Kehicap flores
| Kehicap flores | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Aves |
| Ordo: | Passeriformes |
| Famili: | Monarchidae |
| Genus: | Symposiachrus |
| Spesies: | S. sacerdotum
|
| Nama binomial | |
| Symposiachrus sacerdotum (Mees, 1973)
| |
| Sinonim | |
| |
Kehicap flores (Symposiachrus sacerdotum) merupakan spesies burung endemik Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Indonesia.[2] Kelompok burung ini merupakan anggota dari ordo Passeriformes dan famili Monarchidae.[2]
Morfologi
Burung ini memiliki panjang tubuh 15,4 cm dengan tiga warna di tubuhnya. Tiga warna tersebut yaitu bulu berwarna hitam, abu-abu, dan putih, dengan warna hitam pada wajah dan dagu, warna abu-abu pada tubuh bagian atas, serta warna putih pada tubuh bagian bawah termasuk ekor bagian bawah.[3]
Perilaku
Kehicap flores memiliki karakteristik unik yaitu mengeluarkan suara dengungan serta suara berupa siulan yang nadanya naik sangat tinggi pada ujung siulannya.[2] Kehicap flores memiliki kebiasaan untuk bersama burung opior jambul (Lophozosterops dohertyi) dan burung opior paruh tebal (Heleia crassirostris).[4]
Habitat dan sebaran
Habitat utama kehicap flores adalah Hutan Hujan Tropis Semi-hijau dan Hutan Monsun Lembap yang memiliki ketinggian sekitar 350 hingga 1.000 meter di atas permukaan laut. Populasi burung ini lebih banyak ditemukan di habitat hutan yang belum terganggu oleh aktivitas manusia, hutan-hutan tersebut adalah hutan Mbeliling, Sano-Nggoang, dan Nggorang-Bowosie.[5] Terkait populasi kehicap flores, diperkirakan burung ini berjumlah 2.500 hingga 9.999 ekor, namun hasil perhitungan pada tahun 2002 menunjukkan bahwa burung ini sekarang hanya 1.855 hingga 6.559 ekor.[5] Tingginya resiko kepunahan kehicap flores membuat burung ini masuk pada daftar The IUCN Red List of Threatened Species sejak tahun 1994 sebagai spesies yang terancam punah.[5]
Berkurangnya populasi kehicap flores tidak disebabkan oleh perburuan ilegal atau perdagangan ilegal melainkan karena aktivitas manusia yang merusak hutan habitat burung ini. Menurut The International Union for Conservation of Nature (IUCN), penebangan hutan, pembakaran, dan kemarau adalah penyebab hutan-hutan tersebut rusak.[5] Perubahan iklim, polusi udara, dan pencemaran tanah juga memperparah kondisi hutan-hutan tersebut sehingga kehicap flores yang habitatnya hanya di Hutan Hujan Tropis Semi-hijau dan Hutan Monsun Lembap, tidak bisa berpindah habitat.[5]
Referensi
- ^ BirdLife International (2017). "Symposiachrus sacerdotum". 2017 e.T22707285A110053775. doi:10.2305/IUCN.UK.2017-1.RLTS.T22707285A110053775.en. ;
- ^ a b c "Symposiachrus sacerdotum: BirdLife International". IUCN Red List of Threatened Species. 2016-10-01. Diakses tanggal 2026-02-20.
- ^ "Kehicap flores - eBird". ebird.org (dalam bahasa in). Diakses tanggal 2026-02-20. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ^ Nurdin, Nazar (2013-08-16). "Tujuh Lambang Kemegahan Flores Barat (II)". nationalgeographic.grid.id. Diakses tanggal 2026-20-02.
- ^ a b c d e "Symposiachrus sacerdotum: BirdLife International". IUCN Red List of Threatened Species. 2025-01-23. Diakses tanggal 2026-02-20.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.