Minta Banyu
Minta Banyu adalah tradisi masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan berupa permintaan air yang telah dibacakan doa atau ayat-ayat Al-Qur'an oleh ulama, tuan guru, atau orang yang dikenal saleh. Air tersebut diminum, dipercikkan, atau digunakan untuk mandi sebagai sarana memperoleh kesembuhan, keselamatan, dan keberkahan hidup.[1]
Asal-usul dan Makna
Asal tradisi ini berakar pada kehidupan masyarakat Banjar yang menjunjung tinggi ajaran Islam dan menghormati para ulama. Sejak masa awal penyebaran Islam di Kalimantan Selatan, masyarakat Banjar menjadikan ulama sebagai pusat kehidupan sosial dan spiritual. Dalam hubungan ini lahir kebiasaan meminta doa dan air yang dibacakan ayat suci sebagai bentuk penghormatan sekaligus harapan agar doa yang dibaca membawa manfaat dan berkah. Tradisi ini diwariskan secara turun-temurun dan tetap dipertahankan hingga masa kini.[2]
Pelaksanaan minta banyu dilakukan dengan membawa wadah berisi air kepada ulama untuk dibacakan doa atau ayat Al-Qur’an, kemudian air tersebut disimpan atau diminum oleh peminta. Tujuannya beragam, antara lain untuk penyembuhan penyakit, kelancaran persalinan, keselamatan perjalanan, dan ketenangan batin. Dalam praktiknya, air yang diminta diberi nama sesuai fungsi, seperti banyu yasin, banyu burdah, banyu tawar, banyu palungsur, dan banyu singgugut. [2]
Makna utama minta banyu terletak pada keyakinan bahwa air menjadi perantara untuk menyampaikan doa kepada Allah. Air tidak memiliki kekuatan gaib, tetapi berfungsi sebagai media keberkahan yang terhubung dengan bacaan ayat suci dan doa yang ditiupkan ke dalamnya. Keyakinan ini sejalan dengan konsep tabarruk, yaitu usaha mencari keberkahan dari sesuatu yang dekat dengan Allah. Selama pelaksanaannya tetap berlandaskan tauhid, tradisi ini tidak bertentangan dengan ajaran Islam.[3]
Dari sisi sosial dan psikologis, minta banyu mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap hubungan antara doa dan kesehatan. Masyarakat Martapura, yang menjadi salah satu wilayah pelestari tradisi ini, menunjukkan tingkat efikasi diri sedang hingga tinggi dalam meyakini minta banyu sebagai sarana penyembuhan dan penguatan spiritual.[1]
Makna simbolik dari tradisi ini tidak hanya terletak pada aspek fisik air, tetapi juga pada nilai ketaatan dan penghormatan kepada ulama. Melalui minta banyu, masyarakat Banjar menegaskan hubungan spiritual dengan Allah serta mengekspresikan keyakinan bahwa segala kebaikan dan kesembuhan hanya berasal dari-Nya, sedangkan air dan doa hanyalah perantara menuju rahmat dan pertolongan-Nya.[3]
Rujukan
Referensi
- ^ a b Fitrianingsih, Faridha (2022). "Efikasi Diri Masyarakat Tentang 'Minta Banyu' Untuk Pengobatan di Martapura". PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat, Vol. 6 No. 1, hlm. 302–308.
- ^ a b Najiha, Farihatun (2025). "Analisis Hukum Dalam Tradisi 'Minta Banyu' Pada Masyarakat Banjar". Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, Vol. 3 No. 1, hlm. 546–552. https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i1.964
- ^ a b Saberina Latifah, Noraida (2025). "Analisis Hukum Terhadap Adat Minta Banyu Ke Ulama Untuk Menyembuhkan Penyakit". Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, Vol. 3 No. 1, hlm. 593–598. https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i1.972
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.