Kuaternion ganda

Plakat di jembatan Broom (Dublin) untuk memperingati penemuan kuaternion oleh Hamilton

Dalam bidang matematika, kuaternion ganda adalah sebuah aljabar real berdimensi 8 yang isomorfik terhadap hasil kali tensor dari kuaternion dan bilangan ganda. Dengan demikian, entitas ini dapat dikonstruksikan dengan cara yang sama seperti kuaternion biasa, kecuali menggunakan bilangan ganda sebagai koefisien alih-alih bilangan real. Sebuah kuaternion ganda dapat direpresentasikan dalam bentuk A + εB, dengan A dan B adalah kuaternion biasa dan ε adalah unit ganda, yang memenuhi ε2 = 0 dan komutatif terhadap setiap elemen dalam aljabar tersebut. Tidak seperti kuaternion biasa, kuaternion ganda tidak membentuk sebuah aljabar pembagian.

Dalam bidang mekanika, kuaternion ganda diterapkan sebagai sistem bilangan untuk merepresentasikan transformasi kaku dalam tiga dimensi.[1] Karena ruang kuaternion ganda berdimensi 8 dan transformasi kaku memiliki enam derajat kebebasan real (tiga untuk translasi dan tiga untuk rotasi), kuaternion ganda yang mematuhi dua batasan aljabarlah yang digunakan dalam penerapan ini. Karena kuaternion satuan tunduk pada dua batasan aljabar tersebut, kuaternion satuan menjadi standar untuk merepresentasikan transformasi kaku.[2]

Sama halnya dengan rotasi dalam ruang 3D yang dapat direpresentasikan oleh kuaternion dengan panjang satuan, gerak kaku dalam ruang 3D juga dapat direpresentasikan oleh kuaternion ganda dengan panjang satuan. Fakta ini digunakan dalam kinematika teoretis (lihat McCarthy[3] ), dan dalam berbagai penerapannya pada grafika komputer 3D,[4] robotika,[5][6] serta visi komputer.[7] Polinomial dengan koefisien yang dinyatakan dalam kuaternion ganda (norma real tak nol) juga telah digunakan dalam konteks perancangan pautan mekanis.[8][9]

Sejarah

W. R. Hamilton memperkenalkan kuaternion[10][11] pada tahun 1843, dan menjelang tahun 1873 W. K. Clifford memperoleh perumuman luas dari bilangan-bilangan ini yang ia sebut sebagai bikuaternion,[12][13] yang merupakan sebuah contoh dari apa yang sekarang disebut sebagai aljabar Clifford.[3]

Pada tahun 1898, Alexander McAulay menggunakan Ω dengan Ω2 = 0 untuk menghasilkan aljabar kuaternion ganda.[14] Namun, terminologi "oktonion" yang ia gunakan tidak bertahan karena oktonion saat ini merujuk pada aljabar yang berbeda.

Pada tahun 1891, Eduard Study menyadari bahwa aljabar asosiatif ini ideal untuk mendeskripsikan grup gerak dari ruang tiga dimensi. Ia lebih lanjut mengembangkan gagasan tersebut dalam Geometrie der Dynamen pada tahun 1901.[15] B. L. van der Waerden menyebut struktur tersebut sebagai "bikuaternion Study", satu dari tiga aljabar berdimensi delapan yang disebut sebagai bikuaternion.

Pada tahun 1895, matematikawan Rusia Aleksandr Kotelnikov mengembangkan vektor ganda dan kuaternion ganda untuk digunakan dalam studi mekanika.[16]

Rumus

Untuk mendeskripsikan operasi pada kuaternion ganda, ada baiknya untuk terlebih dahulu meninjau kuaternion.[17]

Sebuah kuaternion adalah kombinasi linear dari elemen-elemen basis 1, i, j, dan k. Aturan hasil kali Hamilton untuk i, j, dan k sering dituliskan sebagai

Hitung i ( i j k ) = −j k = −i, untuk mendapatkan j k = i, dan ( i j k ) k = −i j = −k atau i j = k. Sekarang karena j ( j k ) = j i = −k, kita melihat bahwa hasil kali ini menghasilkan i j = −j i, yang menghubungkan kuaternion dengan sifat-sifat determinan.

Cara yang praktis untuk bekerja dengan hasil kali kuaternion adalah dengan menuliskan sebuah kuaternion sebagai jumlah dari sebuah skalar dan sebuah vektor (secara lebih tepat, sebuah bivektor), yaitu A = a0 + A, di mana a0 adalah bilangan real dan A = A1 i + A2 j + A3 k adalah vektor tiga dimensi. Operasi titik dan silang vektor kini dapat digunakan untuk mendefinisikan hasil kali kuaternion dari A = a0 + A dan C = c0 + C sebagai

Kuaternion ganda biasanya dideskripsikan sebagai kuaternion dengan bilangan ganda sebagai koefisiennya. Sebuah bilangan ganda adalah pasangan terurut â = ( a, b ). Dua bilangan ganda dijumlahkan secara per komponen dan dikalikan berdasarkan aturan â ĉ = ( a, b ) ( c, d ) = (a c, a d + b c). Bilangan ganda sering dituliskan dalam bentuk â = a + εb, di mana ε adalah unit ganda yang komutatif dengan i, j, k dan memiliki sifat ε2 = 0.

Hasilnya adalah sebuah kuaternion ganda dapat dituliskan sebagai pasangan terurut dari kuaternion ( A, B ). Dua kuaternion ganda dijumlahkan secara per komponen dan dikalikan berdasarkan aturan,

Adalah praktis untuk menuliskan kuaternion ganda sebagai jumlah dari skalar ganda dan vektor ganda, Â = â0 + A, di mana â0 = ( a, b ) dan A = ( A, B ) adalah vektor ganda yang mendefinisikan sebuah ulir. Notasi ini memungkinkan kita untuk menuliskan hasil kali dua kuaternion ganda sebagai

Referensi

  1. ^ A.T. Yang, Application of Quaternion Algebra and Dual Numbers to the Analysis of Spatial Mechanisms, Ph.D thesis, Columbia University, 1963.
  2. ^ Valverde, Alfredo; Tsiotras, Panagiotis (2018). "Dual Quaternion Framework for Modeling of Spacecraft-Mounted Multibody Robotic Systems". Frontiers in Robotics and AI. 5 128. Bibcode:2018FrRAI...500128V. doi:10.3389/frobt.2018.00128. ISSN 2296-9144. PMC 7805728. PMID 33501006.
  3. ^ a b McCarthy, J. M. (1990). An Introduction to Theoretical Kinematics. MIT Press. hlm. 62–5. ISBN 9780262132527.
  4. ^ Kenwright, Ben. "Dual-Quaternions: From Classical Mechanics to Computer Graphics and Beyond" (PDF). Diakses tanggal December 24, 2022.
  5. ^ Figueredo, L.F.C.; Adorno, B.V.; Ishihara, J.Y.; Borges, G.A. (2013). "Robust kinematic control of manipulator robots using dual quaternion representation". 2013 IEEE International Conference on Robotics and Automation. hlm. 1949–1955. doi:10.1109/ICRA.2013.6630836. ISBN 978-1-4673-5643-5. S2CID 531000.
  6. ^ Vilhena Adorno, Bruno (2017). Robot Kinematic Modeling and Control Based on Dual Quaternion Algebra — Part I: Fundamentals.
  7. ^ A. Torsello, E. Rodolà and A. Albarelli, Multiview Registration via Graph Diffusion of Dual Quaternions, Proc. of the XXIV IEEE Conference on Computer Vision and Pattern Recognition, pp. 2441-2448, June 2011.
  8. ^ Li, Zijia; Schröcker, Hans-Peter; Skopenkov, Mikhail; Scharler, Daniel F. (2025-03-31). "Motion Polynomials Admitting Factorization with Linear Factors". SIAM Journal on Applied Algebra and Geometry (dalam bahasa Inggris). 9 (1): 186–210. arXiv:2209.02306. doi:10.1137/22M1520670. ISSN 2470-6566.
  9. ^ Huczala, D.; Siegele, J.; Thimm, D.; Pfurner, M.; Schröcker, H.-P. (2024). Rational Linkages: From Poses to 3D-printed Prototypes. Advances in Robot Kinematics 2024. arXiv:2403.00558.
  10. ^ W. R. Hamilton, "On quaternions, or on a new system of imaginaries in algebra", Phil. Mag. 18, installments July 1844 – April 1850, ed. by D. E. Wilkins (2000)
  11. ^ W. R. Hamilton, Elements of Quaternions, Longmans, Green & Co., London, 1866
  12. ^ W. K. Clifford, "Preliminary sketch of bi-quaternions, Proc. London Math. Soc. Vol. 4 (1873) pp. 381–395
  13. ^ W. K. Clifford, Mathematical Papers, (ed. R. Tucker), London: Macmillan, 1882.
  14. ^ Alexander McAulay (1898) Octonions: a development of Clifford's Biquaternions, link from Internet Archive
  15. ^ Eduard Study (1901) Geometrie der Dynamen, Teubner, Leipzig
  16. ^ A. P. Kotelnikov (1895) Screw calculus and some applications to geometry and mechanics, Annal. Imp. Univ. Kazan
  17. ^ O. Bottema and B. Roth, Theoretical Kinematics, North Holland Publ. Co., 1979

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya