Mas Ardiwinangun
Mas Ardiwinangun | |
|---|---|
| Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia | |
| Masa jabatan 26 Maret 1956 – 22 Juli 1959 | |
| Daerah pemilihan | Jawa Barat |
| Mayoritas | 7.903.886 (1955) |
| Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Sementara Republik Indonesia[1] | |
| Masa jabatan 16 Agustus 1950 – 26 Maret 1956 | |
| Daerah pemilihan | Senat RIS |
| Anggota Senat Republik Indonesia Serikat[2] | |
| Masa jabatan 16 Februari 1950 – 16 Agustus 1950 | |
| Daerah pemilihan | Negara Pasundan |
| Menteri Sosial Negara Pasundan | |
| Masa jabatan Juli 1947 – Januari 1950 | |
| Presiden | Soekarno |
| Gubernur | Datuk Djamin Murdjani Sewaka |
| Residen Priangan | |
| Masa jabatan Januari 1950 – 16 Februari 1950 | |
| Presiden | Soekarno |
| Gubernur | Datuk Djamin Murdjani Sewaka |
| Masa jabatan 1946 – Juli 1947 | |
| Presiden | Soekarno |
| Gubernur | Datuk Djamin Murdjani Sewaka |
| Wakil | Kosasih Purwanegara |
Pendahulu R. Poeradiredja Pengganti Tidak diketahui | |
| Wakil Residen Priangan | |
| Masa jabatan Agustus 1945 – 1946 | |
| Presiden | Soekarno |
| Gubernur | Sutardjo Kertohadikusumo Datuk Djamin Murdjani |
| Residen | R. Poeradiredja |
| Bupati Ciamis ke-22 | |
| Masa jabatan 1944–1946 | |
| Presiden | Soekarno |
| Gubernur | Sutardjo Kertohadikusumo Datuk Djamin Murdjani |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 14 April 1900 Mangunreja, Tasikmalaya, Jawa Barat |
| Meninggal | Tidak diketahui |
| Partai politik | Masyumi |
| Almamater | OSVIA Bandung (1921) |
| Pekerjaan | Politikus |
Mas Ardiwinangun atau Mas Ardi Winangun (14 April 1900 – ?) adalah seorang politikus Indonesia yang lahir di Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya. Ia lulus dari OSVIA Bandung pada tahun 1921. Ia merupakan anggota partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (MASYUMI)
Dari 1921 sampai 1925, ia bekerja sebagai A.I.B. dan Menteri di berbagai daerah Karesidenan Priangan. Dari 1925 sampai 1938, ia menjabat sebagai Asisten Wedana Cikalong untuk kemudian dipindahkan ke Malangbong, Kabupaten Garut; Adjun Djaksa Landraad Garut; Jaksa yang kemudian menjadi Asisten Wedana Sukawening Kabupaten Garut. Dari 1938 sampai 1942, Wedana pindah ke Rangkasbitung untuk selanjutnya dipindahkan ke Sindanglaut, Kabupaten Cirebon.
Pada masa pendudukan Jepang, dari 1942 sampai 1945, ia menjadi Patih Indramayu dan Bupati Ciamis. Setelah proklamasi Kemerdekaan Indonesia, ia diangkat sebagai Residen Priangan dan bekerja di bawah nauangan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia di Jogjakarta dengan sementara waktu menjabat sebagai Residen Madiun.
Pada bulan Juli 1947, ia ditunjuk untuk memangku jabatan Menteri Sosial dalam Kabinet Pasundan IV, Kabinet Djumhana III. Tak lama kemudian, ia melepas jabatannya. Pada Januari 1950, ia diangkat sebagai Residen Priangan.[3]
Referensi
Catatan kaki
Daftar pustaka
- Harnoko, Darto (1986). DRS. JAP TJWAN BING – Pelopor Pembauran (PDF). Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.



