Kastel Maruoka
| Kastel Maruoka 丸岡城 | |
|---|---|
| Sakai, Prefektur Fukui, Jepang | |
Donjon Kastel Maruoka | |
| Koordinat | 36°09′08″N 136°16′20″E / 36.152347°N 136.272097°E |
| Jenis | Istana Jepang bergaya hirayama |
| Informasi situs | |
| Terbuka untuk umum | Ya |
| Riwayat situs | |
| Dibangun | 1576 |
| Dibangun oleh | Shibata Katsutoyo |
| Digunakan | Sengoku-Edo |
| Dihancurkan | 1871 |
Kastil Maruoka (丸岡城, Maruoka-jō) adalah sebuah istana Jepang bergaya hirayama yang terletak di lingkungan Maruoka di kota Sakai, Prefektur Fukui, Hokuriku, Jepang. Kastel ini juga disebut Kasumi-ga-jō (霞ヶ城, Istana Kabut) karena legenda yang mengatakan bahwa setiap kali musuh mendekatinya, kabut tebal akan muncul untuk menyembunyikannya.[1] Dibangun pada akhir zaman Sengoku, istana ini ditinggali oleh para daimyo dari Domain Maruoka di bawah Keshogunan Tokugawa di zaman Edo. Situs ini sekarang menjadi taman umum yang terkenal dengan bunga sakuranya. Menara utama (tenshu) kastil yang relatif kecil diklaim sebagai yang tertua di negara ini, sebuah klaim yang ditentang oleh Kastel Inuyama dan Kastel Matsumoto.
Latar belakang
Kastel Maruoka terletak di atas sebuah bukit kecil di utara kota Fukui. Area di sekitar kaki bukit diratakan, dan dilindungi oleh benteng dan parit berbentuk segi lima. Kastel ini terletak di jalan raya Hokurikidō yang menghubungkan Provinsi Kaga dengan Provinsi Echizen, di persimpangan jalan raya Mino Kaidō yang menghubungkan Provinsi Mino di pedalaman dengan Laut Jepang.
Sejarah
Konstruksi
Kastel Maruoka dipercaya dibina pada tahun 1576 oleh Shibata Katsutoyo, yang adalah keponakan dan anak angkat Shibata Katsuie, salah satu jenderal terkemuka Oda Nobunaga.[2]
Menurut legenda "O-shizu Hitobashira", kastel ini dibangun dengan disangga jasad manusia. Selama pembangunan, fondasi batu tenshu terus runtuh meski sudah ditumpuk berkali-kali. Seorang bawahan menyarankan agar mereka mengorbankan seseorang (hitobashira) untuk menenangkan para dewa. O-shizu, seorang wanita bermata satu yang memiliki dua anak dan hidup miskin, terpilih. Dia setuju untuk menjadi tumbal proyek dengan syarat salah satu anaknya diasuh oleh Katsutoyo dan dijadikan samurai. O-shizu berdiri di posisinya, lalu bebatuan bahan fondasi ditempatkan di sekelilingnya, hingga menghancurkan tubuhnya sampai mati.[2] Pengorbanannya memungkinkan pembangunan berhasil rampung. Namun, Katsutoyo tidak dapat menepati janjinya kepada O-shizu sebelum ia dipindah ke daerah lain.[2] Karena kesal putranya tidak menjadi samurai, rohnya konon akan meluapkan parit ketika hujan musim semi mengguyur saat musim panen rumput laut tiba di bulan April setiap tahun. Orang-orang menyebutnya "hujan yang disebabkan oleh air mata kesedihan O-shizu" dan mendirikan sebuah kuil kecil untuk menenangkan arwahnya. Ada sebuah puisi yang diwariskan, "Hujan yang turun ketika musim panen rumput laut tiba adalah hujan yang mengingatkan pada air mata kesedihan O-shizu yang malang".[3]
Meski dibangun pada periode Momoyama (1575-1600), desainnya lebih mirip dengan benteng pertahanan yang lebih tua dari era Sengoku (1477-1575). Karena terletak di atas bukit yang rendah, diputuskan untuk memasang tenshu di atas dasar batu yang tinggi untuk memperoleh ketinggian tambahan. Namun pada saat itu, teknik yang berhasil untuk membangun fondasi yang curam seperti itu masih belum matang, terutama dalam hal penggunaan batu kasar yang belum dipotong (dikenal sebagai nozurazumi) pada dasar yang miring seperti yang dilakukan di Maruoka.[2] Penataan batu secara acak ini diduga menjadi penyebab ketidakstabilan selama masa pembangunan.[4]
Keshogunan Tokugawa
Setelah Shibata Katsutoyo meninggal karena sakit selama Pertempuran Shizugatake pada tahun 1583, kastel tersebut diberikan kepada klan Aoyama. Namun, karena klan Aoyama memihak Tentara Barat pimpinan Ishida Mitsunari dalam Pertempuran Sekigahara, istana ini disita oleh Tokugawa Ieyasu selaku pihak pemenang. Ieyasu menyerahkan Provinsi Echizen kepada putranya, Yūki Hideyasu, yang kemudian membentuk wilayah berpendapatan 26.000 koku yang berpusat di Maruoka untuk pengikutnya, Imamura Moritsugu. Pada tahun 1613,[5] karena adanya perselisihan di Domain Fukui, Keshogunan Tokugawa memperluas Domain Maruoka menjadi 40.000 koku lalu memberikannya kepada Honda Narishige, putra Honda Shigetsugu, salah satu jenderal utama Ieyasu. Berkat jasa Honda Narishige dalam Pengepungan Osaka pada tahun 1624, kokudaka (nilai produksi beras) wilayah tersebut dinaikkan lagi menjadi 46.300 koku. Putra dan cucunya menyelesaikan kastel dan jōkamachi di sekitarnya. Namun, cicitnya, Honda Shigemasu, adalah seorang pecandu alkohol dan tidak kompeten, dan dicopot dari kekuasaan oleh shogun pada tahun 1695.[5] Keluarga Honda digantikan oleh Arima Kiyosumi, keturunan daimyo Kirishitan Arima Harunobu. Klan Arima terus memimpin Maruoka selama delapan generasi hingga penghapusan sistem domain pada Juli 1871 di masa Restorasi Meiji.
Restorasi Meiji
Setelah Restorasi Meiji, hampir semua menara kastel di Jepang dan banyak bangunan kastel lainnya di seluruh negeri dihancurkan. Dalam kasus Maruoka, sementara sebagian besar bangunan kastel dihancurkan dan sejumlah gerbang, tembok batu, dan pohon dijual, menara utama (tenshu) dan lahan kastel dibeli pada tahun 1901 oleh pemerintah Maruoka dan diubah menjadi taman. Parit segi lima yang mengelilingi kastil secara bertahap diisi dan sebagian dibangun antara akhir zaman Taishō hingga awal zaman Shōwa.
Menara utama (tenshu) didaftarkan sebagai Pusaka Nasional pada tanggal 30 Januari 1934. Menara utama (tenshu) runtuh karena kerusakan fondasi batunya setelah diguncang gempa bumi Fukui 1948.[2] Pada tahun 1955, fondasi dibangun kembali menggunakan 70% pilar asli dan sekitar 60% balok asli dengan memasang kerangka beton bertulang dan menumpuk batu asli di sekitarnya sebelum mendirikan kembali menara utama di atasnya.[6] Pada saat itu, struktur jendela di lantai atas diubah dari jendela geser menjadi jendela dorong.
Kastel Maruoka ditetapkan kembali sebagai Properti Kebudayaan Penting pada tahun 1950 setelah revisi Undang-Undang Perlindungan Properti Kebudayaan. Sejumlah gerbang masih eksis dan berada di tangan pribadi, termasuk satu di kuil Kōzen-ji di Komatsu, Ishikawa dan satu di kuil Renshō-ji di kota Awara, Fukui.
Investigasi terhadap tanggal pembangunannya
Komite Penelitian dan Riset Kastel Maruoka yang dipimpin oleh Junichi Yoshida dari Universitas Teknologi Fukui ditugaskan oleh Dewan Pendidikan Kota Sakai untuk mensurvei kastel tersebut. Dengan menentukan usia kayu yang digunakan dalam pembangunan tenshu melalui metode dendrokronologi, penanggalan radiokarbon, dan rasio isotop oksigen, mereka melaporkan setelah empat tahun penyelidikan pada Maret 2019 bahwa sebagian besar pilar tembus, yang memainkan peran penting secara struktural, ditebang setelah tahun 1626.[7] Yang membingungkan adalah pengamatan bahwa gaya arsitektur tenshu Maruoka dianggap ketinggalan zaman pada tahun 1620-an.[7] Hal ini menunjukkan bahwa jika dibangun pada tahun 1576 oleh Shibata Katsutoyo seperti yang umumnya diceritakan, maka kemungkinan terjadi rekonstruksi secara besar-besaran pada paruh kedua tahun 1620-an (kemungkinan besar pada tahun 1628) oleh klan Honda setelah Honda Narishige memperoleh hak milik atas kastel pada tahun 1613.[8]
Pada Oktober 2019, dinding luar timur laut tenshu rusak akibat terjangan angin topan dan kemudian diperbaiki oleh Perusahaan Kuil Tanaka.[9]
Status terkini
Kastel Maruoka adalah salah satu dari hanya dua belas kastel di Jepang yang berhasil mempertahankan tenshu aslinya.
Bekas lahan kastel sekarang tergabung dalam Taman Kasumigajo, yang berisi beberapa sisa benteng dan parit serta sebuah museum kecil yang memamerkan beberapa senjata, baju besi, dan barang-barang rumah tangga yang berkaitan dengan para penguasa feodal sebelumnya. Daerah ini dikenal akan sekitar 400 pohon sakura. Festival sakura tahunan diadakan selama tiga minggu pertama di bulan April di mana pohon-pohon diterangi pada malam hari oleh lebih dari 300 lampion kertas.[10]
Deskripsi
Terletak di atas platform batu setinggi 6,2 meter (20 ft) yang dikelilingi pohon pinus hitam jepang dan pohon sakura, akses menuju tenshu adalah melalui tangga panjang yang langsung menuju ke interior kayu hitamnya. Tenshu memiliki tiga lantai, dengan lantai teratas berfungsi sebagai menara pengawas. Tenshu memiliki sejumlah fitur desain yang unik. Meskipun atap awalnya menggunakan sirap kayu,[11] pada suatu tahap sirap tersebut diganti dengan genting yang terbuat dari batu lokal yang disebut shakudani.[2] Genting batu ini membuat atapnya sangat berat dengan berat 60 ton, lebih dari dua kali lipat berat atap genting biasa atau atap sirap kayu.[11] Sumber lain menyebutkan beratnya 120 ton.[12] Alasan penggunaan genting batu diyakini karena memberikan isolasi termal yang lebih baik ketika musim dingin.[12] Atapnya juga menampilkan ornamen shachihoko (makhluk berwujud ikan berkepala harimau) berbahan batu.[2]
Sisi kanan tenshu memiliki serangkaian ishiotoshimado (jendela pelempar batu) yang menonjol, yang memungkinkan para pasukan pertahanan menembaki musuh melalui bilah kayu dan juga melalui pintu jebakan untuk menjatuhkan batu atau menuangkan minyak panas dan air mendidih ke para penyerbu di bawahnya. Tenshu juga memiliki lantai tersembunyi yang tidak terlihat dari luar, tetapi secara umum baik ukuran tenshu maupun interiornya sangat mirip dengan Kastel Inuyama pada masa itu.
Referensi
- ^ "Maruoka Castle". Japan National Tourism Organization.
- ^ a b c d e f g Mitchelhill, Jennifer (2018). Samurai Castles: History – Architecture- Visitor's Guides. Osaka, Japan: Tuttle. hlm. 108–109. ISBN 978-4-8053-1387-9.
- ^ Fukushima, Kazundo (31 Januari 2013). "The English Found on Signs in the Maruoka Castle Complex Containing the Castle Keep Designated an Important Cultural Property" (PDF). Information and Communication Studies. Tourism English. 48 (4): 45. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2013-11-03.
- ^ Mitchelhill, Jennifer Mitchelhill (2003). Castles of the Samurai : Power and Beauty (Edisi 1st). Tokyo, Japan: Kodansha International. hlm. 57. ISBN 978-4-77002-954-6.
- ^ a b "Maruoka Castle (Kasumigajo)". Sakai City Maruoka Tourism Association. 2010.
- ^ Nishikawa, Eisuke (1 Maret 2017), "Development in earthquake countermeasures for heritage buildings in Japan", Archeomatica, 8 (1): 34–38
- ^ a b "丸岡城の天守、最古でない可能性 戦国時代でなく江戸時代の建築 (Maruoka Castle castle tower may not be the oldest)". Fukuishimbun. 27 Maret 2019.
- ^ "丸岡城天守は寛永5年(1628)ごろに創建・造営された!江戸時代初期の建築ということは国宝化に近づいたか!? (The castle tower of Maruoka Castle was built and built around 1628 (Kanei 5)! Did architecture in the early Edo period approach national treasure?)". 11 April 2019..
- ^ "丸岡城天守の壁が剥がれ落ちた件 (The case where the wall of the castle tower of Maruoka Castle was peeled off)". 21 November 2019..
- ^ "Maruoka Castle". Japan-Guide. 3 April 2020.
- ^ a b "丸岡城シンポジウム参加レポート (Maruoka Castle Symposium Participation Report)". 17 November 2019..
- ^ a b Gunther, Michael D. "Maruoka Castle". Old Stones.
Bacaan lebih lanjut
- Benesch, Oleg; Zwigenberg, Ran (2019). Japan's Castles: Citadels of Modernity in War and Peace. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 978-1-10848-194-6.
- De Lange, William (2021). An Encyclopedia of Japanese Castles. Groningen: Toyo Press. hlm. 600 pages. ISBN 978-9492722300.
- Goto, Osamu; Minamoto, Aihiko; Morris, Martin; Toru, Horie; Ono, Satoshi (2008). "Tenons and tenoned beams in Japanese castle donjons" (PDF). Tokyo: Kogakuin University. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2021-06-10. Diakses tanggal 2020-09-15.
- Ikeda, Koichi: Maruoka-jo in: Miura, Masayuki (Hrsg.): Shiro to jinya. Tokoku-hen. Gakken, 2006. ISBN 978-4-05604-378-5
- Motoo, Hinago (1986). Japanese Castles. Tokyo: Kodansha. ISBN 0-87011-766-1.
- Mitchelhill, Jennifer (2003). Castles of the Samurai : Power and Beauty (Edisi 1st). Tokyo, Japan: Kodansha International. ISBN 978-4-77002-954-6.
- Schmorleitz, Morton S. (1974). Castles in Japan. Tokyo: Charles E. Tuttle Co. hlm. 144–145. ISBN 0-8048-1102-4.
- Turnbull, Stephen (2008). Japanese Castles 1540-1640. Osprey Publishing. ISBN 978-1-84176-429-0.
Pranala luar
Media terkait Maruoka Castle di Wikimedia Commons- Japan Castle
- JNTO site
- Maruoka Castle. This guide includes information on how to access the castle
- Maruoka Castle National Treasure Promotion Project. The city of Sakai's official website for the castle. (dalam bahasa tidak diketahui)
- 平成29年度丸岡城調査研究事業成果報告 (2017 Maruoka Castle Research Project Results Report). (dalam bahasa tidak diketahui)
- 丸岡城学術調査成果の概要 (Summary of Maruoka Castle Academic Survey Results). (dalam bahasa tidak diketahui)
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.