Manakiban
Manakiban (juga ditulis manaqiban) adalah tradisi keagamaan berupa pembacaan riwayat hidup dan kisah kekeramatan para wali, yang berkembang di kalangan masyarakat Islam di Indonesia, khususnya di Jawa dan Madura.[1]
Etimologi
Manakiban berasal dari kata bahasa Arab manāqib (مناقب), bentuk jamak dari manqabah, yang berarti biografi atau kisah riwayat hidup menyangkut kebaikan dan akhlak terpuji seseorang. Dalam bahasa Indonesia, kata ini mendapat akhiran -an sehingga menjadi manakiban, bermakna praktik pembacaan manakib tersebut. Manakiban yang berarti juga praktik pembacaan riwayat hidup atau biografi seseorang, utamanya tokoh ulama.[2]
Dalam kamus-kamus bahasa Arab, manaqib juga dapat diartikan sebagai kisah yang berisi autobiografi atau sejarah hidup para sahabat Nabi, Waliyullah, dan orang-orang saleh.
Asal Kata
Secara morfologis, kata manāqib dalam kamus-kamus bahasa Arab bermakna ath-Thariqu Fi al-Jabal (jalan menuju gunung) dan diartikan pula sebagai sebuah kisah yang berisi autobiografi atau sejarah hidup para sahabat Nabi, Waliyullah, dan orang-orang saleh.[3]
Tokoh Utama: Syekh Abdul Qadir al-Jailani
Manakiban yang paling populer di Indonesia berpusat pada sosok Syekh Abdul Qadir al-Jailani (nama lengkap: Abdul Qadir ibn Abi Shalih Abdullah Janki Dusat Al-Jailani), tokoh sufi termahsyur yang berpengaruh terhadap pembentukan Tarekat Qadariyah di Indonesia. Manakiban juga merupakan peringatan untuk mengenang wafatnya beliau pada tanggal 11 Rabiul Awal, sehingga kegiatan ini lazim dilaksanakan setiap tanggal 11 dalam kalender Hijriah.[4]
Sejarah di Indonesia
Tradisi manakiban di Indonesia tidak lepas dari peranan Wali Songo dalam menyebarkan Islam di Jawa. Pada masa awal penyebaran Islam, para ulama mengajarkan kepada masyarakat tentang ilmu tarikat, manakib, dan amalan-amalan lain yang selaras dengannya.[1]
Perkembangan Kitab Manakib
Kitab-kitab manakib yang beredar di Indonesia pada umumnya merupakan karangan ulama Indonesia yang diambil dari kitab-kitab muktabar seperti Lujayn al-Dani dan Tafrih al-Khatir. Tradisi ini kemudian berkembang terus hingga kini dan oleh masyarakat Islam dijadikan sebagai bagian dari identitas keagamaan mereka.[5]
Kitab Manakib
An-Nur Al-Burhani
An-Nur Al-Burhani fi Tarjamah al-Lujaini ad-Dani fi Manaqib Sayyid Abdul Qadir al-Jilani adalah salah satu kitab manakib yang paling banyak beredar di Indonesia, karya KH Muslih bin Abdurrahman al-Maraqi dari Mranggen, Demak. Juz I selesai pada Rabiul Awal 1382 H (1962 M), dan Juz II pada Sya'ban 1383 H (1963 M).[2]
Jawahir Al-Ma'ani
Kitab Jawahir Al-Ma'ani merupakan kitab manakib populer lainnya yang juga banyak dibaca dalam kegiatan manakiban di kalangan masyarakat Jawa dan Madura.[3]
Pelaksanaan
Isi pembacaan manakiban meliputi silsilah nasab Syaikh Abdul Qadir al-Jailani, sejarah hidupnya, akhlak dan karomah-karomahnya, serta doa bersajak (nadhom) yang bermuatan pujian-pujian dan tawasul.[6]
Dalam pelaksanaannya, seorang kiai atau pemimpin membacakan teks kitab manakib, sementara para jamaah mendengarkan dengan khusyuk sambil memuji Allah dengan kalimat-kalimat Asmaul Husna.[5] Kegiatan ini biasa dilakukan dalam berbagai hajatan seperti majlis tahlil, akad nikah, walimah, haul, dan milad.[7] Kegiatan ini biasa dilakukan dalam berbagai hajatan seperti majlis tahlil, akad nikah, walimah, haul, dan milad.
Nilai & Tujuan
Nilai Pendidikan Islam
Tradisi manakiban mengandung nilai-nilai pendidikan Islam, di antaranya keteladanan akhlak, penguatan identitas keislaman, dan pembentukan karakter melalui kisah-kisah para wali.[8]
Tujuan Ritual
Upacara manakiban umumnya diselenggarakan untuk: * Pelepasan nazar * Tabarruk (mencari keberkahan) dan tawasul * Meneladani akhlak dan ibadah ulama * Irtizaq (memohon kelancaran rezeki) * Tolak bala dan penolakan gangguan
Aktualisasi Nilai Aswaja
Tradisi manakiban juga berperan dalam aktualisasi nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di masyarakat, memperkuat ikatan spiritual dan sosial antar jamaah.[9]
Referensi
- ^ a b Sujati, Budi. (2021). "Historiografi Manaqib Syekh Abdul Qadir Jailani dan Perkembangannya di Indonesia". SINAU: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora, Vol. 7, No. 2, hlm. 40–57. ISSN: 2685-1679.
- ^ a b Fuadi, M. A. (2021). "Comparative Study of Manakib Nurul Burhani Book with Jawahirul Ma'ani and the Teachings of Sufism in the Book Hagiography". IBDA': Jurnal Kajian Islam dan Budaya, Vol. 19, No. 2, hlm. 243–265. https://doi.org/10.24090/ibda.v19i2
- ^ a b Yahya, Slamet. (2020). "Tradisi Manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jailani di Mushalla Raudlatut Thalibin Kembaran Kebumen". IBDA': Jurnal Kajian Islam dan Budaya, Vol. 18, No. 1. https://doi.org/10.24090/ibda.v18i1.3505
- ^ Yulianti, Rika. (2023). "Tradisi Manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jailani di Dusun Trijaya Desa Pondok Meja". Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah, Vol. 2, No. 2, hlm. 119–127. https://doi.org/10.22437/krinok.v2i2.25303
- ^ a b Dahlan, B., Tarwilah, & Rahmatina, N. (2024). "Manakib dalam Tradisi Masyarakat Banjar: Analisis Antropologis dengan Pendekatan Dakwah Kultural". Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, Vol. 23, No. 1, hlm. 35–49. https://doi.org/10.18592/alhadharah.v23i1.11638
- ^ Safitri, M. A., Muhibah, S. B., Alif, M., & Luthfi, H. (2024). "Tradisi Maca Manaqib Tuan Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani dalam Perspektif Hadis (Kajian Living Hadis)". Dirosat: Journal of Islamic Studies, Vol. 9, No. 2, hlm. 161–174. https://doi.org/10.28944/dirosat.v9i2.1979
- ^ Fikri: Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya. IAIN Metro Lampung. ISSN: 2527-4430.
- ^ Kreatifitas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam. (2022). "Nilai Pendidikan Islam yang Terdapat dalam Tradisi Manaqiban di Desa Wonosari Kecamatan Bengkalis". OJS Diniyah. ISSN: 2088-6071.
- ^ Lailiyah, U. K., Azizah, N. A. N., & Mubin, N. (2025). "Aktualisasi Nilai-Nilai Aswaja Melalui Tradisi Manaqib di Masyarakat Majalengka". Ikhlas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam, Vol. 2, No. 3, hlm. 81–90. https://doi.org/10.61132/ikhlas.v2i3.1076
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.