024, pesan berbahasa Wales dari Gerakan Perdamaian Perempuan Wales tahun 1923 diterjemahkan ke dalam bahasa Okinawa dari pandangan kesamaan antara kartu dialek Okinawa dan kebijakan Welsh Not di Wales pada akhir abad ke-18 hingga awal abad ke-20.[4] Surat kabar Asahi Shimbun di Jepang mengklaim bahwa pemulihan bahasa Okinawa dapat diambil sebagai rujukan dari pemulihan bahasa Wales.[5] Keiichiro Nemoto juga membuat film pendek yang terlihami oleh kemiripan antara sejarah kartu dialek di Okinawa dan Welsh Not di Wales.[6]
Lihat pula
- Kodifikasi (linguistik)
- Perencanaan bahasa
- Symbole, hukuman serupa untuk murid yang memakai berbahasa Breton
- Welsh Not, hukuman serupa untuk murid yang memakai berbahasa Wales
Rujukan
- ^ Mary Goebel Noguchi; Sandra Fotos (2001). Studies in Japanese Bilingualism. Multilingual Matters. hlm. 72–. ISBN 978-1-85359-490-8. Diakses tanggal 9 June 2012.
- ^ Elise K. Tipton (2 October 1997). Society and the State in Interwar Japan. Psychology Press. hlm. 204–. ISBN 978-0-415-15069-9. Diakses tanggal 9 June 2012.
- ^ Gottlieb, Nanette (2005). Language and Society in Japan. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 0-521-53284-1.
- ^ Global Peace and Goodwill Message translated into Uchinaaguchi for first time
- ^ Japanese language subjected to ‘Welsh Not’-style punishment takes inspiration from Cymraeg
- ^ Japanese singer to shoot video inspired by the Welsh Not in Cardiff
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.