Lacak arah

College Wayfinding

Lacak arah (atau pencarian jalan ) mencakup semua cara manusia (dan hewan) mengorientasikan diri mereka dalam ruang fisik dan bernavigasi dari satu tempat ke tempat lain. Perangkat lunak lacak arah adalah program komputer swalayan yang membantu pengguna menemukan lokasi, biasanya digunakan di dalam ruangan dan diinstal pada kios interaktif atau ponsel pintar.

Proses dasar

Proses dasar lacak arah melibatkan empat tahap:

  1. Orientasi adalah upaya untuk menentukan lokasi seseorang, dalam kaitannya dengan objek yang mungkin berada di dekatnya dan tujuan yang diinginkan.
  2. Pemutusan rute adalah pemilihan arah menuju tujuan.
  3. Pemantauan rute adalah pengecekan untuk memastikan bahwa rute yang dipilih mengarah ke tujuan.
  4. Pengenalan tujuan adalah ketika tujuan tersebut dikenali.[1]

Penggunaan historis

Secara historis, lacak arah mengacu pada teknik yang digunakan oleh para pelancong melalui darat dan laut untuk menemukan rute yang relatif tidak bertanda dan sering kali diberi label yang salah. Hal ini termasuk tetapi tidak terbatas pada perhitungan mati, peta dan kompas, penentuan posisi astronomi dan, yang terbaru, penentuan posisi global.

Pandu arah Polinesia mengacu pada penggunaan metode lacak arah dan navigasi tradisional oleh masyarakat adat Polinesia .[2] Penduduk Polinesia dan Kepulauan Pasifik kuno menguasai metode lacak arah untuk menjelajahi dan menetap di pulau-pulau di Pasifik, banyak yang menggunakan perangkat seperti peta tongkat Kepulauan Marshall. Dengan keterampilan tersebut, beberapa dari mereka bahkan mampu mengarungi lautan dan juga mampu mengarungi daratannya sendiri. Meskipun berada di laut dalam jangka waktu yang lama sangatlah berbahaya, lacak arah adalah salah satu cara hidup.[3] Saat ini, The Polynesian Voyaging Society mencoba cara navigasi tradisional Polinesia.

Referensi

  1. ^ Lidwell, William; Holden, Kritina; Butler, Jill (2010). "Wayfinding". The Pocket Universal Principles of Design: 125 Ways to Enhance Usability, Influence Perception, Increase Appeal, Make Better Design Decisions, and Teach through Design. Rockport Publishers. hlm. 260. ISBN 9781610580656 – via Google Books.
  2. ^ "Modern Wayfinding". Polynesian Voyaging Society. Diakses tanggal January 25, 2021.
  3. ^ Lin, Daniel (March 3, 2014). "Hōkūle'a: The Art of Wayfinding (Interview With a Master Navigator)". National Geographic. Diakses tanggal January 25, 2021.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya