Khubz Ahmar

Khubz Ahmar adalah roti tradisional dari provinsi Al-Ahsa, Arab Saudi, yang dikenal sebagai "roti merah" dalam bahasa arab, dikarenakan warna kemerahannya yang berasal dari campuran kurma. Nama "Alhamar" mengacu pada warna yang dihasilkan oleh kurma yang digunakan dalam pembuatannya.[1][2]

Cara pembuatan

Khubz Ahmar biasanya berbentuk bulat dan pipih, mirip dengan roti Timur Tengah lainnya seperti pita atau naan. Bahan-bahan utama khubz ahmar meliputi tepung terigu, kurma, kapulaga, safron, biji-bijian (biji adas dan jintan hitam), garam, dan air. Adonannya secara tradisional dipanggang dalam oven tembikar yang dilapisi batang pohon palem, yang memberikan rasa berasap pada roti. Khubz ahmar sering dinikmati sebagai bagian dari makanan tradisional, disajikan bersama dengan berbagai hidangan seperti semur, saus, dan salad. Tekstur roti ini dapat bervariasi, mulai dari lembut dan mengembang hingga sedikit lebih padat, tergantung pada resep dan metode pemanggangannya.[1][3]

Makna Khubz Ahmar

Selama berabad-abad, masyarakat Al-Ahsa telah melestarikan tradisi memanggang Khubz Al-Ahmar , yang juga dikenal sebagai Roti Merah. Praktik ini merupakan warisan budaya yang dijaga oleh masyarakat untuk generasi mendatang. Khubz Ahmar berakar kuat dalam identitas Al-Ahsa, Penggunaan kurma Khalas menghubungkan produksinya dengan warisan pertanian daerah tersebut , sementara penambahan biji adas dan jintan hitam mencerminkan tradisi kuliner kuno Jazirah Arab. Proses pembuatan roti, dari penanaman biji-bijian hingga produk panggang akhir, menyoroti integrasi pertanian dan industri makanan, mendukung ekonomi lokal dan memperkuat rasa memiliki masyarakat.[4]

Pelestarian

Khubz Al-Ahmar termasuk dalam Roti dari 3 kota di Arab Saudi yang telah masuk dalam daftar Kota Kreatif UNESCO tahun 2024. Dirayakan oleh Komisi Seni Kuliner Saudi, roti ini merupakan salah satu dari 11 komisi sektoral yang berada di bawah Kementerian Kebudayaan. Proyek Roti Kota Kreatif dimulai pada tahun 2018. Idenya cukup sederhana, merayakan warisan budaya roti. Setiap tahun, petani, penggiling roti, dan pembuat roti dari seluruh dunia berbagi cerita dan resep tentang bagaimana mereka menciptakan kembali roti tradisional kota tersebut. Dengan demikian, proyek ini selaras erat dengan tujuan Jaringan Kota Kreatif UNESCO yang didirikan pada 2024.[5]

Referensi

  1. ^ a b "Khubz ahmar | Traditional Flatbread From Al-Ahsa | TasteAtlas". www.tasteatlas.com. Diakses tanggal 2025-11-27.
  2. ^ "Creative Knowledge Platform". ckp.creativeknowledge.foundation (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-27.
  3. ^ Benokaba (2024-08-10). "5 Roti Khas dari Arab Saudi, Cocok Menjadi Menu Sarapan!". IDN Times Kaltim. Diakses tanggal 2025-11-27.
  4. ^ "Red Bread (Khubz Ahmar)". Breads Between Us (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-27.
  5. ^ Mishra, Anupriya (2024-07-24). "Traditional Saudi Bread, Kleija, Al-Khubz Al-Ahmar & Al-Mallah Join UNESCO Creative Cities Network". Curly Tales (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-27.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya