Laut menurut Islam

Laut menurut Islam adalah salah satu ciptaan Allah. Penciptaan laut menurut Islam sebagai tempat mencari rezeki dan bersyukur kepada Allah atas perolehan bahan makanan berupa daging ikan, air minum, perhiasan dan untuk pelayaran. Selain itu, laut menurut Islam menjadi salah satu sarana pengisahan azab kepada penguasa yang zalim seperti kisah penenggalaman Fir'aun saat pengejaran terhadap Bani Israil yang dipimpin oleh Musa sebagai nabi yang kaumnya terzalimi. Dalam Surah Ar-Rahman ayat 19–21 disebutkan bahwa Allah telah menetapkan batas yang tidak dapat dilampaui oleh dua laut yang saling bertemu.

Kekuatan dan pengisahan

Dalam Surah Al-Isra' ayat 67 dinyatakan bahwa laut dapat menimbulkan bahaya bagi manusia. Ayat tersebut menyatakan pula bahwa bahaya yang ditimbulkan oleh laut bagi manusia sering tidak terjadi akibat adanya pertolongan Allah tetapi manusia tidak selalu berterima kasih setelah diselamatkan ke daratan.[1]

Dalam ajaran Islam, penenggelaman Fir'aun menggunakan air laut merupakan salah satu kisah mukjizat dari Musa sebagai nabi dalam Islam. Kisah penenggelaman ini berkaitan dengan pelarian Musa dan kaumnya yang beriman dari kejaran Fir'aun dan pasukannya. Musa dikisahkan melakukan pembelahan laut menggunakan tongkat miliknya untuk melewati lautan dan selamat dari kejaran Fir'aun.[2] Setelah Musa memukulkan tongkatnya, lautan terbelah dan menghasilkan daratan rendah yang membuat Musa beserta Bani Israil dapat melewati lautan. Ayat yang mengisahkan tentang pembelahan laut melalui tongkat Musa adalah ayat ke-63 dalam Surah Asy-Syu'ara.[3]

Sementara itu, Fir'aun dan pasukannya yang mengejar Musa dan Bani Israil di tengah lautan yang terbelah ditenggelamkan oleh air laut ketika berada di tengah-tengah laut.[2] Ayat yang menjelaskan kondisi penenggelaman Fir'aun dan pasukannya adalah Surah Ad-Dukhan ayat ke-24.[3] Dalam ajaran Islam diyakini bahwa jasad Fir'aun yang telah tenggelam diselamatkan oleh Allah dari kerusakan oleh air laut. Keyakinan ini berdasarkan kepada pernyataan Allah dalam Surah Yunus ayat ke-92. Dalam ayat tersebut, jasad tersebut diselamatkan untuk dijadikan sebagai salah satu tanda kekuasaan Allah. Seorang dokter berkebangsaan Prancis yang bernama Maurice Bucaille telah menyatakan bahwa mayat Fir'aun yang ditemukan dalam keadaan utuh memang pernah tenggelam di air laut. Fakta penenggelamannya yaitu ditemukan bekas-bekas kandungan garam laut pada jasadnya.[4]

Manfaat

Manfaat dari laut disebutkan dalam Al-Qur'an pada Surah An-Nahl ayat 14 dan Surah Fatir ayat 12. Pada Surah An-Nahl ayat 14 dinyatakan bahwa Allah menciptakan laut agar manusia dapat memakan daging ikan yang segar, memperoleh perhiasan dan mampu berlayar untuk mencari rezeki dan bersyukur kepada Allah.[5] Sedangkan pada Surah Fatir ayat 12 dinyatakan bahwa Allah menciptakan dua jenis laut yaitu laut yang mengandung air tawar yang segar dan dapat diminum oleh manusia, dan laut yang mengandung air asin yang rasanya pahit. Laut dengan air tawar maupun air asin diciptakan oleh Allah untuk menyediakan daging yang segar yang dapat dimakan oleh manusia melalui makhluk yang hidup di dalamnya. Selain itu, ayat ini menjelaskan bahwa baik laut dengan air tawar dan laut air asin juga menjadi tempat manusia memperoleh perhiasan untuk dikenakan serta sebagai sarana bagi pelayaran kapal untuk manusia mencari rezeki dalam Islam.[6]

Fenomena

Batas antara lautan

Dalam Surah Ar-Rahman ayat 19–21 disebutkan bahwa Allah telah menetapkan batas yang tidak dapat dilampaui oleh dua laut yang saling bertemu.[7] Batas antara dua lautan ini disebut barzakh dalam ayat tersebut. Dalam pencitraan digital secara termal, batas antara dua laut tampak dengan bentuk garis tipis berwarna putih.[8]

Referensi

Catatan kaki

  1. ^ Ahmad 2018, hlm. 26.
  2. ^ a b Abu Muslim (1989). 1001 Hal yang Paling Sering Ditanyakan tentang Islam. Jakarta: Penerbit Kahlil. hlm. 14. ISBN 978-979-22-8699-1. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ^ a b Ath-Thahir 2008, hlm. 503.
  4. ^ Az-Zandani, Abdul Majid (2016). Ensiklopedi Iman. Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar. hlm. 133. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ^ Ahmad 2023, hlm. 18.
  6. ^ Ath-Thahir 2008, hlm. 11.
  7. ^ Ahmad 2023, hlm. 19.
  8. ^ Ahmad 2018, hlm. 14.

Daftar pustaka

  • Ahmad, Yusuf Al-Hajj (April 2018). Pramudya, Firman (ed.). Mukjizat Ilmiah di Lautan dan Dunia Binatang [Al-I'jaz al-Ilmi fi al-Bihar wa al-Hayawan]. Diterjemahkan oleh Miranda, Putri Aria. Solo: Aqwam. ISBN 978-979-039-364-6. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • Ahmad, Yusuf Al-Hajj (Juni 2023). Pramudya, Firman (ed.). Mukjizat Al-Qur'an yang Tak Terbantahkan [Al-Mu'jizah al-Qur'aniyyah 'ala al-Mu'jizah al-Hissiyah]. Diterjemahkan oleh Zulhamid dan Miranda, P. A. Solo: Aqwam. ISBN 978-979-039-368-4. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • Ath-Thahir, Hamid Ahmad (2008). Kisah-kisah dalam Al-Qur'an (PDF). Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar. ISBN 978-979-592-459-3. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya