Lukat gni
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. (Februari 2023) |
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Februari 2023) |

Lukat Gni merupakan sebuah prosesi peperangan dengan sarana api di desa Satria, Klungkung. Bahan yang digunakan berupa daun kelapa kering.[1]
Makna
Kata Lukat Gni terdiri dari lukat dan gni. Lukat/malukat berarti pembersihan dari segala kotoran lahir/bathin, dan gni berarti api. Lukat gni dapat diartikan sebagai sebuah tradisi pembersihan atau penyucian mikrokosmos dan makrokosmos dari segala kekotoran atau mala dengan sarana api dan menjaga keseimbangan alam dan manusia, sehingga terjadi keharmonisan dalam pelaksanaan catur berata panyepian.[1][2]
Prosesi
Tradisi lukat gni dilakukan sehari menjelang Nyepi, menggunakan sarana daun kelapa kering yang diikat sebanyak 36 lembar atau dijumlah sembilan. Jumlah ini berarti sembilan penjuru arah mata angin atau Dewata Nawa Sanga sebagai pelindung atau benteng keselamatan.[3] Selain itu, obor sebanyak 33 buah juga melengkapi pelaksanaan tradisi ini. Jumlah 33 ini sebagai kekuatan yang terbagi sesuai arah mata angin dan warna. Dari arah timur sebanyak lima buah, selatan sembilan buah, barat tujuh buah dan utara empat buah serta posisi tengah sebagai poros utama sebanyak delapan buah.[3] Seperti di medan perang dengan diiringi blaganjur, pemuda satu per satu saling berhadapan. Senjata mereka merupakan daun kelapa kering, yang sudah dibakar api menggunakan obor yang dibawa oleh pemudi. Setelah keduanya siap, kedua pemuda yang saling berhadapan ini kemudian saling memukulkan punggung lawannya, menggunakan daun kelapa kering yang terbakar.[3]
Referensi
- ^ a b “Lukat Gni”, To maintain balance and purity of macrocosm and microcosm, Bali TravelNews, 31 Maret 2017, diarsipkan dari asli tanggal 2019-07-13, diakses tanggal 13 Juli 2019
- ^ Krama Puri Satria Kawan Gelar Lukat Gni, Nusa Bali, 30 Maret 2017, diakses tanggal 13 Juli 2019
- ^ a b c Lukat Gni apa itu?, Bali TravelNews, 10 Maret 2019, diarsipkan dari asli tanggal 2019-07-13, diakses tanggal 13 Juli 2019
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.