Kecocokan
| Bagian dari serial tentang |
| Biologi evolusioner |
|---|
|
|
Kecocokan (bahasa Inggris: fitness, sering dilambangkan atau ω dalam model genetika populasi) adalah representasi kuantitatif dari seleksi alam dan seksual dalam biologi evolusioner. Kecocokan dapat didefinisikan sehubungan dengan sebuah genotipe atau fenotipe dalam lingkungan tertentu. Dalam kedua kasus, kecocokan menggambarkan kesuksesan reproduktif individu dan sama dengan kontribusi rata-rata pada lungkang gen generasi berikutnya yang dibuat oleh individu-individu dari genotipe atau fenotipe yang ditentukan. Kecocokan suatu genotipe dimanifestasikan melalui fenotipenya, yang juga dipengaruhi oleh lingkungan perkembangan. Kecocokan fenotipe tertentu juga dapat berbeda di lingkungan selektif yang berbeda.
Dengan reproduksi aseksual, cukup untuk menetapkan kecocokan dari genotipe. Dengan reproduksi seksual, genotipe diacak setiap generasi. Dalam hal ini, nilai kecocokan dapat ditetapkan untuk alel dengan merata-rata latar belakang genetik yang mungkin. Seleksi alam cenderung membuat alel dengan kecocokan tinggi lebih umum dari waktu ke waktu, menghasilkan evolusi Darwinian.
Istilah "kecocokan Darwinian" (Darwinian fitness) dapat digunakan untuk memperjelas perbedaan dengan kebugaran fisik (physical fitness).[1] Kecocokan tidak mencakup ukuran kesintasan atau rentang hidup; ungkapan Herbert Spencer yang terkenal "survival of the fittest" (sintasan yang paling layak) harus ditafsirkan sebagai: "Kesintasan dari bentuk (fenotipik atau genotipik) yang akan meninggalkan salinannya sendiri dengan jumlah yang paling besar dalam generasi berikutnya."
Kecocokan inklusif berbeda dari kecocokan individu karena kecocokan inklusif mencakup kemampuan alel dalam satu individu untuk meningkatkan kesintasan dan/atau reproduksi individu lain yang juga memiliki alel itu, dibandingkan dengan individu dengan alel yang berbeda. Salah satu mekanisme kecocokan inklusif adalah seleksi kerabat.
Lihat pula
- Teori gen egois
- Kecocokan inklusif
- Seleksi garis keturunan
- Seleksi alam
- Kesuksesan reproduktif
- Koefisien seleksi
- Darwinisme universal
Catatan dan referensi
- ^ Wassersug, J. D., and R. J. Wassersug, 1986. Fitness fallacies. Natural History 3:34-37.
Bibliografi
- Sober, E. (2001). The Two Faces of Fitness. In R. Singh, D. Paul, C. Krimbas, and J. Beatty (Eds.), Thinking about Evolution: Historical, Philosophical, and Political Perspectives. Cambridge University Press, pp. 309–321. Full text
- Orr HA (August 2009). "Fitness and its role in evolutionary genetics". Nat. Rev. Genet. 10 (8): 531–9. doi:10.1038/nrg2603. PMC 2753274. PMID 19546856.
Pranala luar
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.