Mahanyari kalambu
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Juni 2025) |
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. (Juni 2025) |
Mahanyari kalambu adalah tradisi sebelum perkawinan di Hulu Sungai Utara, diantaranya di Sungai Tabukan dan Tambalang Kecil. Tradisi ini secara harfiah dapat diartikan sebagai aktivitas menggunakan kalambu atau kelambu yang baru dibeli. Tradisi ini dilakukan oleh mempelai yang baru menikah untuk pertama kali, bukan yang pernah menikah. Tamu yang diundang adalah ibu-ibu.
Prosesi Mahanyari Kalambu
Mahanyari Kalambu dilaksanakan dalam runtutuan acara perkawinan, yaitu sebelum resepsi perkawinan. Biasanya dilakukan pada siang hari setelah salat zuhur sampai dengan tiba waktu salat asar. Kalambu yang digunakan adalah kalambu baru yang belum pernah digunakan. Kalambu dihias dan diletakan di sebuah kamar khusus yang digunakan pengantin baru, yang oleh masyarakat setempat disebut kamar pangantin.
Prosesi dimulai dengan meletakkan pinduduk di atas atau di bawah kasur bersama dengan air putih, bubur habang dan putih/hijau. Selanjutnya dilantunkan do’a dan ayat-ayat al-qur’an untuk memaksimalkan kelancaran dan keberkahan kehidupan calon mempelai pengantin. Acara dilanjutkan dengan Bamumula.
Setelah selesai acara resepsi dan mempelai tidur di kamar pengantin, pinduduk dimasak dan diolah untuk campuran kue atau dicampur dengan makanan yang ada untuk dibacakan do'a selamat dan dimakan bersama-sama.[1]
Pinduduk
Pada prosesi Mahanyari Kalambu, masyarakat menyiapkan barang khusus yang dimasukkan ke dalam baskom kecil yang disebut Pinduduk. Pinduduk berisi beras ketan, kelapa utuh yang sudah dikupas kulitnya, gula merah yang dibungkus dengan daun pisang kering, air putih, dan hintalu karuang merah dan hijau. Pinduduk biasanya diletakkan di atas ranjang pangantin, tetapi kadang ada juga yang meletakkan pinduduk di bawah ranjang.
Hintalu Karuang
Hintalu karuang adalah kue khas yang dibuat dari bahan dasar ketan dengan pewarna alami seperti warna hijau yang diambil dari tumbuhan daun pandan.
Makna Kalambu
Kelambu menjadi penting karena secara topografis daerah Hulu Sungai Utara memiliki bangunan rumah yang berdiri di derah rawa yang tergenang air menyebabkan nyamuk mudah ditemui. [2] Kelambu merupakan sebuah tirai tipis, tembus pandang, dengan jaring-jaring yang dapat menahan berbagai serangga menggigit atau mengganggu orang yang menggunakannya.
Referensi
- ^ Muhammad Rizki, Yuli Apriati, Laila Azkia (2021-10-25). "Tradisi Mahanyari Kalambu Di Desa Tambalang Kecil Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara". Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Pendidikan Sosiologi. 1 (2). ISSN 2776-2963. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ^ Khafifah; Munjiati, Laili; Artiyah, Liya (2023-08-22). "PANDANGAN ULAMA TERHADAP TRADISI MEHANYARI KELAMBU DI KECAMATAN SUNGAI TABUKAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA". Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora (dalam bahasa Inggris). 2 (4): 10692–704. ISSN 2964-6499.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.