Kelas rangkap
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Oktober 2022) |
Kelas rangkap (multigrades) merupakan situasi pembelajaran saat seorang guru di dalam satu kelas mengajar dua atau tiga tingkat sekaligus. Dua tingkat atau lebih tidak dipisahkan dalam ruangan berbeda.[1] Pembentukan kelas rangkap mendorong efisiensi. Untuk itu kelas rangkap dapat mengatasi kekurangan jumlah guru ataupun siswa. Apabila jumlah siswa di sekolah sedikit maka perlu dipikirkan agar jumlah guru tidak melebihi jumlah siswa yang ada. Pada kelas rangkap guru juga dapat melakukan pembagian kelompok yang bertujuan memaksimalkan potensi siswa. Tugas untuk kelas empat dapat diberikan pada siswa kelas tiga karena memang mampu. Sebaliknya siswa kelas empat yang masih belum paham konsep dapat memantapkan pemahaman konsepnya dengan mengerjakan tugas-tugas untuk kelas tiga. Pada kelas rangkap siswa juga dapat belajar maksimal karena dapat bersosialisasi dengan baik. Pembelajaran yang baik merupakan pembelajaran yang di dalamnya terdapat interaksi di antara siswa. Semakin banyak interaksi, kemampuan mereka semakin berkembang. Apabila hanya bersosialisasi dengan teman yang jumlahnya sedikit perkembangan siswa akan kurang baik.[2]
Berikut beberapa alasan dilaksanakannya pembelajaran kelas rangkap:
- Alasan geografis, seperti: lokasi daerah terpencil, terbatasnya sarana transportasi, pemukiman berpindah-pindah, lokasi pengungsian karena terdampak bencana
- Alasan demografis, seperti: jumlah siswa sangat sedikit mengharuskan sekolah melaksanakan efisiensi kelas
- Kekurangan guru, seperti terjadi di daerah-daerah terpencil
- Terbatasnya jumlah ruang kelas
- Ketidakhadiran guru, kejadian ini mengakibatkan diperlukannya kehadiran guru pengganti yang sedang mengajar di kelas lainnya [3]
Contoh di Indonesia
Pemerintah Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur membuat keputusan untuk melaksanakan merger sekolah dan kelas rangkap. Sekolah-sekolah yang berada di dalam satu desa dan masih dapat dijangkau penduduknya digabungkan. Untuk sekolah-sekolah kecil yang tidak mungkin untuk digabung diselenggarakan kelas rangkap. Kebijakan tersebut telah diformalkan dalam peraturan bupati tentang pembelajaran kelas rangkap yang dikeluarkan pada 8 Oktober 2015.[4]
Hasil studi mengenai pendidikan SD di Indonesia juga mendukung kebijakan tersebut. Digambarkan bahwa empat skenario bisa dilakukan pemerintah untuk mengurangi kebutuhan guru kelas SD. Pertama, tidak perlu mengambil kebijakan apa pun. Kedua, skenario penggabungan sekolah atau kelas rangkap dijalankan. Ketiga, skenario alih fungsi guru mata pelajaran menjadi guru kelas diterapkan. Keempat, menggabungkan skenario kedua dan ketiga.[5]
Referensi
- ^ Departemen Pendidikan Nasional (2007). Paket Pelatihan 2 Pembelajaran Kelas Rangkap. Departemen Pendidikan Nasional. hlm. 69. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Departemen Pendidikan Nasional (2007). Paket Pelatihan 2 Pembelajaran Kelas Rangkap. Departemen Pendidikan Nasional. hlm. 70–71. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Jalil, Aria (2014). Pembelajaran Kelas Rangkap (PDF). Jakarta: Universitas Terbuka. hlm. 1–49. ISBN 9789790113459. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ USAID PRIORITAS (2017). Prakti yang Baik Tata Kelola Guru. Jakarta: USAID PRIORITAS. hlm. 3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Seftiawan, Dhita (1 Mei 2017). "Jumlah Guru Kelas Harus Ditambah". Pikiran-Rakyat.com. Diakses tanggal 13 September 2021.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.