Makam Ratu Bagus Kuning
Makam Ratu Bagus Kuning (Tomb of Ratu Bagus Kuning), adalah sebuah situs makam keramat di Palembang yang dianggap penting dalam sejarah dan budaya masyarakat setempat. Makam ini diyakini sebagai tempat peristirahatan seorang tokoh yang dihormati, yang dikenal sebagai Ratu Bagus Kuning, dan sering dikaitkan dengan legenda serta tradisi spiritual Palembang. Selain menjadi lokasi ziarah, makam ini juga mencerminkan warisan budaya Palembang yang sarat nilai sejarah, kepercayaan, dan penghormatan terhadap leluhur. Di antara hiruk-pikuk kota ini, berdiri sebuah tempat bersejarah yang menjadi bukti perkembangan Kesultanan Palembang Darussalam, yaitu makam suci Ratu Bagus Kuning yang terletak di Jalan Di Panjaitan, Plaju, Palembang. Situs ini tidak hanya menyajikan jejak masa lalu yang mendalam, tetapi juga dihiasi dengan kisah-kisah legenda tentang ratusan kera yang setia menjaga makam tersebut sejak zaman dahulu. Pada era penyebaran agama Islam di Sumatera Selatan, Ratu Bagus Kuning, yang bernama asli Putri Mulya Syarifah Mahani Binti Syekh Dikh Zainal Abidin, memiliki peran krusial.[1]
Sejarah
Ratu Bagus Kuning, yang dikenal dengan nama asli Putri Mulya Syarifah Mahani binti Syekh Dikh Zainal Abidin, serta perannya dalam penyebaran Islam di Sumatera Selatan, yang menguraikan kontribusinya sebagai tokoh penting dalam Kesultanan Palembang. Makamnya di Plaju, Palembang, dengan luas 5.250 meter persegi, diakui sebagai situs cagar budaya oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Selatan, yang mendokumentasikan lokasi ini sebagai objek wisata religi. Keunikan makam ini, yakni keberadaan puluhan kera yang dipercaya sebagai penjaga setia, sering dibahas dalam artikel media di mana pengamat budaya Vebri Al Lintani menyebutkan jumlah sekitar 41 ekor kera sebagai "prajurit penjaga" yang telah bermukim selama berabad-abad. Peran sakral kera-kera dalam menjaga kesucian makam berdasarkan tradisi lisan masyarakat, meskipun lebih bersifat legenda budaya daripada bukti empiris. Sumber online seperti halaman Wikipedia tentang Ratu Bagus Kuning dan dokumenter di kanal YouTube seperti "Palembang Heritage" turut memperkuat narasi ini, termasuk pengamatan peziarah tentang kera-kera yang ramah saat diberi pisang.[1]
Kisah legenda ini menarik wisatawan dan peziarah karena perpaduan sejarah, kepercayaan lokal, dan aura mistis. Kunjungan ke makam Ratu Bagus Kuning menawarkan renungan sejarah dan kehadiran kera penjaga. Makam ini pusat perayaan keagamaan, seperti peringatan wafat Ratu Bagus Kuning, dengan doa, nyanyian, dan tarian tradisional yang menghidupkan spiritualitas budaya Sumatera Selatan. Meski legenda kera utama, situs ini juga punya keindahan arsitektur dan seni ukir. Sebagai saksi perjalanan waktu dari Kesultanan Palembang hingga sekarang, ia menjaga keaslian sejarah. Dengan pelestarian, makam ini diharapkan tetap destinasi wisata yang mengajak merenungkan tradisi hidup masyarakat Palembang.[1]
Penyebaran agama Islam di Nusantara tak bisa dilepaskan dari Kota Palembang. Sebagai kota tertua di Indonesia, kota yang berjuluk 'Kota Pempek' ini pernah berdiri kerajaan Islam yang cukup tersohor, yakni Kesultanan Palembang Darussalam sekitar abad ke-16. Salah satu tokoh yang diyakini turut andil dalam penyebaran Islam di Bumi Sriwijaya adalah Ratu Bagus Kuning atau yang bernama asli Putri Mulya Syarifah Mahani binti Syekh Dik Syekh Zainal Abidin Al Abib Yama dari Putra Sayyidina Hussein r.a bin Sayyidina Ali. Juru Kunci Makan Ratu Bagus Kuning, Multan Panji (35 tahun), mengisahkan Ratu Bagus Kuning diketahui sebagai murid dari Wali Sanga yang berasal Pulau Jawa. Ia melakukan perjalanan ke Palembang untuk menyebarkan agama Islam. Hal itu dilakukannya usai mendapatkan bisikan gaib. "Mulanya, Ratu Bagus Kuning tidak langsung singgah ke Palembang, melainkan di kawasan Batang Hari Sembilang atau Provinsi Jambi," kata pria yang dipercaya mengurus makam Ratu Bagus Kuning sejak tahun 2016 itu, menggantikan ayahnya, Muhammad Nasir.[2]
Referensi
- ^ a b c sumeksradio.online. "Sejarah Makam Keramat Ratu Bagus Kuning di Plaju Palembang, Terdapat Puluhan Kera Penjaga Disini, Lihat Yuks !". sumeksradio.online. Diakses tanggal 2025-11-22.
- ^ "Kisah Makam Ratu Bagus Kuning di Palembang yang Dijaga 41 Kera". kumparan. Diakses tanggal 2025-11-22.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.