Kebocoran data di Indonesia
Kebocoran data, yang terkait munculnya data-data pribadi di publik yang didapat melalui peretasan sistem daring, telah berulang kali terjadi di Indonesia. Masifnya serangan siber dan sabotase hacker yang berusaha menembus sistem keamanan layanan digital milik negara dan swasta, semakin memperparah kerentanan pertahanan nasional di dunia digital.
Jutaan data personal yang bersifat privat dan sensitif milik warga Indonesia termuat dalam file-file berukuran raksasa sering dijumpai pada berbagai forum ilegal, disertai dengan sample gratis untuk menguji keabsahan data yang dijual. Para peretas umumnya meminta pembayaran dengan mata uang koin virtual e.g. bitcoin.
Berikut ini adalah sebagian skandal peretasan data warga Indonesia yang viral setelah diperdagangkan pada darkweb ataupun forum mancanegara:
Institusi pemerintahan
BPJS Kesehatan
Pada Mei 2021, ratusan juta catatan medis dan data-data pribadi kesehatan yang bersifat privat milik warga Indonesia dijual di forum ilegal, setelah hacker berhasil membobol sistem BPJS Kesehatan dan mengakses database penting. Kasus ini menjadi salah satu skandal kebocoran data medis terbesar di dunia, dengan dokumen dari 279 juta penduduk Indonesia menjadi sasaran.[1]
PLN
Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengalami peretasan pada tahun 2022 dimana lebih dari 17 juta data pelanggan diperjualbelikan ke publik.[2]
IndiHome
Di bulan Agustus 2022, 26,7 juta data pengguna IndiHome yang berukuran 16,79 GB dibobol setelah muncul di forum hacker breached.to.[2]
Dukcapil
Kebocoran data di Dukcapil menyebabkan sekitar 337 juta data sensitif masyarakat Indonesia yang tersebar secara ilegal. Informasi yang diretas seperti nama lengkap, nomor Kartu Keluarga, tanggal lahir, alamat, nama orang tua, Nomor Induk Kependudukan, nomor Akta Kelahiran sampai Akta pernikahan. Data pribadi tersebut dapat disalahgunakan untuk modus scamming, pembobolan kredensial dan berbagai operandi penipuan digital lain.[3]
Data registrasi SIM card nomor telepon seluler pribadi dan operator turut menjadi sasaran hacker, tercatat 1,3 miliar data meliputi NIK, nomor telepon seluler maupun operator diretas dalam arsip berukuran 87 GB.[2]
Pertamina
Di bulan November 2022, Peretas menembus sistem Pertamina dam membocorkan lebih dari 44 juta data MyPertamina. Data tersebut dijual senilai Rp392 juta dalam mata uang Bitcoin.
Anak usaha Pertamina, PT Pertamina Training and Consulting (PTC) juga sempat diretas pada 12 Januari 2022, dimana data-data milik pegawai dari nama lengkap, alamat, nomor ponsel, KTP, hingga SIM turut bocor ke forum peretas.[2]
Jasa Marga
Data PT Jasa Marga Tollroad Operator, mencakup data pelanggan, karyawan hingga keuangan Jasa Marga, yang tersimpan pada lima server, dibocorkan ke publik dalam dokumen sebesar 252 GB.[2]
BRI
Data milik sekitar 2 juta nasabah BRI Life diperdagangkan di forum peretas seharga 7000 dolar Amerika. Data yang dijual meliputi foto KTP elektronik, nomor rekening, nomor wajib pajak, akte kelahiran, dan rekam medis nasabah BRI Life.[4]
BSI
Selain BRI, Bank Syariah Indonesia juga menjadi korban pembobolan hacker pada Mei 2023 setelah 15 juta data juga informasi pinjaman nasabah, hingga data internal dijual di dark web.[5]
Data eHAC Covid-19
Sebanyak 1,3 juta data pribadi pengguna electronic Health Alert Card (eHAC) yang berkaitan dengan pelacakan kasus Covid-19, telah diretas pada September 2021.[4]
KPU
Data pemilih pada Komisi Pemilihan Umum yang meliputi detail NIK, KK, nama lengkap, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, alamat, dan usia, diperdagangkan dengan lebih dari 100 juta identitas yang dibocorkan.[4]
Data wajib pajak
Pada 2024, 6 juta data Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) diperjualbelikan di dark web seharga Rp 150 juta. Data-data tersebut juga meliputi data pejabat-pejabat penting hingga pimpinan negara. [6]
Pihak swasta
Bukalapak
Data akun milik 13 juta pengguna ecommerce Bukalapak dijual di forum peretas pada tahun 2019.[7]
Lazada
Lazada dilaporkan mengalami kebocoran data sebanyak 1,1 juta data pada tahun 2020.[4]
Tokopedia
Lebih dari 91 juta database akun Tokopedia dilaporkan bocor pada Mei 2020. Data tersebut dijual US$ 5.000 di situs darkweb.[8]
Cermati
Pada tahun 2020, peretas menjual 2,9 juta data kegiatan finansial 17 perusahaan di cermati.com.[4]
Data 21.000 perusahaan swasta
Pada Agustus 2022, lebih dari 21.000 data perusahaan di Indonesia dibocorkan hacker dalam sebuah file berukuran 347 GB. Data yang bocor meliputi laporan keuangan, SPT, NPWP perusahaan sekaligus NPWP pimpinan perusahaan.[9]
Referensi
- ^ "BPJD Kesehatan Telusuri Dugaan Kebocoran Data Milik 279 Juta Penduduk Indonesia". Liputan6.com.
- ^ a b c d e "Kilas Balik tentang Peretasan atau Kebocoran Data dalam Kaleidoskop 2022". Tempo.co.
- ^ "Peretasan: 337 juta data Dukcapil Kemendagri diduga bocor". BBC.
- ^ a b c d e "6 Kasus Kebocoran Data Pribadi di Indonesia". Tempo.co.
- ^ "Polemik Data Pribadi: 5 Kasus Kebocoran Data di Indonesia Selama 2023-2024". Tempo.co.
- ^ "Ditjen Pajak Dinilai Harus Bertanggung-jawab soal Kebocoran Data NPWP". Kompas.com.
- ^ "6 Bahaya yang Intai Usai Kasus Data Bocor Tokopedia-Bukalapak". CNN Indonesia.
- ^ "Data 91 Juta Pengguna Diduga Bocor Lalu Disebar Gratis, Begini Langkah Tokopedia". Kontan.co.
- ^ "Data 347 GB dari Ribuan Perusahaan di Indonesia Diduga Bocor". Detik.com.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.