Mini-dokuritsukoku

Mini-dokuritsukoku (ミニ独立国, "negara mini-independen") adalah negara mikro yang didirikan di Jepang. Secara lebih spesifik, ini merujuk kepada negara-negara yang didirikan pada 1980an saat "bom negara mikro", kala masyarakat dan usaha lokal mendeklarasikan "kemerdekaan" untuk mempromosikan pariwisata, budaya lokal dan bisnis pedesaan, dan melawan migrasi orang muda ke kota karena urbanisasi. Mayoritas negara mikro yang berdiri adalah uji coba ringan dan tak memiliki tujuan untuk menantang kedaulatan pemerintahan. Akibatnya, istilah tersebut terkadang diterjemahkan menajdi "negara parodi".
Riwayat
Sebelum 1970an
Setelah akhir Perang Dunia II, sejumlah negara mikro dididrikan saat pendudukan Jepang oleh Sekutu. Antara 1946 dan 1968, Kepulauan Bonin diperintah oleh Angkatan Laut Amerika Serikat, meskipun tak menjadi bagian dari Amerika Serikat maupun Jepang. Para penduduk asli mendirikan Dewan Kepulauan Bonin dan bertamasya dengan KTP yang mencantumkan Chichi-jima sebagai kebangsaan mereka.[1] Sementara itu, Izu Ōshima terhapuskan dari pemerintahan Jepang akibat kelalaian oleh Panglima Tertinggi Blok Sekutu pada 1946. Menyadari kekeliruan tersebut, para penduduk pulau tersebut merancang "Piagam Ōshima" (Jepang: 大島大誓言, romanized: Ōshima Daiseigon) yang menyerukan pendirian "Republik Ōshima" (Jepang: 大島共和国, romanized: Ōshima Kyōwa-Koku). Pulau tersebut dikembalikan ke kekuasaan Jepang pada 22 Maret, mengakhiri 53 hari kemerdekaan pulau tersebut.[2]
Bom negara mikro
Pada 1977, penduduk Usa, Ōita mendirikan "Negara Yamatai Baru". Mengambil nama dari negara legenda Yamatai, negara mikro tersebut berharap untuk merevitalisasi ekonomi kota tersebut.[3] Kota-kota dan bisnis-bisnis lokal melayangkan gugatan setelah gubernur Prefektur Kanagawa Kazuji Nagasu mengadvokasikan desentralisasi pembuatan kebijakan pada apa yang ia sebut "era lokal" (Jepang: 地方の時代, romanized: chihō no jidai), dan penerbitan Kirikirijin karya novelis Hisashi Inoue pada 1981, menuturkan cerita sebuah desa yang memisahkan diri dari Jepang dan memproklamasikan dialek termarginalisasinya sebagai bahasa nasionalnya.[4] Cerita tersebut terinspirasi oleh negara mikro Atlantis Baru.[5]
Setelah itu, bom negara mikro, yang didorong oleh perilaku peniruan dari bisnis-bisnis seperti ryokan dan minshuku, mencapai puncaknya pada 1983 sebelum terjadi penurunan jumlah negara mikro baru.[6][3] Pada 1988, sekitar 150 negara mikro telah didirikan.[7] Antara 1988 dan 1989, pada puncak gelembung harga aset Jepang, bom kedua yang lebih kecil terjadi saat pemerintah Jepang mengumumkan "Proyek 100 Juta Yen" (Jepang: ふるさと創生事業), sebuah rencana yang menyerukan investasi tinggi di munisipalitas-munisipalitas.[8][9]
Kebanyakan negara mikro tersebut adalah "usaha ringan",[3] dan tak mengupayakan pemisahan dari Jepang atau pembentukan negara resmi. Kebanyakan didirikan untuk publisitas,[10] dan diperlakukan semacam itu oleh Pemerintah Jepang, contohnya, kala Kementerian Perdagangan dan Industri Internasional Michio Watanabe menandatangani perjanjian persahabatan antara Jepang dan Kerajaan Inobhutan.[5] Kementerian Urusan Luar Negeri tak sepakat dengan pendirian publisitas tersebut, khawatir bahwa mereka dapat menyinggung Kerajaan Bhutan yang terdengar mirip.[11] Pada 1986, Federasi Gin'nan mentuanrumahi versi negara mikro dari Permainan Olimpiade, "Olimpiade Mini-dokuritsukoku" (Jepang: ミニ独立国オリンピック), yang disiarkan padda televisi waktu perdana. Negara Kirikiri, yang mengambil nama dari sebuah novel, mentuanrumahi versi mereka sendiri dari KTT Perserikatan Bangsa-Bangsa antara 1983 dan 1985.[12] Republik Nikoniko mendirikan zona waktu mereka sendiri dan mencetak mata uang mereka sendiri.[5] Pada 1987, Presiden Republik Alkohol, mewakilkan delegasi damai dari negara-negara mikro, mengunjungi Kota Vatikan dan berjabat tangan dengan Paus Yohanes Paulus II.[13][14]
Setelah terjadi gelembung harga aset pada awal 1990an, banyak bisnis lokal tutup, biaya kota menurun dan munisipalitas digabung dan dikonsolidasikan, berujung pada pembubaran banyak negara mikro.[7][8] Diperkirakan, sekitar 203 negara mikro didirikan pada masa ledakan tersebut.[5][15]
Keadaan terkini
Pada 2016, kurang dari 50 negara mikro masih bertahan.[12] Sebuah kajian tahun 2020 mendapati 40 negara mikro masih aktif.[16] Kegiatan "Negara Yamatai baru" ditangguhkan pada 2010, namun dimulai kembali pada 2020 menanggapi tantangan pandemi Covid-19 di Jepang.[4]
Negara mikro terkenal
- Republik Akhotsk (アホーツク共和国) – Bihoro, Hokkaido[4]
- Republik Alkohol (アルコール共和国) – Pulau Sado, Niigata[4]
- Desa Chirorin (チロリン村)[12]
- Persemakmuran Cassiopeia (カシオペア連邦) – Prefektur Iwate[8]
- Negara Alam (自然の国) – Saikai, Nagasaki[3]
- Kerajaan Kepiting (カニ王国) – Prefektur Hyōgo[4]
- Republik Potongan Es Islandia (流氷あいすらんど共和国) – Monbetsu, Hokkaido[4][17]
- Desa Katak (カエル村) – Daisen, Akita[4][16]
- Federasi Galaktik (銀河連邦) – fasilitas Badan Penjelajah Antariksa Jepang di belahan negara tersebut[18]
- Republik Kakuda (カクダ共和国) – Kakuda, Miyagi
- Republik Noshiro (ノシロ共和国) – Noshiro, Akita
- Republik Sagamihara (サガミハラ共和国) – Sagamihara, Kanagawa
- Republik Saku (サク共和国) – Saku, Nagano
- Republik Sanrikuofunato (サンリクオオフナト共和国) – Ōfunato, Iwate
- Republik Taiki (タイキ共和国) – Taiki, Hokkaido
- Republik Uchinourakimotsuki (ウチノウラキモツキ共和国) – Kimotsuki, Kagoshima
- Federasi Ginko (銀杏国) – Hachiōji, Tokyo[12]
- Republik Hokkaido (共和国北海道) - Sapporo, Hokkaido
- Kerajaan Inobhutan (イノブータン王国) – Susami, Wakayama[12][16]
- Negara Kirikiri (吉里吉里国) – Ōtsuchi, Iwate[4]
- Negara Yamatai Baru (新邪馬台国) – Usa, Ōita[3]
- Republik Nikoniko (ニコニコ共和国) – Nihonmatsu, Fukushima[19]
- Kerajaan Panauru (パナウル王国) – Yoron, Kagoshima[4]
- Republik Kentang (ポテト共和国) – Niseko, Hokkaido[4][17]
- Kerajaan Hutan Shiso (しそう森林王国) – Shisō, Hyōgo [8]
- Soyankda Serikat (そやんか合衆国) – Taishō-ku, Osaka[4]
- Republik Tsuchinoko (ツチノコ共和国) – Shimokitayama, Nara[12][17]
Lihat pula
- Desa Inunaki, sebuah lokasi mitos urban Jepang yang menurut mitos tersebut, penduduk agresif dari desa tersebut enggan mengikuti aturan konstitusi Jepang, sehingga "berpisah" dari Jepang
Kutipan
- ^ Long 2014, hlm. 104–105.
- ^ Long 2014, hlm. 106–107.
- ^ a b c d e Streich 2021, hlm. 121.
- ^ a b c d e f g h i j k Streich 2021, hlm. 122.
- ^ a b c d Hobbs & Williams 2021.
- ^ Oshimo, Amano & Kumagami 1997, hlm. 9.
- ^ a b Streich 2021, hlm. 119.
- ^ a b c d Streich 2021, hlm. 124.
- ^ Oshimo, Amano & Kumagami 1997, hlm. 10.
- ^ Oshimo, Amano & Kumagami 1997, hlm. 12.
- ^ Shiraishi 2010, hlm. 118.
- ^ a b c d e f Pasion 2016.
- ^ Niigata Nippo 2023.
- ^ Shiraishi 2010, hlm. 112.
- ^ Adachi, Soshiroda & Tsutsumi 2021, hlm. 147.
- ^ a b c Adachi, Soshiroda & Tsutsumi 2021, hlm. 146.
- ^ a b c Kurahara, Goto & Hikage 1996, hlm. 168.
- ^ Streich 2021, hlm. 125.
- ^ Streich 2021, hlm. 123.
Referensi
- Adachi, Daisuke; Soshiroda, Akira; Tsutsumi, Takashi (2021). "ミニ独立国を契機としたまちづくりの持続性に関する研究" [Sustainability of community development triggered by the Mini-Nation Campaign] (pdf). Journal of Japan Institute of Tourism Research (dalam bahasa Japanese). 33 (3). Japan Institute of Tourism Research: 145–151. doi:10.18979/jitr.33.3_145. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-08-05. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- Hobbs, Harry; Williams, George (2021-12-16). "Micronations and Statehood: Why Pretend to be a State?". IACL-IADC Blog. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-01-08.
- Kurahara, Munetaka; Goto, Yuki; Hikage, Toshiya (1996-10-30). "住民主体のまちづくりに向けての北海道ミニ独立国の活動に関する考察" [Consideration on the activities of the mini-independent country of Hokkaido for resident-centered town planning] (pdf). Proceedings of the Architectural Institute of Japan (dalam bahasa Japanese). 61 (488). Architectural Institute of Japan: 165–175. doi:10.3130/aija.61.165_2. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-10-22. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- Long, Daniel (2014). "Shards of the Shattered Japanese Empire That Found Themselves as Temporary Micronations" (PDF). Shima. 8 (1): 104–108. ISSN 1834-6057. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2023-11-28.
- "独立しよう、国を作ろう!地域が輝いた「ミニ独立国」ブーム…新潟県内でもユニークな活動を展開 今はなき「3カ国」の遺産とは". Niigata Nippo (dalam bahasa Jepang). 2023-09-15. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-11-01.
- Pasion, Adam (2016-02-09). "The Will to Secede: Japan's Micro-nation Boom". Japan Daily. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-10-22.
- Taro, Shiraishi (2010). "地域づくり型ミニ独立国のいま:4つの事例から" [Present Conditions of Community Project by Mini-Nation Campaign: 4 Case Studies]. Journal of the University of Marketing and Distribution Sciences - Humanities, Arts & Sciences (dalam bahasa Japanese). 22 (2): 111–124. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- Streich, Philip (2021). "The Japanese Experience with Micronations" (PDF). Transformations (35): 118–128. ISSN 1444-3775. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2023-10-22.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.