Madu dan Kaitaba

Madu (Dewanagari: मधु; IAST: Madhu) dan Kaitaba (Dewanagari: कैटभ; IAST: Kaiṭabha) adalah dua asura (raksasa) dalam pustaka Hindu, dan berkaitan dengan kosmologi Hindu.[1] Detail kemunculan dua raksasa ini dinarasikan berbeda-beda sesuai kitab, tetapi dalam semua versi, mereka berdua dibinasakan oleh Dewa Wisnu.
Legenda
Menurut legenda umum sebagaimana tercatat dalam Mahabharata, Madu dan Kaitaba berasal dari kotoran telinga Dewa Wisnu ketika dia sedang berada dalam kondisi yoganidra, atau tidur meditatif. Dalam versi lainnya dikisahkan bahwa sekuntum bunga seroja tumbuh dari pusarnya, lalu mekar dan Dewa Brahma muncul dari sana. Dua embun mengiringi bunga seroja tersebut. Yang satunya manis dan lembut, lalu berubah menjadi raksasa Madu yang mengandung sifat-sifat tamas (kegelapan), sementara yang satunya lagi kental, lalu berubah menjadi raksasa Kaitaba, yang mengandung sifat-sifat rajas (keaktifan).[2]
Menurut pustaka Dewibhagawatapurana, Madu dan Kaitaba tercipta dari kotoran telinga Wisnu. Kemudian mereka melaksanakan tapa yang sangat lama ke hadapan Mahadewi dengan merapalkan mantra Wāgbīja. Sang dewi pun memberi anugerah bahwa mereka hanya bisa mati sesuai kehendak sendiri. Dua raksasa tersebut menjadi takabur, lalu menyerang Dewa Brahma dan mencuri pustaka Weda, kemudian menyembunyikannya di Patala (dunia bawah). Brahma pun meminta bantuan Wisnu yang saat itu sedang terlelap. Setelah Wisnu bangun, kedua raksasa tersebut bertarung dengannya, dan tidak terkalahkan sesuai anugerah yang mereka terima.
Sesuai saran dari Mahadewi, maka Wisnu harus menggunakan siasat untuk menaklukkan mereka.[3] Wisnu pun berpura-pura memuji kekuatan dua raksasa tersebut dan memberi mereka kesempatan untuk memohon anugerah. Namun kedua raksasa itu sombong, dan sebaliknya memberi kesempatan kepada Wisnu untuk memohon anugerah. Wisnu pun meminta agar dia memperoleh kekuatan untuk membunuh kedua raksasa tersebut.[4]
Referensi
- ^ www.wisdomlib.org (2020-11-14). "The World of Creation Begins: the Birth of Madhu and Kaitabha [Chapter 13]". www.wisdomlib.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-10-21.
- ^ Williams, George M. (2008-03-27). Handbook of Hindu Mythology (dalam bahasa Inggris). OUP USA. hlm. 169. ISBN 978-0-19-533261-2.
- ^ "The Eternal Tatva". The Hindu (dalam bahasa Indian English). 2016-11-03. ISSN 0971-751X. Diakses tanggal 2020-07-15.
They are invincible and protected by the boons which Sakti had granted. Sakti intervenes and helps Vishnu to slay them by using Her power to delude
- ^ "Essence Of Devi Bhagavatha Purana Vishnu destroys Madhu". www.kamakoti.org. Diakses tanggal 2020-07-15.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.