Limpung
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. (April 2025) |
Limpung adalah makanan/kue basah tradisional khas Cirebon yang terbuat dari tepung beras.[1] Kue limpung biasanya dijual dengan cara dijajakan dari rumah ke rumah atau kantor ke kantor atau di mana terdapat kerumunan orang misalnya puskesmas dan rumah sakit. Kue limpung disajikan dengan makanan basah lainnya, terutama pecel dengan krupuk melarat, growol, geblog, dongkal dan lain-lain.[2] Kue limpung dapat ditemukan di desa Danamulya kecamatan Plumbon kabupaten Cirebon, di mana jajanan tradisional ini masih dijual untuk menambah penghasilan masyarakat.[3]
Untuk membuat kue limpung dapat dilakukan dengan menggunakan resep versi I dan resep versi II berikut ini. Bahan-bahan untuk membuat kue pada resep versi I yaitu tepung beras, aci tapioka, apu, kelapa, dan garam. Cara pembuatan pada resep versi ini yaitu dengan menguleni tepung beras, aci dan apu dengan air matang dan dingin hingga menjadi adonan. Adonan kemudian dibungkus dengan daun pisang seperti membungkus lontong ketimus atau buras.[2]
Untuk bahan-bahan untuk membuat kue limpung pada resep versi II cukup dengan menggunakan tepung beras, kelapa, dan garam. Cara pembuatannya yaitu dengan membuat santan dari sebutir kelapa santan. Kemudian dimasak dengan 1 liter air sampai mendidih. Lalu masukkan garam dan siramkan ke tepung beras yang sudah ditempatkan di baskom kemudian tepung beras diaduk. Hasil adukan kemudian dibungkus daun pisang dengan bungkusan seperti buras tetapi dibuat gepeng. Tiap-tiap bungkusan berisi 1 atau 1½ sdm. Setelah itu dikukus selama ½ jam dan siap untuk dihidangkan.[2] Limpung biasanya berwarna hijau dan berbentuk bulat (yang dipotong setelah melalui tahap pengukusan yang dibungkus dengan daun pisang).
Pada tahun 2017, kue ini telah dicatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda kategori Kuliner Tradisional dengan Nomor Registrasi: 2017007801 di situs web Warisan Budaya Takbenda Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.[4]
Referensi
- ^ "Jajanan Tradisional Kue Limpung". Radar Cirebon Televisi. 2018-02-05. Diakses tanggal 2019-03-30.
- ^ a b c "Limpung » Perpustakaan Digital Budaya Indonesia". budaya-indonesia.org. Diakses tanggal 2019-03-30.
- ^ BERITA RADAR CIREBON TELEVISI (2018-02-04), Jajanan Tradisional Kue Limpung, Bertahan Untuk Menambah Penghasilan, diakses tanggal 2019-03-30
- ^ "Makanan khas Cirebon Limpung". Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Diakses tanggal 30 Maret 2019.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.