Kordisepin

Kordisepin adalah senyawa turunan dari nukleotida adenosin. Penurunan dilakukan tanpa menggunakan molekul oksigenin pada posisi C 3′ pada bagian ribosa. Pengekstrakan cordycepin pertama kali diperoleh dari jamur genus Cordyceps. Kini telah banyak cara untuk menghasilkan molekul cordycepin melalui sintesis kimia.[1]

Struktur kimia

Identifikasi molekul cordycepin dilakukan melalui proses Kinerja Tinggi dari Kromatografi Cair). Molekul cordycepin dapat dibedakan dari adenosin melalui metode ini. Adenosin adalah molekul analog dari cordycepin.[1]

Karakter Kimia Senyawa Cordycepin
Rumus Kimia C10H13N5O3
Massa Molar 251.246 g·mol−1
Titik Leleh 225.5 °Celcius (437.9 °Fahrenheit atau 498.6 Kelvin)

Produksi

Cordycepin dihasilkan melalui jamur Cordycep (Ascomycetes). Jamur ini telah digunakan sebagai pengobatan tradisional di China sejak zaman kuno. Budidaya jamur cordycep dilakukan melalui teknologi Deep Layer Fermentation. Jamur Cordyceps dapat diproduksi secara massal untuk menghasilkan senyawa cordycepin. Larva ulat Hepialus armoricanus merupakan tempat tumbuh utama dari jamur ini. Pembudidayaan jamur Cordyceps dalam skala besar telaha dapat dilakukan dan dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal di beberapa negara.[1]

Manfaat

Cordycepin telah lama digunakan sebagai obat tradisional di negeri China. Cordicepin mampu meningkatkan kekebalan tubuh dan menyembuhkan batuk. Cordycepin dapat digunakan sebagai obat yang mencegah penyakit tumor, kanker, dan diabetes. Senyawa cordycepin berpengaruh pada beberapa reaksi biokimia, misalnya reaksi pada proses replikasi dan transkripsi. Sel cacat DNA atau RNA dapat dihasilkan secara tidak langsung melalui penambahan cordycepin pada sel yang sedang mengalami proses replikasi, Sel ini dapat menstimulasi sel hingga mengalami proses kematian sel. Hal ini dimanfaatkan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Cordycepin juga dapat meningkatkan jumlah sel T, meningkatkan ketahanan sel limfosit, meningkatkan produksi interleukin-1, dan meningkatkan aktivitas sel kekeblan tubuh. Tak hanya itu, cordycepin juga dapat menghambat proses pembentukan gumpalan platelet dengan menurunkan konsentrasi ion kalsium.[1]

Referensi

  1. ^ a b c d Redaksi 1000guru (2014-09-26). "Cordycepin: Antikanker dari Jamur". Majalah 1000guru (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-02-13. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya