Merek, Karo

Merek
Tongging
Tongging
Peta lokasi Kecamatan Merek
Peta lokasi Kecamatan Merek
Negara Indonesia
ProvinsiSumatera Utara
KabupatenKaro
Populasi
 • Total23.170 jiwa
 • Kepadatan185/km2 (480/sq mi)
Kode pos
22173
Kode Kemendagri12.06.05 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS1211120 Suntingan nilai di Wikidata
Luas125,51 km²
Kepadatan185
Desa/kelurahan19 desa
Peta
PetaKoordinat: 2°57′31.84060″N 98°31′44.14861″E / 2.9588446111°N 98.5289301694°E / 2.9588446111; 98.5289301694

Merek adalah sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Karo, provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Kecamatan Merek beribu kota di desa Garingging dan memiliki tipografi berbukit. Kecamatan Merek menjadi satu-satunya kecamatan di Kabupaten Karo yang berada di pinggir Danau Toba.[2]

Sejarah

Kantor Camat Merek

Kecamatan ini adalah pemekaran kecamatan Tiga Panah menjadi tiga kecamatan dan terdiri dari desa Sipituhuta, Pertibi Lama, Aek Popo, Pangambatan, Tongging, Situnggaling, Pertibi Tembe, Tambusan - Garingging, ditambah sebagian desa hasil pemekaran kecamatan Tiga Panah, yakni Dokan, Mulia Rakyat, Ergaji, Sukamandi. Kecamatan Merek menjadi sentra penghasil kopi arabika, sayur mayur, kawasan hutan pinus serta merupakan lokasi stasiun terminal agrobisnis pendukung program nasional agropolitan yang terletak di desa Bandar Tongging (dikenal dengan nama desa Tambusan).

Demografi

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Karo tahun 2022, banyaknya penduduk kecamatan ini pada tahun 2021 yakni 23.170 jiwa, dengan kepadatan 185 jiwa/km².[1] Mayoritas warga Merek bekerja sebagai petani, dan sebagian bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil, guru, Polisi atau TNI, pedagang dan lainnya.

Suku

Penduduk asli Kecamatan Merek berasal dari etnis Simalungun dan etnis Karo. Etnis Simalungun merupakan kelompok etnis mayoritas dengan jumlah penduduk terbesar di kecamatan ini. Dari 19 desa yang ada, lima desa berpenduduk mayoritas etnis Karo, yaitu Desa Ajinembah, Dokan, Muliarayat, Regaji, dan Sukamandi. Kecamatan Merek juga dikenal sebagai satu-satunya kecamatan di Kabupaten Karo di mana etnis Karo bukan merupakan kelompok mayoritas.

Selain kedua etnis tersebut, terdapat pula etnis Batak Toba yang merupakan kelompok minoritas dengan jumlah yang cukup signifikan. Di luar kelompok suku Batak, Kecamatan Merek juga dihuni oleh masyarakat dari suku Jawa, Minangkabau, dan Nias, yang turut membentuk keberagaman etnis di wilayah ini.

Kecamatan Merek juga diyakini memiliki kaitan dengan asal-usul beberapa marga Batak, antara lain marga Saragih Garingging yang dikaitkan dengan Desa Garingging, marga Munthe dengan Desa Pangambatan dan Partibi, marga Ginting Munte dengan Desa Ajinembah, serta marga Simanjorang dengan Desa Kodon-kodon.

Agama

Mayoritas penduduk Kecamatan Merek memeluk agama Kristen. Untuk sarana rumah ibadah, terdapat 42 gereja Protestan, kemudian 10 gereja Katolik dan 3 masjid.[1]

Agama di Desa Kecamatan Merek (2024)[3]
Agama Persen
Islam
  
7,02%
Kristen Protestan
  
73,49%
Kristen Katolik
  
19,41%
Hindu
  
0,00%
Buddha
  
0,02%
Konghucu
  
0,00%
Kepercayaan terhadap Tuhan YME
  
0,05%

Wisata

Air Terjun Sipiso-piso di kecamatan Merek, Karo

Sebagai satu-satunya kawasan di Kabupaten Karo yang berada di pinggir Danau Toba, sehingga destinasi wisata Tanah Karo berpusat di Kecamatan Merek. Kawasan Tongging menjadi kawasan utama wisata Kabupaten Karo menikmati kawasan Danau Toba. Berbagai wahana wisata air dan penginapan terdapat di sekitar Tongging. Wisata lain yang banyak dikunjungi di Merek ialah Air Terjun Sipisopiso.

Galeri

Referensi

  1. ^ a b c "Kabupaten Karo Dalam Angka 2022" (pdf). karokab.bps.go.id. hlm. 7, 50, 116–117. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
  2. ^ sembiring, Angel aginta (9 April 2022). "19 Desa di Kecamatan Merek, Desa di Kabupaten Karo yang Berada di Kawasan Kaldera Danau Toba". Tribunnews.com. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
  3. ^ "Visualisasi Data Kependudukan". www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 21 April 2026.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya