Masjid di Filipina
Masjid di Filipina adalah masjid-masjid yang dibangun di wilayah Filipina. Pembangunan masjid di Filipina pertama kali diadakan pada tahun 1380 M melalui pembangunan Masjid Tawi-Tawi di pulau Simunul yang kini bernama Masjid Syekh Karimul Makhdum. Gaya arsitektur pada masjid-masjid di Filipina yang dibangun pada abad ke-15 hingga abad ke-18 Masehi umumnya meniru gaya arsitektur dari masjid-masjid yang didirikan di pulau Jawa. Masjid-masjid di Filipina utamanya digunakan oleh muslim untuk melaksanakan salat dan pada malam hari selama bulan Ramadan digunakan untuk pelaksanaan Salat Tarawih, Salat Witir dan ceramah.
Pembangunan
Masjid pertama yang dibangun di wilayah Filipina adalah Masjid Tawi-Tawi yang kini bernama Masjid Syekh Karimul Makhdum. Pembangunan Masjid Tawi-Tawi dimulai pada tahun 1380 M yang diprakarsai oleh seorang ulama dan pendakwah asal Melaka bernama Karimul Makhdum.[1] Ia mendirikan Masjid Tawi-Tawi di pulau Simunul yang kini termasuk dalam wilayah Barangay Tubig Indangan dalam Provinsi Tawi-Tawi, Filipina.[2] Masjid Tawi-Tawi didirikan oleh Karimul Makhdum untuk mempermudah pengislaman penduduk asli di pulau Simunul.[1]
Gaya arsitektur
Gaya arsitektur pada masjid-masjid di Filipina yang dibangun pada abad ke-15 Masehi hingga abad ke-18 Masehi umumnya meniru gaya arsitektur dari masjid-masjid yang didirikan di pulau Jawa. Masjid-masjid di Filipina dalam abad ke-15 Masehi hingga abad ke-18 Masehi belum menerapkan penggunaan kubah sama seperti masjid-masjid di pulau Jawa. Penggunaan kubah pada masjid-masjid di Filipina baru dimulai sejak abad ke-19 Masehi.[3]
Pemanfaatan
Pelaksanaan salat
Masjid-masjid di Filipina utamanya digunakan oleh muslim untuk melaksanakan salat. Pada masjid-masjid di Filipina, pengumandangan azan sebagai seruan kepada muslim untuk melaksanakan salat umumnya masih diawali dengan pemukulan beduk.[4] Pada abad ke-15 M, pengambilan keputusan mengenai waktu pelaksanaan salat di kawasan pedesaan Filipina umumnya ditentukan oleh masing-masing kepala desa yang desanya memiliki masjid.[5]
Selama bulan Ramadan, masjid-masjid di Filipina umumnya digunakan untuk pelaksanaan Salat Tarawih, Salat Witir dan ceramah pada malam hari. Pada masjid-masjid di Visayas, Salat Tarawih dan Salat Witir dilaksanakan setiap hari selama bulan Ramadan dan ceramah tidak diadakan setiap malam. Pelaksanaan Salat Tarawih pada masjid-masjid di Filipina umumnya dibedakan berdasarkan jumlah rakaat salat. Sebagian masjid mengadakan Salat Tarawih sebanyak 20 rakaat dan sebagian masjid lainnya melaksanakan Salat Tarawih sebanyak 8 rakaat.[6]
Penyelenggaraan sekolah pandita
Masjid-masjid di Filipina juga merupakan salah satu lokasi penyelenggaraan pendidikan Islam bagi penduduk lokal selain di rumah pandita. Sebutan pandita merujuk kepada ustaz atau guru yang mengajarkan tentang agama Islam secara lokal dan sistem pendidikannya dikenal sebagai sekolah pandita. Penyelenggaraan sekolah pandita pada masjid-masjid di Filipina menerapkan sistem pendidikan Islam yang bersifat tradsional dan mirip dengan sistem pendidikan Islam pada pesantren.[7]
Referensi
- ^ a b Fakih, Muhammad Ali (Desember 2024). Rusdianto (ed.). Islam di Asia Tenggara: Sejarah Peradaban dan Kebudayaan Islam di 11 Negara. Yogyakarta: IRCiSoD. hlm. 125. ISBN 978-623-8108-78-7. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Susetyo, Heru (2009). Sangtimur, Surga (ed.). The Journal of a Muslim Traveler: Sebuah Jurnal Perjalanan Melintasi Asia, Amerika, Eropa, & Australia. Jakarta: PT. Lingkar Pena Kreativa. hlm. 7. ISBN 978-602-8436-14-4. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Hidayat, Muhammad Syarif (2025). Ayunindya, Fara (ed.). Arsitektur Islam: Penelusuran Sejarah, Budaya dan Arsitektur pada Negeri Mayoritas Beragama Islam. Surabaya: Jakad Media Publishing. hlm. 331. ISBN 978-634-7228-23-9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Al-Mukaffi, Abdurrahman (April 2015). Abdillah, Abu (ed.). 89 Kesalahan Seputar Puasa Ramadhan. Bekasi: Darul Falah. hlm. 55. ISBN 978-602-9208-14-6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Barreveld, Dirk J. (2001). Terrorism in the Philippines: The Bloody Trail of Abu Sayyaf, Bin Laden's East Asian Connection (dalam bahasa Inggris). Lincoln: Writers Club Press. hlm. 99. ISBN 0-595-20636-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Asmayani, N., dkk. (April 2013). Hasmand, Fedrian (ed.). Jejak Ramadhan di Berbagai Negara. Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar. hlm. 89. ISBN 978-979-592-616-0. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Al-Chaidar (1998). Wacana Ideologi Negara Islam: Studi Harakah Darul Islam dan Moro National Liberation Front. Diterbitkan oleh Darul Falah. hlm. 133. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.