Masjid di Timor Leste

Masjid di Timor Leste adalah masjid-masjid yang didirikan di wilayah Timor Leste. Pembangunan masjid di Timor Leste pertama kali dilakukan pada pertengahan tahun 1955 M dalam masa Timor Portugis dengan masjid pertamanya yaitu Masjid An-Nur yang terletak di Kampung Alor, Kota Dili. Pada pertengahan dasawara 1990-an M, masjid telah dibangun pada setiap pusat distrik di Timor Leste yang saat itu berstatus sebagai Provinsi Timor Timur dalam wilayah Indonesia.

Masjid-masjid di Timor Leste didirikan sebagai tempat ibadah bagi muslim. Selama bulan Ramadan, masjid-masjid di Timor Leste umumnya mengadakan ceramah atau pengajian serta menyediakan makanan dan minuman sebagai takjil menjelang waktu berbuka puasa Ramadan. Pada pertengahan tahun 1994 M hingga pertengahan tahun 1996 M, mulai terjadi demonstrasi anti-integrasi Timor Leste ke dalam wilayah Indonesia yang mengakibatkan terjadinya tindakan kekerasan termasuk pembakaran masjid di Timor Leste.

Pembangunan

Masjid pertama yang didirikan di wilayah Timor Leste adalah Masjid An-Nur yang terletak di Kampung Alor dalam wilayah Kota Dili.[1][2] Pembangunan Masjid An-Nur berlangsung selama pertengahan tahun 1955 M.[1] Masjid An-Nur dibangun oleh orang Arab yang bermukim di Timor Leste yang pada saat itu merupakan jajahan Imperium Portugal dan disebut Timor Portugis.[3] Masjid-masjid lainnya di Timor Leste selain di Kota Dili mulai dibangun oleh orang Indonesia selama masa pendudukan Timor Leste oleh Indonesia (1975–1999 M).[4][5] Dalam masa penduduk Timor Leste oleh Indonesia, Timor Leste berkedudukan sebagai Provinsi Timor Timur.[3] Pada pertengahan dasawara 1990-an M, semua pusat distrik di Provinsi Timor Timur telah memiliki masjid.[4]

Pemanfaatan

Masjid-masjid di Timor Leste didirikan sebagai tempat ibadah bagi muslim. Pemakaian masjid-masjid di Timor Leste pada awal hingga pertengahan dasawarsa 1990-an M sebagian besar oleh penduduk muslim pendatang dari wilayah Indonesia dan sebagian kecil oleh penduduk asli Timor Leste yang telah menjadi muslim.[4] Selama bulan Ramadan, masjid-masjid di Timor Leste umumnya mengadakan ceramah atau pengajian menjelang waktu berbuka puasa Ramadan. Selain itu, masjid-masjid di Timor Leste umumnya menyediakan makanan dan minuman sebagai takjil kepada jemaah masjid menjelang waktu berbuka puasa Ramadan. Penyediaan takjil bagi jemaah umumnya dilakukan oleh pengurus masjid pada masing-masing masjid di Timor Leste.[6]

Pengrusakan

Pada pertengahan tahun 1994 M hingga pertengahan tahun 1996 M, mulai terjadi demonstrasi oleh para pemuda di wilayah Timor Leste yang menentang integrasi Timor Leste ke dalam wilayah Indonesia. Penentangan integrasi Timor Leste ke dalam wilayah Indonesia mengakibatkan terjadinya tindakan kekerasan terutama kepada kalangan muslim dari Indonesia yang merupakan penduduk pendatang di wilayah Timor Leste. Salah satu tindakan kekerasan yang ditujukan kepada muslim di Timor Leste yaitu pengrusakan masjid melalui pembakaran.[7]

Referensi

Catatan kaki

  1. ^ a b Fakih 2024, hlm. 198.
  2. ^ Hidayat 2023, hlm. 77.
  3. ^ a b Hidayat 2023, hlm. 76.
  4. ^ a b c van Klinken 2014, hlm. 200.
  5. ^ Heryanto, Ariel (Juni 2015). Udiani, Christina M. (ed.). Identitas dan Kenikmatan: Politik Budaya Layar Indonesia [Identity and Pleasure: The Politics of Indonesian Screen Culture]. Diterjemahkan oleh Sasono, Eric. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. hlm. 7. ISBN 978-979-91-0886-9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ^ Fakih 2024, hlm. 209.
  7. ^ van Klinken 2014, hlm. 200-201.

Daftar pustaka

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya