Ledakan paus
Telah terjadi beberapa kasus bangkai paus yang meledak (Inggris: exploding whale) akibat penumpukan gas dalam proses dekomposisi. Hal ini dapat terjadi ketika seekor paus terdampar di pantai. Bahan peledak sungguhan juga telah digunakan untuk membantu pembuangan bangkai paus, biasanya setelah menarik bangkai ke laut, dan sebagai bagian dari upaya pembersihan pantai.[1] Hal ini dilaporkan sejak tahun 1928, ketika upaya untuk mengawetkan bangkai gagal karena penggunaan bahan kimia yang tidak tepat.
Kasus paus meledak yang banyak diberitakan terjadi di Florence, Oregon, pada bulan November 1970, ketika Divisi Jalan Raya Oregon (sekarang Departemen Perhubungan Oregon) meledakkan seekor paus sperma yang membusuk dengan dinamit dalam upaya membuang bangkainya yang membusuk. Ledakan itu melemparkan daging paus sekitar 800 kaki (240 meter) jauhnya, dan baunya bertahan untuk beberapa saat. Komedian Amerika Dave Barry menulis tentang hal itu di kolom surat kabarnya pada tahun 1990 setelah menonton rekaman televisi ledakan tersebut, dan kemudian rekaman yang sama dari stasiun berita KATU beredar di Internet. Kejadian itu juga diparodikan dalam film Amerika tahun 2007 Reno 911!: Miami, film Australia tahun 2018 Swinging Safari, dan episode The Simpsons tahun 2010, "The Squirt and the Whale". Kejadian itu kemudian mendapat penghormatan oleh Eugene Emeralds dari Minor League Baseball pada tahun 2023.[2]
Contoh kasus bangkai paus yang meledak secara spontan terjadi di Taiwan pada tahun 2004, ketika penumpukan gas di dalam tubuh paus sperma yang sedang membusuk menyebabkannya meledak di daerah perkotaan yang padat saat sedang diangkut untuk pemeriksaan nekropsi. Kasus-kasus lain, baik alami maupun buatan, juga telah dilaporkan di Kanada, Afrika Selatan, Islandia, Australia, Denmark, dan Inggris. Ledakan buatan juga telah diberlakukan oleh pemerintah, dan disetujui oleh Komisi Perpausan Internasional dalam situasi darurat. Namun, hal ini juga dikritik karena baunya yang bertahan lama.[1]
Amerika Serikat
Paus Florence
Pada 9 November 1970,[3] seekor paus sperma sepanjang 14 m (45 ft) terdampar di pantai Florence di Pantai Oregon bagian tengah.[4][5] Berat bangkainya diperkirakan mencapai 7.300 kg (8 ton pendek; 16.000 pon).[6] Pada saat itu, pantai Oregon berada di bawah yurisdiksi Divisi Jalan Raya negara bagian, yang, setelah berkonsultasi dengan Angkatan Laut Amerika Serikat, memutuskan untuk memindahkan paus tersebut menggunakan dinamit – dengan asumsi potongan-potongan yang dihasilkan cukup kecil untuk dimakan oleh hewan pemakan bangkai.
George Thornton, insinyur yang bertanggung jawab atas operasi tersebut, mengatakan kepada seorang pewawancara bahwa ia tidak yakin berapa banyak dinamit yang dibutuhkan, dan mengatakan bahwa ia dipilih untuk memindahkan paus tersebut karena atasannya sedang berburu. Muatan 450 kg (setengah ton pendek) dinamit ditetapkan.[7][8] Seorang veteran militer dengan pelatihan bahan peledak yang kebetulan berada di daerah tersebut memperingatkan bahwa dua puluh kotak dinamit yang direncanakan terlalu banyak, dan 20 batang (3,8 kg atau 8,4 lb) dinamit dianggap sudah cukup,[9] tetapi nasihatnya tidak diindahkan.[4]
Dinamit tersebut diledakkan pada tanggal 12 November pukul 15.45.[3] Seorang juru kamera, Doug Brazil, memfilmkannya untuk sebuah cerita oleh reporter berita Paul Linnman dari KATU-TV di Portland, Oregon. Dalam sulih suaranya, Linnman berkelakar bahwa "land-lubber newsmen" (wartawan daratan) menjadi "'land-blubber newsmen' (wartawan penuh "lemak") [...] karena ledakan itu melontarkan lemak paus melampaui batas-batas yang bisa dipercaya".[7] Ledakan itu menyebabkan potongan-potongan besar lemak paus jatuh di dekat gedung-gedung dan di tempat parkir yang agak jauh dari pantai. Hanya sebagian paus yang hancur; sebagian besar tetap berada di pantai untuk dibersihkan oleh pekerja Divisi Jalan Raya Oregon. Dalam laporannya, Linnman juga mencatat bahwa burung pemakan bangkai, yang diharapkan akan memakan sisa-sisa bangkai paus setelah ledakan, tidak muncul karena mereka mungkin ketakutan oleh suara tersebut.
Beberapa hari sebelum ledakan, seorang ahli bahan peledak lokal membeli sebuah mobil baru dalam promosi "Get a Whale of a Deal". Mobil tersebut rusak akibat serpihan lemak yang jatuh.[4]
Mengakhiri ceritanya, Linnman mencatat bahwa "Dapat disimpulkan bahwa, jika seekor paus terdampar lagi di Lane County, mereka yang bertanggung jawab tidak hanya akan mengingat apa saja yang perlu dilakukan, tetapi juga apa saja yang tidak perlu dilakukan." Ketika 41 paus sperma terdampar di dekat lokasi kejadian pada tahun 1979, petugas taman negara bagian membakar dan mengubur mereka.[10]
Pada hari yang sama, Thornton mengatakan kepada Eugene Register-Guard, "Semuanya berjalan sesuai rencana. [...] Hanya saja, ledakannya justru membuat lubang di pasir tepat di bawah paus, dan beberapa bongkahan dagingnya kemudian terlempar kembali ke arah para penonton dan mobil mereka."[11]
Beberapa bulan setelah insiden tersebut, Thornton dipromosikan ke kantor Medford dan bertugas di posisi itu hingga pensiun. Ketika Linnman menghubunginya pada pertengahan 1990-an, sang reporter mengatakan bahwa Thornton merasa operasi itu secara keseluruhan berhasil, tetapi diubah menjadi bencana humas oleh pemberitaan media yang memojokkan.[12]
Siuslaw Pioneer Museum menyimpan fragmen tulang paus yang meledak di Florence, yang disebut "momen paling terkenal di Florence" oleh pers lokal.[13] Saat ini, kebijakan Departemen Taman Negara Bagian Oregon adalah mengubur bangkai paus di tempat mereka terdampar. Jika pasirnya tidak cukup dalam, mereka akan dipindahkan ke pantai lain.[14]
Kembali populer
Kisah ini kembali mendapat perhatian publik yang luas berkat penulis Dave Barry dalam kolomnya di Miami Herald pada 20 Mei 1990, ketika ia menulis bahwa ia memiliki rekaman video dari peristiwa tersebut. Barry menulis: "Di sini, di institut, kami sering menontonnya, terutama di pesta-pesta." Beberapa waktu kemudian, Divisi Jalan Raya Negara Bagian Oregon mulai menerima telepon dari media setelah versi ringkas artikel tersebut tersebar di forum-forum daring (bulletin boards) dengan judul "The Far Side Comes to Life in Oregon" (The Far Side Menjadi Hidup di Oregon). Salinan artikel Barry yang tidak mencantumkan sumber itu tidak menjelaskan bahwa peristiwanya telah terjadi sekitar 25 tahun sebelumnya. Barry kemudian bercerita bahwa, cukup sering, seseorang akan mengirim ulang kolom tulisannya sendiri kepadanya dan menyarankan agar ia menulis tentang insiden tersebut.[15] Akibat tidak adanya informasi-informasi ini, sebuah artikel di buletin TranScript milik ODOT (Departemen Transportasi Oregon) mencatat bahwa:
Kami mulai menerima telepon dari reporter-reporter penasaran di seluruh negeri tepat setelah berita di forum daring itu muncul," kata Ed Schoaps, koordinator humas untuk Departemen Transportasi Oregon. "Mereka mengira pausnya baru saja terdampar, dan sedang bersemangat meliput kesalahan konyol pemerintah terkait paus tersebut. Mereka kecewa karena ternyata cerita itu sudah berdebu selama dua puluh lima tahun."
Schoaps telah meladeni telepon dari para reporter dan orang-orang yang sekadar penasaran dari Oregon, San Francisco, Washington, D.C., dan Massachusetts. The Wall Street Journal menelepon, dan majalah Governing yang berbasis di Washington, D.C. meliput legenda abadi tentang paus yang terdampar itu di edisi bulan Juni-nya. Dan telepon terus berdering. "Saya rutin menerima telepon terkait kisah ini," kata Schoaps. Teleponnya telah menjadi hotline lemak paus untuk ODOT, tambahnya. "Saya heran orang-orang masih saja menelepon terkait kisah ini setelah hampir dua puluh lima tahun."[8]
Rekaman KATU itu kemudian muncul kembali sebagai fail video di beberapa situs web dan menjadi video viral.[16] Sebuah studi pada tahun 2006 menemukan bahwa video tersebut telah ditonton 350 juta kali di berbagai situs web.[17] Pada tahun 2020, penduduk Florence melakukan pemungutan suara untuk menamai sebuah area rekreasi baru sebagai "Exploding Whale Memorial Park" (Taman Peringatan Paus Meledak) untuk mengenang insiden tersebut;[18] di sana juga terdapat sebuah plakat peringatan.[1] Untuk peringatan 50 tahun peristiwa itu, KATU mengambil rekaman asli 16 mm dari arsip mereka, dan merilis edisi remaster dari laporan berita tersebut dalam resolusi 4K.[19] Untuk turut memperingati hari jadi itu, para warga setempat dilaporkan mengunjungi pantai dan berpakaian seperti paus.[1]
Florence merayakan Exploding Whale Day (Hari Paus Meledak) setiap tahun di Exploding Whale Memorial Park (Taman Peringatan Paus Meledak). Pada tahun 2024, masyarakat diundang untuk membangun altar bagi paus yang meledak tersebut.[20]
Taiwan
Insiden ledakan paus lainnya terjadi pada 29 Januari 2004, di Kota Tainan, Taiwan.[21] Kali ini, ledakan tersebut diakibatkan oleh penumpukan gas di dalam bangkai paus sperma yang sedang membusuk, yang menyebabkannya meledak. Penyebab fenomena ini awalnya tidak diketahui karena terjadi di area tulang punggung paus, bukan di bagian perutnya seperti yang diperkirakan. Belakangan diketahui bahwa paus tersebut kemungkinan besar tertabrak oleh sebuah kapal kargo besar, yang merusak tulang punggungnya, melemahkan area tersebut, dan menyebabkan kematiannya. Paus itu mati setelah terdampar di pesisir barat daya Taiwan, dan butuh tiga derek besar serta 50 pekerja selama lebih dari 13 jam untuk memindahkan bangkai paus tersebut ke atas sebuah truk.
Taiwan News melaporkan bahwa, saat paus itu sedang dipindahkan, "kerumunan besar yang terdiri dari lebih dari 600 penduduk lokal Yunlin dan warga yang penasaran, bersama para pedagang makanan ringan dan minuman panas, menerjang suhu dingin dan angin kencang untuk menyaksikan para pekerja mencoba mengangkut raksasa laut yang mati itu".[22] Profesor Wang Chien-ping telah memerintahkan agar paus itu dipindahkan ke Cagar Alam Sutsao setelah ia tidak mendapat izin untuk melakukan nekropsi di Universitas Nasional Cheng Kung di Tainan. Saat meledak, bangkai paus itu berada di atas sebuah truk di dekat pusat kota Tainan, dalam perjalanan dari laboratorium universitas menuju cagar alam tersebut. Ledakan paus itu menyemburkan darah dan isi perut ke bagian depan toko-toko, orang-orang di sekitar, dan mobil-mobil di dekatnya.[23] Meski begitu, ledakan itu tidak menyebabkan cedera atau menghalangi para peneliti untuk melakukan nekropsi pada hewan tersebut.[24]
Selama sekitar satu tahun, Wang menyelesaikan pameran tulang dari sisa-sisa paus tersebut. Spesimen yang telah dirakit dan beberapa organ serta jaringan yang diawetkan telah dipamerkan di Museum Cetacea Taijiang sejak 8 April 2005.[25]
Kejadian lainnya
- Pada tahun 1928, pengusaha Harold L. Anfenger dan MC Hutton secara tidak sengaja meledakkan bangkai paus yang mereka coba awetkan untuk pertunjukan sampingan (sideshow) ketika pembalsam yang mereka sewa salah memperkirakan keseimbangan garam dan formaldehida yang diperlukan untuk mengawetkan spesimen tersebut.[26]
- Bangkai paus biasanya dibuang menggunakan bahan peledak; namun, paus-paus tersebut biasanya terlebih dahulu ditarik ke laut. Peledakan yang disetujui pemerintah telah terjadi di Afrika Selatan, Islandia, dan Australia.[27][28]
- Sejumlah ledakan terkendali telah dilakukan di Afrika Selatan. Bahan peledak digunakan untuk membunuh seekor paus bungkuk yang terdampar 40 km (25 mil) di sebelah barat Port Elizabeth pada tanggal 6 Agustus 2001,[29] sementara seekor paus sikat selatan yang terdampar di dekat Cape Town pada tanggal 15 September 2005 dibunuh oleh pihak berwenang melalui peledakan. Dalam kasus terakhir, pihak berwenang menyatakan bahwa paus itu tidak dapat diselamatkan, dan penggunaan bahan peledak dalam kasus seperti itu direkomendasikan oleh Komisi Perpausan Internasional.[30] Beberapa minggu setelah ledakan Port Elizabeth, bangkai paus bungkuk kedua diseret ke laut dan bahan peledak digunakan untuk memecahnya menjadi beberapa bagian agar tidak membahayakan pelayaran.[31] Ledakan lain terjadi di Teluk Bonza pada tanggal 20 September 2004, ketika seekor paus bungkuk dewasa mati setelah terdampar. Untuk menenggelamkan paus itu, pihak berwenang menariknya ke laut, memasang bahan peledak padanya, dan meledakkannya dari kejauhan.[32]
- Bangkai paus yang terombang-ambing di pelabuhan Hafnarfjörður, Islandia, terbelah dua akibat ledakan terkendali pada tanggal 5 Juni 2005. Sisa-sisa tubuhnya diseret ke laut; tetapi, mereka segera hanyut kembali, dan akhirnya harus diikat.[27]
- Pada tanggal 2 September 2010, seekor paus bungkuk berukuran 95 m (311,7 kaki) yang terdampar selama dua minggu di dekat kota Albany, Australia Barat, dibunuh oleh Departemen Lingkungan Hidup dan Konservasi dengan menggunakan bahan peledak.[28][33] Departemen tersebut berencana membiarkan paus tersebut mati secara alami, tetapi memutuskan untuk membunuh hewan tersebut dengan bahan peledak setelah ia kembali ke posisinya di gundukan pasir.[28]
- Bangkai paus sperma meledak di Við Áir, Kepulauan Faroe, pada 26 November 2013, ketika tindakan diambil untuk mencegah ledakan yang lebih besar dengan melubangi kulitnya. Rekaman kejadian tersebut ditayangkan di Kringvarp Føroya, stasiun penyiaran nasional Faroe.[34]
- Pada bulan April 2014, pejabat di Trout River, Newfoundland dan Labrador, Kanada, menyatakan kekhawatiran bahwa bangkai paus biru yang terdampar di pantai mungkin akan meledak, karena ukurannya telah membesar dua kali lipat dari ukuran normal akibat terperangkap gas.[35]
- Salah satu dari tiga paus sperma yang mati setelah terdampar di pesisir Lincolnshire dekat Skegness, Inggris Raya, pada Januari 2016, meledak akibat penumpukan gas di bangkainya, setelah seorang ahli biologi kelautan memotongnya saat mencoba melakukan nekropsi (bedah mayat hewan). Ledakan tersebut menyebabkan "semburan udara yang sangat besar".[36]
Lihat juga
Referensi
- ^ a b c d colliek2 (Februari 2022). "The Case of the Exploding Whale « Extension's Sustainable Tourism Blog" (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal 27 Mei 2022. Diakses tanggal 2022-04-14. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ^ "Emeralds Announce "Exploding Whale" Alternate Identity". MiLB.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-05-08.
- ^ a b Tomlinson, Stuart (31 Oktober 2013) [tanggal daring 30 Oktober]. "The man behind Oregon's exploding whale dies at 84". The Oregonian. hlm. A1, A4. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 Maret 2017. Diakses tanggal 28 Februari 2017.
- ^ a b c John, Finn J. D. (2 Juli 2009). "The truth about the legendary exploding whale of Florence, Oregon". Offbeatoregon.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 Agustus 2014. Diakses tanggal 17 Juli 2013.
- ^ Linnman, Paul and Doug Brazil, Chapter 7. Linnman contacted Dr. Bruce Mate, a marine biologist at the Hatfield Marine Science Center in Newport who was there that day. Dr. Mate says that it was not a gray whale, but was in fact a sperm whale.
- ^ "Road Crews to Blow Up Whale Near Florence". Statesman Journal. Salem, Oregon. AP. 12 November 1970. hlm. 1. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 November 2020. Diakses tanggal 12 November 2020 – via newspapers.com.
- ^ a b Paul Linnman. "Annotated transcript of the video". transcribed by Hackstadt, J.; Hackstadt, S. KATU-TV. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 Februari 2006. Diakses tanggal 17 Juli 2013.
- ^ a b Mikkelson, Barbara; Mikkelson, David P. (19 Maret 2000). "Thar She Blows!". Critter Country. snopes.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 Maret 2020. Diakses tanggal 17 Juli 2013.
- ^ "Austin Powder Guide, Dynamite series page 2" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 21 Maret 2012. Diakses tanggal 9 Juni 2012.
- ^ "Son of Blubber". Oregon Department of Transportation employee newspaper (transcript). Juli 1994. Diarsipkan dari asli tanggal 17 Juli 2011. Diakses tanggal 8 Januari 2007.
- ^ Larry Brown (13 November 1970). "When they blow up a whale they really blow it up!". The Eugene Register-Guard.
- ^ Paul Linnman (2003). The Exploding Whale: And Other Remarkable Stories from the Evening News. photographed by Doug Brazil. West Winds Press. ISBN 978-1-55868-743-1.
- ^ Duvernay, Adam. "Fifty years later, Florence embraces the tale of the exploding whale". Statesman Journal (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-11-02.
- ^ "Workers Bury Dead Whale on Oregon Beach". KPTV. 9 Maret 2009. Diarsipkan dari asli tanggal 15 Juni 2009. Diakses tanggal 9 Maret 2009.
- ^ Barry, Dave (1996). Dave Barry in Cyberspace. New York City: Ballantine Books. hlm. 164–165. ISBN 978-0-517-59575-6. OCLC 34943209.
- ^ Hackstadt, Steven. "The Evidence". TheExplodingWhale.com. Diarsipkan dari asli tanggal 9 November 2013. Diakses tanggal 17 November 2013.
- ^ "Star Wars Kid is top viral video". BBC News. 27 November 2006. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 Maret 2011. Diakses tanggal 17 Juli 2013.
- ^ Pietsch, Bryan (20 Juni 2020). "'Exploding Whale' Park Memorializes Blubber Blast 50 Years Later". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 Juni 2020. Diakses tanggal 20 Juni 2020.
- ^ "The Exploding Whale remastered: 50th anniversary of legendary Oregon event". KATU. 12 November 2020. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 November 2020. Diakses tanggal 12 November 2020.
- ^ "Exploding Whale Day now a full-fledged holiday on the Oregon coast. Here's how to celebrate". Oregon Live. 7 November 2024. Diakses tanggal 7 November 2024.
- ^ Parfitt, Troy (2008). Notes from the Other China: Adventures in Asia. New York: Algora Publishing. hlm. 44. ISBN 978-0875865836.
- ^ Pan, Jason (27 Januari 2004). "Sperm whale explodes in Tainan City". eTaiwan News.
- ^ "Whale explodes in Taiwanese city". BBC News. 29 Januari 2004. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 Agustus 2014. Diakses tanggal 10 Desember 2016.
- ^ "Taiwanese Whale Explosion ... Literally". Weird Asia News. 22 Mei 2009. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 Maret 2017. Diakses tanggal 10 Maret 2017.
- ^ Gibson, Matt (3 Agustus 2008). "The Tale of the Exploding Whale". XPATMATT. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 Maret 2017. Diakses tanggal 10 Maret 2017.
- ^ Pyne, Lydia (2019). Genuine Fakes: How Phony Things Teach Us About Real Stuff. London: Bloomsbury Sigma. hlm. 181–182. ISBN 978-1-4729-6183-9. OCLC 1079865992.
- ^ a b "Hvalhræ dregið út á haf og síðan aftur upp í fjöru" [Whale pulled out to sea and then back up the beach]. mbl.is (dalam bahasa Islandia). 5 Juni 2005. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 Januari 2008. Diakses tanggal 17 Juli 2013.
- ^ a b c "Explosive end for sick whale". ABC News. 2 September 2010. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 Desember 2013. Diakses tanggal 17 Juli 2013.
- ^ Byelo, Timofei (8 Agustus 2001). "Explosives Used To Blow Up Whale in South Africa". Pravda.ru. Diarsipkan dari asli tanggal 28 November 2004. Diakses tanggal 6 Juni 2005.
- ^ "Beached whale killed with explosives". The Sydney Morning Herald. 15 September 2005. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Oktober 2012. Diakses tanggal 17 Juli 2013.
- ^ "Stranded humpback dies". Dispatchonline. 22 Agustus 2001. Diarsipkan dari asli tanggal 11 Juli 2010. Diakses tanggal 8 Januari 2007.
- ^ "Beached whale towed, blown up at sea". SABCnews. 20 September 2004. Diarsipkan dari asli tanggal 11 Januari 2008. Diakses tanggal 8 Januari 2007.
- ^ "Stranded whale to be blown up in harbour". ABC News. 2 September 2010. Diarsipkan dari asli tanggal 14 Februari 2011. Diakses tanggal 17 Juli 2013.
- ^ "Hvalurin brestur við Áir" [The whale breaks at Áir]. Kringvarp Føroya (dalam bahasa Islandia). 26 November 2013. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 November 2013. Diakses tanggal 26 November 2013.
- ^ "Dead blue whale 'might explode' in Newfoundland town". BBC News. 29 April 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 April 2014. Diakses tanggal 29 April 2014.
- ^ "Whale 'explodes' on Skegness beach as coastguard investigate fifth sighting". The Independent. 25 Januari 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Januari 2016. Diakses tanggal 25 Januari 2016.
Bacaan lanjutan
- Barry, Dave (1991). Dave Barry Talks Back. New York City: Three Rivers Press. hlm. 21–24. ISBN 978-0-517-58868-0. OCLC 23741203.
- Jennings, Paul (1995). Uncanny!: Even More Surprising Stories. New York City: Puffin Books. ISBN 978-0-14-037576-3. OCLC 33954695.
- Linnman, Paul; Brazil, Doug (2003). The Exploding Whale: And Other Remarkable Stories from the Evening News. Portland, Oregon: WestWinds Press. ISBN 978-1-55868-743-1. OCLC 52948932.
- O'Brian, Patrick (1937). Herbert, Herbert (ed.). Two's Company in The Oxford Annual for Boys. London, England: Oxford University Press. hlm. 5–18.
- Reisdorf, Achim G.; Bux, Roman; Wyler, Daniel; Benecke, Mark; Klug, Christian; Maisch, Michael W.; Fornaro, Peter; Wetzel, Andreas (2012). "Float, explode or sink: post-mortem fate of lung-breathing marine vertebrates" (PDF). Palaeobiodiversity and Palaeoenvironments. 92 (1). Palaeobiodiversity and Palaeoenvironments, 92 (1): 67–81. Bibcode:2012PdPe...92...67R. doi:10.1007/s12549-011-0067-z. S2CID 129712910. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 5 Maret 2021. Diakses tanggal 1 Maret 2021.
- Tour, Jim; Knodel, Mike (Januari 1995). Obliterating Animal Carcasses With Explosives. Missoula, Montana: United States Forest Service Technology and Development Program. OCLC 42276661.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.