Maria Ovsiankina
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Maret 2025) |
| Maria Ovsiankina | |
|---|---|
| Lahir | 3 Mei 1898 Chita, Kekaisaran Rusia |
| Meninggal | 28 September 1993 Berkeley, California |
| Kebangsaan | Rusia |
| Pekerjaan | Psikolog |
| Dikenal atas | Efek Ovsiankina |
Maria Arsenjevna Rickers-Ovsiankina (1898–1993) adalah seorang psikolog asal Rusia-Jerman-Amerika. Ia dikenal karena penelitiannya yang menghasilkan temuan yang kini disebut sebagai Efek Ovsiankina, sebuah pengembangan dari Efek Zeigarnik. Sepanjang kariernya, Ovsiankina bekerja di berbagai bidang psikologi, termasuk menangani pasien skizofrenia, serta menulis buku tentang tes psikologi.
Kehidupan pribadi
Ovsiankina lahir di Chita, Kekaisaran Rusia, pada tahun 1898. Ia dipanggil dengan julukan "Marika" oleh keluarganya. Ayahnya adalah pendiri bank Rusia-Asia pertama dan pemilik tambang batu bara. Setelah Revolusi Rusia, ia pindah ke Berlin karena gejolak politik yang terjadi. Pada masa itu, adalah hal yang umum bagi keluarga kaya untuk mengirim anak-anak mereka bersekolah ke luar negeri.
Ovsiankina tertarik mempelajari hubungan antara karakter fiksi dan kepribadian mereka. Karena tidak ada program studi yang tersedia dalam bidang tersebut, ia memutuskan untuk belajar kepribadian di Institut Psikologi di Universitas Berlin. Selama berkuliah, ia diajar oleh Kurt Lewin, seorang psikolog terkenal. Rekan sekelasnya termasuk para psikolog yang kemudian juga menjadi ternama, seperti Tamara Dembo, Gita Birenbaum, dan Bluma Zeigarnik. Ovsiankina meraih gelar doktor (PhD) dari Universitas Giessen pada tahun 1928. Disertasinya membahas perilaku orang ketika tugas mereka terhenti, yang kemudian dikenal sebagai Efek Ovsiankina.[1]
Karier
Setelah menyelesaikan pendidikan tingginya, Ovsiankina bekerja di berbagai pekerjaan bidang psikologi di Jerman. Ia sempat menjadi peneliti, asisten dosen, konselor, hingga bekerja di penjara. Namun, pekerjaan-pekerjaan itu dirasa kurang memuaskan. Pada tahun 1938, ia pindah ke Amerika Serikat. Di sana, ia bertemu kembali dengan Dembo dan berkenalan dengan psikolog Eropa lainnya, Eugenia Hanfmann, yang juga murid Lewin.
Mereka bertiga kemudian bekerja sama di Worcester State Hospital, Massachusetts. Di sinilah Ovsiankina mulai mendalami penanganan pasien skizofrenia, dan ia bahkan menganggap beberapa pasiennya sebagai teman dekat. Pada tahun 1935, ia mulai mengajar sebagai profesor psikologi di Wheaton College selama 14 tahun.
Pada tahun 1949, ia mengembangkan dan memimpin program pelatihan klinis di Universitas Connecticut. Selain itu, ia juga tertarik pada metode tes psikologi, termasuk tes Rorschach, dan menulis buku tentang topik tersebut. Ia juga sempat mengajar di Mount Holyoke College, Universitas Oregon, Universitas Cornell, Universitas Harvard, dan Universitas Northeastern.[1]
Efek Ovsiankina
Pada tahun 1928, Ovsiankina meneliti variasi dari Efek Zeigarnik, yang kemudian dikenal sebagai Efek Ovsiankina.[1] Efek Zeigarnik menyatakan bahwa orang cenderung lebih mengingat tugas yang belum selesai atau terganggu dibandingkan dengan tugas yang sudah selesai.[2]
Dalam eksperimennya, Ovsiankina memberikan tugas kepada peserta, lalu meninggalkan mereka sendirian di ruangan untuk diamati. Ternyata, sebagian besar peserta secara spontan melanjutkan tugas yang tertunda. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa bukan gangguan itu sendiri yang menyebabkan efek Zeigarnik, melainkan persepsi individu terhadap situasi psikologis yang dialami — apakah mereka merasa tugas tersebut sudah terselesaikan atau belum.[3] Efek Ovsiankina juga menegaskan bahwa tugas yang terhenti hampir selalu cenderung dilanjutkan kembali.[4]
Masa pensiun dan wafat
Ovsiankina pensiun pada tahun 1965 dan pindah ke California. Di sana, ia masih sempat mengajar di Universitas California, Berkeley. Ia meninggal pada tahun 1993 dan dimakamkan di Jerman.[1]
Referensi
- ^ a b c d "Maria Rickers-Ovsiankina". Psychology's Feminist Voices. Diakses tanggal 2 Agustus 2020.
- ^ "The Zeigarnik Effect Explained". Psychologist World. 23 April 2016. Diakses tanggal 2 Agustus 2020.
- ^ Jutta Heckhausen; Heinz Heckhausen (27 Maret 2018). Motivation and Action. Springer International Publishing. hlm. 175. ISBN 978-3-319-65094-4.
- ^ Marvin R. Weisbord (1 Februari 2004). Productive Workplaces Revisited: Dignity, Meaning, and Community in the 21st Century. John Wiley & Sons. hlm. 85. ISBN 978-0-7879-7329-2.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.