Ketidakadilan

Ketidakadilan adalah sebuah sifat yang berkaitan dengan ketimpangan atau hasil yang tidak layak diterima. Istilah ini dapat digunakan untuk menunjuk pada suatu peristiwa atau keadaan tertentu, maupun pada sebuah status quo yang lebih luas. Dalam tradisi filsafat Barat dan yurisprudensi, ketidakadilan kerap dimaknai (meski tidak selalu) sebagai ketiadaan atau lawan dari keadilan.[1][2][3]
Rasa ketidakadilan adalah ciri yang melekat pada pengalaman manusia, meskipun keadaan yang dianggap tidak adil dapat berbeda-beda dari satu kebudayaan ke kebudayaan lain. Bahkan peristiwa alam pun kadang mampu membangkitkan perasaan ini, tetapi biasanya ia muncul sebagai tanggapan terhadap tindakan manusia: penyalahgunaan, pelecehan, pengabaian, atau penyimpangan yang tidak diperbaiki—atau justru dilegitimasi oleh sistem hukum maupun oleh sesama manusia.
Rasa ketidakadilan dapat menjadi dorongan batin yang amat kuat, yang mendorong seseorang untuk bertindak, bukan hanya demi membela dirinya, melainkan juga demi mereka yang dipandang diperlakukan secara tidak semestinya. Ketidakadilan yang berakar dalam norma hukum atau tatanan sosial terkadang disebut sebagai sistem bertingkat dua.[4]
Referensi
- ^ McCoubrey, Hilaire dan White, Nigel D. Textbook on Jurisprudence. Edisi Kedua. Blackstone Press Limited. 1996. ISBN 1-85431-582-X. hlm. 276.
- ^ Thomas W Simon (1995). "passim, see esp Chpt 1, 'Injustice versus Justice'". Democracy and Social Justice. Rowman & Littlefield. ISBN 978-0847679386.
- ^ Eric Heinze (2012). "passim, see esp Chpt 1, 'Nietzsche's echo'". The Concept of Injustice. Routledge. ISBN 978-0415524414.
- ^ "Want to Know How to Build a Better Democracy? Ask Wikipedia". Wired. 2019-04-07.
Bacaan lanjutan
- Barnett, Clive. The Priority of Injustice: Locating Democracy in Critical Theory. (Athens, GA: University of Georgia Press, 2017). ISBN 978-0820351520
- McCoubrey, Hilaire and White, Nigel D. Textbook on Jurisprudence. Second Edition. Blackstone Press Limited. 1996. ISBN 1-85431-582-X. Chapter 14 ("The Concept of Injustice").
- Roberts, Rodney C. (2005). Injustice and Rectification. Peter Lang. ISBN 0820478601
- Jeff Spinner-Halev (2012). Enduring Injustice. Cambridge University Press. ISBN 1107017513
Pranala luar
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.