Kesultanan Massina


Kesultanan Massina adalah sebuah negara yang mencakup sebagian besar Delta Niger Dalam di wilayah yang kini menjadi Mali. Sejak didirikan sekitar tahun 1400 M, kesultanan ini umumnya menjadi negara bawahan dari kekuasaan yang lebih besar, termasuk Kekaisaran Mali (abad ke-14), Kekaisaran Songhai (abad ke-15 hingga ke-16), para pasha Arma (Maroko) di Tomboctou (abad ke-17), dan Kekaisaran Segou (abad ke-18). Pada 1818, Kesultanan ini digulingkan oleh sebuah jihad yang dipimpin oleh Ahmadu Lobbo, yang kemudian mendirikan Kekhalifahan Hamdullahi.

Nama

Terdapat beberapa teori mengenai asal-usul nama 'Massina'. Salah satunya menyebut bahwa nama itu berasal dari sebuah danau dekat Keke, ibu kota pertama Kesultanan di dekat Tenenkou saat ini.[1] Alternatif lain, 'Massina' mungkin terkait dengan Imasna, sebuah kelompok Afro-Berber yang merupakan lapisan etnis tertua dalam populasi Tichitt.[2] 'Maasina' juga merupakan istilah lama dari bahasa Fula untuk wilayah Dhar Tichitt-Walata-Néma di cekungan Aoukar.[3]

Sejarah

Para penggembala Fulani mulai memasuki Delta Niger Dalam pada abad ke-13, pada masa kejayaan Kekaisaran Mali, datang dari wilayah Maasina lama.[3] Sekitar tahun 1400, sekelompok orang tiba dari wilayah Termess, bagian dari Kaniaga. Mereka dipimpin oleh Maghani, yang membawa pengikutnya ke tenggara setelah berselisih dengan saudaranya yang menjadi sultan.[4][5] Mereka disambut oleh Baghana-fari, gubernur Bakhounou, dan diizinkan menetap di wilayah antara Mema dan Sungai Niger.[4][5] Klan Fula yang bermigrasi awalnya adalah Jallobe dan kemudian Sangare.[6]

Di bawah Songhai

Pada masa pemerintahan Alioun II (1466-1480), Sonni Ali menyerang Massina tetapi gagal menaklukkannya.[7] Pada 1494, Demba Dondi, saudara dari Fondoko Nia yang sedang berkuasa, bersekutu dengan Kekaisaran Mali melawan Songhai, tetapi tewas.[7] Di bawah pemerintahan Nia, kekuasaan Songhai diperluas ke Massina, dan ia memindahkan ibu kotanya dari Keke ke wilayah Guimbala.[7] Massina-mondyo bertanggung jawab mengumpulkan pajak dan upeti di wilayah tersebut atas nama Askia serta memastikan kesetiaan para pemimpin.

Pada 1582, perampok dari Massina menyerang sebuah flotila perahu milik pangeran Songhai, Askia Al-Hajj, dan menjarah harta bendanya. Saudara Al-Hajj yang lebih tua, Kurmina-fari Muhammad Benkan, membalas dengan menghancurkan wilayah tersebut, membunuh banyak ulama Muslim terkemuka. Askia yang berkuasa, Daoud, meninggal tak lama kemudian.[8] Fondako Bubu Maryam dituduh merencanakan makar terhadap Askia baru, Al-Hajj, dan dibawa ke Gao. Ia berhasil meyakinkan Askia akan kesetiaannya, tetapi tetap tinggal di ibu kota untuk melayani penguasa secara pribadi. Hammad-Amina kemudian diangkat menjadi Fondako menggantikan posisinya.[9] Bubu Maryam akhirnya meninggal dalam Pertempuran Tondibi pada 1591.[10]

Referensi

  1. ^ Imperato 1986, hlm. 185.
  2. ^ al-Sadi & Hunwick 2003, hlm. 31.
  3. ^ a b Kane 2004, hlm. 90.
  4. ^ a b al-Sadi & Hunwick 2003, hlm. 237.
  5. ^ a b Kane 2004, hlm. 92.
  6. ^ al-Sadi & Hunwick 2003, hlm. xxvi.
  7. ^ a b c Imperato 1986, hlm. 185-6.
  8. ^ al-Sadi & Hunwick 2003, hlm. 158.
  9. ^ al-Sadi & Hunwick 2003, hlm. 163.
  10. ^ al-Sadi & Hunwick 2003, hlm. 190.

Bibliografi

  • al-Sadi, Abd; Hunwick, John (2003). Timbuktu and the Songhay Empire: Al-Sa'Di's Ta'Rikh Al-Sudan Down to 1613 and Other Contemporary Documents. Brill Academic. ISBN 978-9004128224.
  • Imperato, Pascal James (1986). Historical Dictionary of Mali. London: Scarecrow Press. ISBN 0-8108-1369-6.
  • Kane, Oumar (2004). La première hégémonie peule. Le Fuuta Tooro de Koli Teηella à Almaami Abdul. Paris: Karthala. Diakses tanggal 12 July 2023.
  • Nobili, Mauro (2020). Sultan, Caliph, and the Renewer of the Faith: Aḥmad Lobbo, the Tārīkh al-fattāsh and the Making of an Islamic State in West Africa. Cambridge: Cambridge University Press.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya