Markus Didoek
Markus Didoek | |
|---|---|
Potret Resmi Bupati Belu, Markus Didoek | |
| Bupati Belu Ke-2 | |
| Masa jabatan 4 Juli 1970 – 6 Januari 1976 | |
| Presiden | Soeharto |
| Gubernur | El Tari |
| Penjabat Bupati Sumba Timur | |
| Masa jabatan 18 Maret 1994 – 19 Juni 1994 | |
Pendahulu T. P. Munthe Pengganti Drs. Lukas Mbadi Kaborang | |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 1935 |
| Meninggal | 1998 |
| Kebangsaan | Indonesia |
| Pekerjaan | Politisi, Birokrat |
Drs. Markus Didoek (1935–1998) adalah Bupati Belu periode 1970–1976. Ia juga pernah menjabat sebagai Penjabat Bupati Sumba Timur pada tahun 1994.
Karier
Bupati Belu
Sebelum menjabat sebagai bupati, Markus Didoek sempat duduk sebagai anggota Badan Pemerintahan Harian Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pada masa kepemimpinannya, Gubernur NTT kala itu, El Tari, melakukan kunjungan kerja ke Atambua. Kunjungan tersebut berkaitan dengan gejolak di Timor-Timur yang berdampak pada eksodus ke Atambua. Dalam kunjungan itu, El Tari memperkenalkan akronim "Aku Mau" (Atambua-Kupang-Maumere), yang merupakan impiannya agar tiga ibu kota kabupaten tersebut menjadi kotamadya. Bupati Markus Didoek sempat kebingungan dengan istilah tersebut sebelum akhirnya dijelaskan oleh Gubernur.[1]
Penjabat Bupati Sumba Timur
Setelah masa jabatannya sebagai Bupati Belu berakhir, Markus Didoek dipercaya untuk mengisi posisi Penjabat Bupati Sumba Timur. Ia menjabat selama kurang lebih tiga bulan, terhitung mulai 18 Maret 1994 hingga 19 Juni 1994, menggantikan Bupati definitif sebelumnya, T. P. Munthe.
Akhir Hayat dan Kematian
Kesehatannya mulai menurun di akhir masa jabatannya sebagai Bupati Belu. Setelah kembali berobat dari Pulau Jawa, kondisi kesehatannya dinyatakan kurang memungkinkan untuk menjabat kembali. Jabatannya kemudian berakhir pada 6 Januari 1976 dan digantikan oleh Penjabat Sementara (Pjs.) Bupati, Marcellinus Adang da Gomez.
Drs. Markus Didoek meninggal dunia pada tahun 1998.
Referensi
- ^ "Gubernur NTT Elias Tari Menyebut Istilah "Aku Mau" di Tahun 1975, Ternyata Ini Maksudnya". Tribunnews Kupang. Tribunnews. Diakses tanggal 2026-04-09.
Bacaan
- Itta, Hans; Tifa, Daniel (2007). Jejak Tapak dari Masa Ke Masa; Belu Pemimpin dan Sejarah. Kerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belu. Kupang: Sesawi.
| Jabatan politik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Alfonsius Andreas Bere Tallo |
Bupati Belu 1970–1976 |
Diteruskan oleh: Marcellinus Adang da Gomez (Pjs.) |
| Didahului oleh: T. P. Munthe |
Penjabat Bupati Sumba Timur 1994 |
Diteruskan oleh: Drs. Lukas Mbadi Kaborang |
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.



