Kuluk Deragam


Kuluk deragam adalah salah satu jenis pakaian adat tradisional daerah Bengkulu. Dulunya kuluk deragam menjadi pakaian sehari-hari kaum wanita pada sore serta malam hari. Mereka biasa memakainya dalam suasana santai maupun saat ada upacara tertentu. Kuluk Deragam bisa digunakan oleh siapa saja tanpa memandang status sosialnya.[1][2]

Etimologi

Istilah "kuluk" dalam bahasa daerah Bengkulu bermakna pakaian penutup dada wanita yang sudah dewasa. Hal ini sesuai dengan fungsi kuluk deragam, yaitu pakaian sehari-hari kaum wanita yang digunakan sebagai penutup bagian dada.[1][2]

Motif

Bahan kuluk deragam adalah benang dari kapas dan ukurannya berkisar antara 140 cm sampai 170 cm dan lebar berkisar antara 45 cm sampai 60 cm. Kuluk deragam mempunyai 3 warna yaitu: warna merah, warna hitam, dan warna putih. Ketiga warna tersebut merupakan warna yang disenangi pada umumnya. Bentuk kuluk deragam hanya merupakan lembaran kain yang tidak bersarung. Pengguna kain membelitkan dan mengikatkan kain tersebut di bagian dada, sebagai pengganti fungsi baju pada jaman sekarang. Adapun motif kuluk deragam adalah kombinasi motif mato punai kandung lawaian dan motif apit pengandang. Motif mato punai kandung lawaian terletak di sisi lebar kain, sementara motif apit pengandang terletak di bagian sisi panjang kain.[1][3]

Mato punai kandung lawaian mempunyai 2 pengertian yaitu:

  • Mato Punai dalam arti mata burung punai. Jadi pengertian pertama adalah dari kata Mato Punai Kandung Lawaian adalah si pemakai harus bermata jeli dalam membedakan hal yang baik dan hal yang buruk dalam lingkaran kehidupannya sehari-hari.
  • Mato Punai dalam arti lainnya adalah bagian dari tumbuhnya pohon yang dikatakan 'lembaga'. Jadi dalam hal ini mato punai mempunyai arti suatu sumber kehidupan manusia. Sebagai arti kedua mato punai kandung lawaian adalah bagian tubuh si pemakai yang merupakan sumber kehidupan harus mendapat perhatian khusus dan dipelihara dengan memanfaatkan segala potensi yang ada dalam lingkungan kehidupan dia sendiri.[3]

Bahan dan Proses Pembuatan

Kuluk deragam terbuat dari kapas, kapas ini terdiri dari dua macam yaitu kapas kayu dan kapas akar. Untuk membuat benang yang lebih halus biasanya dibuat dari kapas kayu. Kapas kayu kualitasnya jauh lebih bagus dari kapas akar. Para perajin biasanya mengolah kapas tersebut secara tradisional. Setelah kapas dipetik langsung dijemur hingga kering, kemudian dipilih yang baik dengan yang buruk dan sekaligus memisahkan biji dan kotoran yang masih melekat pada kapas tersebut. Lalu kapas diolah hingga menjadi "luli" atau dibulatkan sebesar telunjuk sepanjang 20 cm sebagai persiapan untuk dipintal menjadi benang. Perajin melakukan proses pemintalan benang tersebut dengan cara tradisional dan mereka dapat membuat benang sesuai dengan keinginan mereka. Jika proses pembuatan benang sudah selesai, barulah perajin mulai menenun dengan peralatan pertenunan tradisional. Proses pembuatan kuluk deragam, tidak memakai suri, tapi dengan cara mendugan atau memadatkan. Hingga akhirnya menjadi selembar kain yang tebal, tahan atau berkualitas yang baik.[3]

Referensi

  1. ^ a b c "Kuluk Deragam » Budaya Indonesia". budaya-indonesia.org. Diakses tanggal 2025-06-17.
  2. ^ a b Umam. "Jenis Pakaian Adat Bengkulu dan Keunikannya". Diakses tanggal 2025-06-17.
  3. ^ a b c Nurdin, Drs. Parmi; Rani, M. Zein (1990). Pakaian Adat Tradisional Daerah Bengkulu (PDF). Bandung: DIREKTORAT SEJARAH DAN NILAI TRADISIONAL, DIREKTORAT JENDERAL KEBUDAYAAN, DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN. hlm. 50–53. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya