Koko'o

Koko'o atau ketuk sahur merupakan salah satu tradisi masyarakat Gorontalo di bulan suci Ramadan. Koko'o dilaksanakan tepat pada satu Ramadan, dari jam 12 malam hingga mendekati sahur.[1] Rombongan Koko'o berjalan kaki mengelilingi kota sambil membunyikan kentongan bambu sebagai isyarat membangunkan umat muslim untuk sahur. Rombongan Koko'o juga diiringi truk yang dilengkapi dengan sistem suara dan lampu.[2] Ada juga yang mengikuti di belakang truk dengan sepeda motor. Peserta rombongan Koko'o akan memainkan kentungan bambu mengikuti irama lagu-lagu religi yang diputar melalui sistem suara. Dentungan bunyi-bunyian dalam tradisi Koko'o ini juga melambangkan kebersamaan dan kekompakkan yang terjalin antara masyarakat.[3] Secara spiritual, bunyi kentongan pada dini hari, tidak hanya melambangkan ketukan pintu hati.[3]

Tradisi Koko'o ini merupakan wujud kegembiraan masyarakat Gorontalo dalam menyambut bulan Ramadan. Mulai dari anak-anak hingga orang tua yang sudah lanjut usia turut menyemarakkan tradisi tersebut. Sebab, tradisi Koko'o bukan hanya sebatas membangunkan umat muslim untuk sahur, namun juga menjadi ajang silaturahmi sesama masyarakat Gorontalo.[4] Koko'o juga merupakan simbol identitas yang mengandung unsur kearifan lokal, di tengah perkembangan dan kecanggihan teknologi alarm digital.[5]

Tradisi Koko'o diinsiasi oleh para pemuda yang merupakan anggota komunitas Talumolo Lotu. Partisipasi dan antusias masyarakat semakin meningkat di tiap tahunnya. Pada Ramadan tahun 2026 atau 1447 Hijriah, peserta Koko'o mencapai 2000 orang. Panitia pelaksana tradisi Koko'o bahkan membagikan 800 kentongan bambu secara gratis pada peserta.

Referensi

  1. ^ "Sekdaprov Gorontalo Lepas Iring-iringan Tradisi Koko'o 2026" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-20.
  2. ^ antaranews.com (2026-02-19). "Tradisi Koko'o ketuk sahur semarakkan puasa Ramadhan di Gorontalo". Antara News. Diakses tanggal 2026-02-20.
  3. ^ a b MariNews. "Koko'o hingga Tumbilotohe: Simfoni Ramadhan di Gorontalo". Koko’o hingga Tumbilotohe: Simfoni Ramadhan di Gorontalo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-20.
  4. ^ "Mengenal Tradisi Koko'o, Budaya Unik Bangunkan Warga untuk Sahur di Gorontalo". Berita Riau Terkini Online | Spirit Riau Update (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-20.
  5. ^ "Ribuan Warga Gorontalo Meriahkan Tradisi Koko'o untuk Bangunkan Sahur". PRUDENSI (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-20.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya