Koperasi pertanian

Koperasi pertanian atau yang juga dikenal sebagai koperasi petani, adalah koperasi produsen di mana para petani menggabungkan sumber daya yang mereka miliki dalam bidang-bidang kegiatan tertentu. Istilah koperasi pertanian berbeda dengan koperasi layanan pertanian, yang menyediakan berbagai layanan kepada anggotanya yang bercocok tanam secara individu, dan koperasi produksi pertanian di mana sumber daya produksi (tanah, mesin) digabungkan dan anggota bercocok tanam secara bersama-sama.[1]

Koperasi produksi pertanian relatif jarang ditemukan di dunia. Koperasi ini meliputi pertanian kolektif di negara-negara bekas sosialis, kibbutzim di Israel, pertanian komunitas yang dikelola secara kolektif, koperasi Longo Maï di Kosta Rika, Prancis, dan beberapa negara lain, CPAs di Kuba, serta koperasi produksi di Nikaragua.[2]

Konsep

Makna dari istilah “koperasi pertanian” dalam bahasa Inggris biasanya merujuk pada koperasi layanan pertanian, yang merupakan bentuk yang paling dominan secara numerik di dunia. Dalam hal ini, ada dua jenis utama koperasi layanan pertanian yaitu koperasi pasokan dan koperasi pemasaran. Koperasi pasokan menyediakan anggota mereka dengan input untuk produksi pertanian, termasuk benih, pupuk, bahan bakar, dan layanan mesin. Sedangkan Koperasi pemasaran didirikan oleh petani untuk menangani transportasi, pengemasan, penetapan harga, distribusi, penjualan, dan promosi produk pertanian (baik tanaman maupun ternak). Petani juga sangat bergantung pada koperasi kredit sebagai sumber pembiayaan untuk modal kerja dan investasi.

Contoh koperasi pertanian yang terkenal termasuk Dairy Farmers Of America, perusahaan susu terbesar di Amerika Serikat, Amul, organisasi pemasaran produk pangan terbesar di India, dan Zen-Noah, federasi koperasi pertanian yang menangani 70% penjualan pupuk kimia di Jepang.[3]

Referensi

  1. ^ Cobia, David, editor, Cooperatives in Agriculture, Prentice-Hall, Englewood Cliffs, NJ (1989), p. 50.
  2. ^ Ruben, Ruerd; Lerman, Zvi (2005-04-15). "Why Nicaraguan Peasants Stay in Agricultural Production Cooperatives | European Review of Latin American and Caribbean Studies" (dalam bahasa American English). doi:10.18352/erlacs.9670.
  3. ^ "India's Amul: Keeping Up with the Times - Case - Faculty & Research - Harvard Business School". www.hbs.edu. Diakses tanggal 2025-09-30.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya