Kuil Divus Augustus
Templum Divi Augusti | |
![]() | |
| Nama alternatif | Templum Augusti; Templum Novum |
|---|---|
| Lokasi | Regio VIII Forum Romanum, Roma, Italia |
| Jenis | Kuil Romawi |
| Sejarah | |
| Pendiri | Tiberius dan mungkin Livia; diselesaikan oleh Caligula |
| Didirikan | 14–37 M |
| Periode | Kekaisaran Romawi |
| Budaya | Romawi Kuno |
| Catatan situs | |
| Kondisi | Tidak tersisa di atas permukaan tanah |
| Akses umum | Tidak |
Kuil Divus Augustus, juga disebut Kuil Augustus (Templum Augusti) dan Kuil Baru (Templum Novum), adalah sebuah kuil Romawi di Roma yang dipersembahkan kepada Augustus, kaisar pertama Romawi, setelah ia didewakan oleh Senat Romawi pada 14 M. Kuil ini dibangun pada masa pemerintahan Tiberius dan diresmikan oleh Caligula pada Agustus 37 M.[1][2]
Kuil tersebut diperkirakan berdiri di antara Bukit Palatium dan Bukit Capitolium, di belakang Basilika Yulia, pada kawasan yang menurut tradisi dikaitkan dengan rumah yang pernah ditempati Augustus sebelum memasuki kehidupan publik. Meskipun demikian, letak, ukuran, dan denahnya secara pasti belum diketahui. Tidak ada reruntuhan yang dapat dilihat di atas permukaan tanah, dan kawasan yang diduga menjadi lokasinya belum pernah digali secara menyeluruh.[3][1]
Nama dan lokasi
Sumber Latin menyebut bangunan ini sebagai templum Augusti atau templum divi Augusti, yakni kuil Augustus yang telah didewakan. Martialis dan Suetonius juga menggunakan nama templum novum atau “Kuil Baru”. Nama terakhir telah tercatat dalam dokumen Fratres Arvales sebelum kuil tersebut diresmikan.[4]
Rekonstruksi topografi biasanya menempatkan kuil tersebut di wilayah administratif kuno Regio VIII Forum Romanum, pada sisi barat daya Forum Romawi. Lokasinya diperkirakan berada di belakang Basilika Yulia dan di antara lereng Palatium serta Capitolium. Namun, istilah dalam sumber kuno tidak cukup rinci untuk menetapkan titiknya secara pasti. Identifikasi bangunan tertentu di sekitar bekas rumah sakit Ospedale della Consolazione juga tetap bersifat hipotetis.[3][1]
Kuil ini tidak boleh disamakan dengan kuil Augustus di Nola, Campania, yang didirikan di tempat Augustus wafat, maupun dengan kuil-kuil kultus Augustus di provinsi-provinsi Romawi, seperti Kuil Augustus di Pula dan Kuil Augustus dan Roma di Ankara.
Sejarah
Pendirian dan pembangunan
Augustus wafat di Nola pada 19 Agustus 14 M. Senat kemudian menetapkan pendewaannya dan mengesahkan pembentukan kultus resmi bagi Divus Augustus. Pendirian kuil di Roma menjadi salah satu penghormatan utama kepada kaisar yang telah didewakan tersebut.[5][6]
Sumber kuno tidak sepenuhnya sepakat mengenai pihak yang membangun kuil. Sebagian tradisi menghubungkan pembangunan tersebut dengan Tiberius dan ibu kandungnya, Livia, yang merupakan janda Augustus dan pendeta perempuan bagi kultusnya. Sumber lain menempatkan tanggung jawab terutama pada Tiberius. Perbedaan tersebut membuat peran Livia sebagai pembangun bersama tetap menjadi bahan perdebatan.[1][7]
Pembangunan berlangsung hampir sepanjang pemerintahan Tiberius. Lamanya proses ini kadang-kadang ditafsirkan sebagai tanda keengganan Tiberius untuk menonjolkan kultus pendahulunya. Penafsiran lain menyatakan bahwa durasi tersebut lebih mungkin mencerminkan skala dan kerumitan proyek. Menurut sebuah tradisi, Tiberius berniat kembali ke Roma untuk meresmikan kuil, tetapi wafat di Misenum pada Maret 37 sebelum rencana tersebut terlaksana.[5][1]
Peresmian oleh Caligula
Suetonius menyebut Kuil Augustus sebagai salah satu proyek publik yang belum selesai pada masa Tiberius dan diselesaikan oleh Caligula.[8] Peresmiannya berlangsung pada dua hari terakhir bulan Agustus 37. Pemilihan waktu tersebut menghubungkan penghormatan kepada Augustus dengan hari ulang tahun Caligula pada 31 Agustus dan berakhirnya masa jabatan konsul pertamanya.[2][9]
Menurut Cassius Dio, upacara peresmian mencakup nyanyian pujian oleh anak-anak dari keluarga bangsawan, perjamuan bagi para senator dan rakyat, pertunjukan musik, serta pacuan kuda selama dua hari. Caligula juga mengadakan perburuan hewan dengan ratusan beruang dan hewan dari Afrika. Ia menunda persidangan dan menangguhkan masa berkabung agar masyarakat dapat menghadiri perayaan tersebut.[2] Kemegahan acara ini memperkuat klaim Caligula sebagai keturunan dan penerus dinasti Augustus.
Uang logam yang diterbitkan pada awal pemerintahan Caligula menampilkan dirinya sedang mempersembahkan kurban di depan bangunan bertiang yang diidentifikasi sebagai Kuil Divus Augustus. Bukti numismatik ini menjadi salah satu sumber utama untuk merekonstruksi rupa awal kuil, meskipun gambar pada uang logam tidak dapat dianggap sebagai denah arsitektur yang sepenuhnya presisi.[10]
Livia dan masa Claudius
Setelah naik takhta pada 41 M, Claudius mendewakan neneknya, Livia, dengan gelar Diva Augusta. Ia menempatkan patung Livia di Kuil Augustus dan menugaskan para Vestal untuk melaksanakan kurban bagi kultusnya.[11] Dengan demikian, tempat suci tersebut tidak lagi hanya berkaitan dengan kultus Augustus, tetapi juga menjadi monumen bagi pasangan pendiri dinasti Julio-Klaudian.
Sebuah kisah dalam Suetonius menyatakan bahwa Caligula membangun jembatan yang menghubungkan kompleks istana di Palatium dengan Capitolium dan melintasi Kuil Divus Augustus.[12] Keberadaan dan bentuk jembatan tersebut tidak dapat dibuktikan secara arkeologis sehingga sebagian sejarawan memperlakukannya dengan hati-hati.
Kerusakan dan pembangunan kembali
Sebuah aedes Caesarum atau tempat suci bagi para Caesar dilaporkan tersambar petir pada 69 M. Bangunan itu kadang-kadang diidentifikasi sebagai Kuil Divus Augustus, tetapi identifikasinya tidak pasti.[4]
Kuil tersebut umumnya dianggap rusak dalam kebakaran besar di Roma pada masa Titus dan kemudian dibangun kembali oleh Domitianus, kemungkinan pada 89 atau 90 M. Beberapa rekonstruksi menghubungkan kompleks yang dipugar itu dengan sebuah tempat suci bagi Minerva, dewi yang sangat dihormati Domitianus. Namun, hubungan langsung antara Kuil Divus Augustus dan tempat suci Minerva tersebut telah diperdebatkan karena bukti sastra serta epigrafisnya dapat ditafsirkan dengan cara berbeda.[13][14]
Dalam bentuk yang dikaitkan dengan masa Flavia, kompleks tersebut mungkin berfungsi sebagai monumen dinasti yang lebih luas bagi para kaisar yang telah didewakan. Akan tetapi, karena tidak ditemukan sisa bangunan yang dapat diteliti langsung, susunan patung dan ruang kultusnya tidak dapat dipastikan.
Pemugaran oleh Antoninus Pius
Bukti paling jelas mengenai pemugaran berikutnya berasal dari uang logam masa Antoninus Pius. Seri uang logam yang dicetak sekitar 158–159 M memuat legenda TEMPLVM DIVI AVG REST, yang menyatakan bahwa kuil Divus Augustus telah dipugar.[15] Pemugaran tersebut memungkinkan Antoninus menghubungkan pemerintahannya dengan Augustus sebagai model pendiri dan penguasa yang membawa stabilitas.
Gambar pada aureus, denarius, dan pecahan perunggu memperlihatkan kuil dengan delapan tiang pada fasadnya. Di dalam cella tampak dua patung duduk yang diidentifikasi sebagai Divus Augustus dan Diva Augusta atau Livia.[16] Penggambaran ini menunjukkan bahwa bentuk hasil pemugaran berbeda dari representasi kuil bertiang enam pada uang logam masa Caligula.
Kuil pada uang logam Antoninus memiliki tiang berkapitel Korintus, sebuah pedimen berhias, dan kuadriga di puncaknya. Figur di ujung atap umumnya ditafsirkan sebagai Romulus serta Aeneas yang membawa keluarganya keluar dari Troya, sehingga menghubungkan Augustus dengan dua tradisi asal-usul bangsa Romawi. Dua patung Victoria digambarkan mengapit tangga kuil.[16][17] Karena citra numismatik dapat menyederhanakan atau menggabungkan unsur simbolis, rincian tersebut tidak selalu mencerminkan proporsi bangunan sebenarnya.
Masa akhir
Catatan terakhir yang diketahui mengenai kegiatan kultus di kuil berasal dari 27 Mei 218 M dalam catatan Fratres Arvales.[1] Nasib bangunan sesudahnya tidak diketahui. Pada suatu masa setelah abad ke-3, kuil tersebut runtuh atau dibongkar dan bahan bangunannya kemungkinan digunakan kembali. Tidak ada bagian yang diketahui masih berdiri pada masa kini.
Arsitektur
Tidak ditemukannya reruntuhan menyebabkan pengetahuan mengenai arsitektur kuil hampir seluruhnya bergantung pada sumber sastra dan uang logam. Representasi masa Caligula biasanya ditafsirkan sebagai kuil heksastil, dengan enam tiang pada muka bangunan dan unsur Ionia. Bentuk hasil pemugaran Antoninus Pius digambarkan sebagai kuil oktastil dengan delapan tiang Korintus.[1][15]
Tidak diketahui apakah perubahan pada uang logam merekam pembangunan ulang yang menyeluruh, pembesaran fasad, atau hanya kebebasan artistik para pemahat cetakan uang. Oleh karena itu, ukuran podium, jumlah tiang pada sisi bangunan, orientasi pintu masuk, dan hubungan kuil dengan bangunan di sekitarnya tetap tidak dapat dipastikan.
Patung kultus Augustus menjadi pusat ruang dalam kuil. Setelah pendewaan Livia pada masa Claudius, patungnya ditempatkan bersama Augustus. Uang logam Antoninus Pius memperlihatkan kedua tokoh duduk berdampingan dalam cella, kemungkinan sebagai pasangan ilahi pendiri dinasti.[11][16]
Perpustakaan dan karya seni
Tiberius tampaknya mendirikan sebuah perpustakaan dalam atau di sekitar kompleks kuil. Sumber-sumber menyebutnya sebagai Bibliotheca Templi Novi atau Bibliotheca Templi Augusti. Perpustakaan tersebut merupakan salah satu perpustakaan umum pada masa awal kekaisaran, meskipun susunan bangunan dan koleksinya tidak diketahui.[18][4]
Plinius Tua mencatat bahwa Tiberius menempatkan lukisan Hyakinthos karya Nicias dari Athena di Kuil Augustus. Lukisan tersebut sebelumnya dibawa Augustus dari Aleksandria karena sangat dikaguminya.[19] Keterangan ini menunjukkan bahwa kuil juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan pameran karya seni yang dikaitkan dengan ingatan pribadi sang kaisar.
Arti keagamaan dan politik
Kuil Divus Augustus merupakan salah satu pusat utama kultus kekaisaran Romawi di ibu kota. Pendewaan Augustus memungkinkan penerusnya menghormati pendiri rezim kekaisaran tanpa harus secara terbuka menyembah kaisar yang masih hidup sebagai dewa di Roma. Kuil tersebut juga memperkuat kedudukan dinasti karena Tiberius, Caligula, dan Claudius dapat menampilkan diri sebagai kerabat serta penerus sah Augustus.[5]
Perubahan bangunan dari masa Julio-Klaudian hingga Antoninus Pius memperlihatkan bahwa ingatan terhadap Augustus terus digunakan oleh kaisar-kaisar kemudian. Restorasi kuil bukan hanya tindakan pemeliharaan arsitektur, tetapi juga sarana untuk menghubungkan pemerintahan yang sedang berlangsung dengan gagasan tentang stabilitas, kesinambungan, dan legitimasi yang diasosiasikan dengan Augustus.[1][15]
Lihat pula
- Augustus
- Kultus kekaisaran Romawi
- Kuil Divus Iulius
- Kuil Vespasianus dan Titus
- Kuil Antoninus dan Faustina
- Kuil Augustus, Pula
- Kuil Augustus dan Roma, Ankara
- Daftar kuil Romawi kuno
Referensi
- ^ a b c d e f g h Fishwick, Duncan (1992). "On the Temple of Divus Augustus". Phoenix. 46 (3): 232–255. JSTOR 1088694.
- ^ a b c Cassius Dio. "Roman History, Book 59" (dalam bahasa Inggris). LacusCurtius. 59.7. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
- ^ a b Claridge, Amanda (1998). Rome: An Oxford Archaeological Guide. Oxford: Oxford University Press. hlm. 90. ISBN 9780192880031.
- ^ a b c Platner, Samuel Ball; Ashby, Thomas (1929). "Templum Augusti". A Topographical Dictionary of Ancient Rome. London: Oxford University Press.
- ^ a b c Gradel, Ittai (2002). Emperor Worship and Roman Religion. Oxford Classical Monographs. Oxford: Clarendon Press. hlm. 336–337. ISBN 9780198152750.
- ^ Koortbojian, Michael (2013). The Divinization of Caesar and Augustus: Precedents, Consequences, Implications. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 9780521192156.
- ^ Kokkinos, Nikos (1992). Antonia Augusta: Portrait of a Great Roman Lady. Routledge. hlm. 96. ISBN 9780415080293.
- ^ Suetonius. "The Life of Caligula" (dalam bahasa Inggris). Lexundria. 21. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
- ^ Barrett, Anthony A. (1998). Caligula: The Corruption of Power. New Haven: Yale University Press. hlm. 89. ISBN 9780300074291.
- ^ "Sestertius depicting Pietas and Caligula sacrificing in front of the Temple of Divus Augustus" (dalam bahasa Inggris). Judaism and Rome. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
- ^ a b Cassius Dio. "Roman History, Book 60" (dalam bahasa Inggris). Lexundria. 60.5.2. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
- ^ Suetonius. "Life of Caligula" (dalam bahasa Inggris). LacusCurtius. 22.4. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
- ^ Jones, Brian W. (1992). The Emperor Domitian. London: Routledge. hlm. 91. ISBN 9780415042291.
- ^ Fishwick, Duncan (2008). "A Roman Poet Visits a Museum" (PDF). Hesperia. 77 (4): 635–648.
- ^ a b c "Coin depicting the restored Temple of Augustus and Livia" (dalam bahasa Inggris). British Museum. 158–159. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
- ^ a b c "RIC III Antoninus Pius 289C" (dalam bahasa Inggris). Online Coins of the Roman Empire, American Numismatic Society. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
- ^ Sear, David R. (2002). Roman Coins and Their Values. Vol. 2. London: Spink. ISBN 9781902040455.
- ^ Dix, T. Keith (2006). "Public Libraries in the City of Rome: From the Augustan Age to the Time of Diocletian". Mélanges de l'École française de Rome. Antiquité. 118 (2): 671–717.
- ^ Plinius Tua. "Natural History, Book 35" (dalam bahasa Inggris). Attalus. 35.131. Diakses tanggal 4 Agustus 2026.
Bacaan lebih lanjut
- Claridge, Amanda (2010). Rome: An Oxford Archaeological Guide (Edisi 2). Oxford: Oxford University Press. ISBN 9780199546831.
- Fishwick, Duncan (1992). "On the Temple of Divus Augustus". Phoenix. 46 (3): 232–255. JSTOR 1088694.
- Gradel, Ittai (2002). Emperor Worship and Roman Religion. Oxford: Clarendon Press. ISBN 9780198152750.
- Koortbojian, Michael (2013). The Divinization of Caesar and Augustus: Precedents, Consequences, Implications. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 9780521192156.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
