Kolekalsiferol
| Data klinis | |
|---|---|
| Pengucapan | /ˌkoʊləkælˈsɪfərɒl/ |
| Nama dagang | Osteosan, Prove D3, Tride |
| Nama lain | vitamin D3, activated 7-dehydrocholesterol |
| AHFS/Drugs.com | |
| License data | |
| Kode ATC | |
| Status hukum | |
| Status hukum |
|
| Pengenal | |
| |
| Nomor CAS | |
| PubChem CID | |
| DrugBank | |
| ChemSpider | |
| UNII | |
| ChEBI | |
| ChEMBL | |
| CompTox Dashboard (EPA) | |
| ECHA InfoCard | 100.000.612 |
| Data sifat kimia dan fisik | |
| Rumus | C27H44O |
| Massa molar | 384.64 g/mol |
| Model 3D (JSmol) | |
| Titik leleh | 83–86 °C (181–187 °F) |
| Titik didih | 4.964 °C (8.967 °F) |
| Kelarutan dalam air | Tidak dapat larut dalam air; dapat larut sepenuhnya dalam cairan etanol, metanol dan beberapa cairan pelarut organik, sedikit larut dalam minyak sayur. |
| |
| |
Kolekalsiferol atau dikenal juga sebagai vitamin D3 adalah salah satu vitamin yang dapat membantu tubuh menyerap kalsium dan fosfor dan berfungsi untuk menjaga kesehatan dan kepadatan tulang.[1] Kolekalsiferol merupakan salah satu jenis vitamin yang larut dalam lemak.[1] Kolekalsiferol diproses oleh tubuh saat kulit terpapar sinar matahari.[2] Kolekalsiferol pertama kali ditemukan pada tahun 1936 dan termasuk ke dalam daftar obat esensial Organisasi Kesehatan Dunia.[3][4] Kolekalsiferol masuk ke dalam kategori obat generic dan tersedia secara bebas di toko obat. Kolekalsiferol juga dapat digunakan sebagai obat pembasmi hewan pengerat.[5][6]
Kegunaan
Salah satu kegunaan kolekalsiferol adalah untuk mengobati dan mencegah gangguan tulang seperti rakhitis dan osteomalacia.[1] Penggunaan kolekalsiferol bersamaan dengan kalsium dapat digunakan untuk mengobati atau mencegah tulang keropos.[1] Selain itu, kolekalsiferol juga dapat digunakan bersamaan dengan obat lain untuk mengobati rendahnya tingkat kalsium atau fosfat yang disebabkan oleh gangguan tertentu seperti hipoparatiroidisme, pseudohipoparatiroidisme, kelompok hipofosfatemia.[1] Kolekalsiferol yang berbentuk tetes dapat diberikan kepada bayi yang sedang diberi ASI sebagai suplemen tambahan.[1]
Penggunaan
Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mengonsumsi kolekalsiferol adalah:
- Kolekalsiferol dikonsumsi sesuai dengan arahan dari dokter.[1]
- Kolekalsiferol dapat diserap dengan baik ketika digunakan setelah makan tetapi dapat digunakan dengan atau tanpa makanan.[1]
- Dosis yang diberikan disesuaikan pada kondisi medis, jumlah paparan sinar matahari, diet, usia, dan respon terhadap pengobatan.[1]
- Obat-obat tertentu seperti kolestiramin atau kolestipol, minyak mineral, dan orlistat dapat menurunkan penyerapan Kolekalsiferol.[1] Pisahkan penggunaan obat-obat tersebut selama mungkin dari penggunaan Kolekalsiferol dengan jarak minimal 2 jam.[1]
- Kolekalsiferol yang berbentuk cairan dapat dikonsumsi menggunakan sendok atau perangkat penakar obat agar mendapatkan dosis yang tepat.[1]
- Kolekalsiferol berbentuk tablet kunyah atau wafer dapat dikunyah secara menyeluruh sebelum menelannya.[1]
- Jika digunakan bersamaan dengan obat lain, sebaiknya Kolekalsiferol dikonsumsi pada waktu menjelang tidur.[1]
- Kolekalsiferol sebaiknya dikonsumsi secara teratur pada waktu dan jam yang sama.[1]
- Kolekalsiferol tidak boleh digunakan bersamaan dengan suplemen atau vitamin lainnya kecuali atas saran dokter.[1]
Referensi
- ^ a b c d e f g h i j k l m n o p (Indonesia) Hello Sehat. "Vitamin D3 obat apa?". Diakses tanggal 8 Desember 2019.
- ^ Hamilton, Richart (2015). Tarascon Pocket Pharmacopoeia 2015 Deluxe Lab-Coat Edition. Jones & Bartlett Learning. hlm. 231. ISBN 9781284057560.
- ^ Fischer, Janos; Ganellin, C. Robin (2006). Analogue-based Drug Discovery (dalam bahasa Inggris). John Wiley & Sons. hlm. 451. ISBN 9783527607495. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2016-12-30. Diakses tanggal 2016-12-29.
- ^ World Health Organization (2019). "World Health Organization model list of essential medicines: 21st list 2019". World Health Organization (WHO). hdl:10665/325771.
- ^ "Merck Veterinary Manual - Rodenticide Poisoning: Introduction". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2007-01-17.
- ^ Rizor, Suzanne E.; Arjo, Wendy M.; Bulkin, Stephan; Nolte, Dale L. Efficacy of Cholecalciferol Baits for Pocket Gopher Control and Possible Effects on Non-Target Rodents in Pacific Northwest Forests. Vertebrate Pest Conference (2006). USDA. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2012-09-14. Diakses tanggal 2019-08-27.
0.15% cholecalciferol bait appears to have application for pocket gopher control.' Cholecalciferol can be a single high-dose toxicant or a cumulative multiple low-dose toxicant.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.