Minyak mimba

Minyak mimba hasil ekstraksi

Minyak mimba, juga dikenal sebagai minyak margosa, adalah minyak nabati yang diekstraksi dari buah dan biji pohon mimba (Azadirachta indica), pohon yang merupakan tumbuhan asli anak benua India dan telah diperkenalkan ke banyak daerah lain di daerah tropis. Ini merupakan produk mimba yang paling penting dan tersedia secara komersial, serta merupakan pestisida ampuh yang digunakan dalam pertanian organik.

Komposisi

Azadirakhtin adalah triterpenoid yang paling dikenal dan dipelajari dalam minyak mimba. Nimbin adalah triterpenoid lain yang telah dikaitkan dengan beberapa khasiat minyak mimba sebagai antiseptik, antijamur, antipiretik, dan antihistamin.[1]

Kegunaan

Ayurveda

Minyak mimba memiliki sejarah penggunaan dalam pengobatan tradisional ayurveda.[2][3]

Pestisida

Formulasi yang mengandung minyak mimba telah banyak digunakan sebagai biopestisida untuk hortikultura[butuh rujukan] dan untuk pertanian organik, karena dapat mengusir berbagai macam hama serangga termasuk Pseudococcidae, spodoptera exigua, kutu daun, ulat kubis, penggorok daun, kutu kebul, tungau, agas jamur, kumbang, larva ngengat, lalat jamur, penggerek daun, ulat, belalang padi, nematoda, dan kumbang Jepang.[4][5]

Ketika diencerkan secukupnya dan tidak terkonsentrasi langsung ke habitatnya atau pada sumber makanannya, minyak mimba tidak diketahui berbahaya bagi mamalia, burung, cacing tanah, atau beberapa serangga bermanfaat seperti kupu-kupu, lebah madu, dan kumbang koksi. Minyak ini dapat digunakan sebagai pestisida rumah tangga untuk semut, kutu kasur, kecoak, lalat rumah, lalat pasir, siput, rayap, dan nyamuk baik sebagai penolak maupun sebagai larvasida.[3]

Ekstrak mimba bertindak sebagai antipakan dan memblokir aksi hormon pergantian kulit serangga, yakni ekdison. Azadirakhtin adalah regulator pertumbuhan (limonoid) yang paling aktif, terdapat pada konsentrasi 0,2–0,4% dalam biji pohon mimba.[6]

Toksisitas

Minyak mimba tampaknya cukup toksik jika tertelan dan dapat menyebabkan asidosis metabolik, sawan, gagal ginjal, ensefalopati, dan pembengkakan otak yang parah pada bayi dan anak kecil.[2][7][8] Minyak mimba tidak dianjurkan untuk digunakan oleh wanita hamil, wanita yang sedang mencoba untuk hamil atau menyusui, dan mereka yang berusia di bawah 18 tahun.[2] Minyak ini juga dapat dikaitkan dengan dermatitis kontak alergi.[9]

Lihat juga

Referensi

  1. ^ W. Kraus, "Biologically active ingredients-azadirachtin and other triterpenoids", in: H. Schutterer (Ed.), The Neem Tree Azadirachta indica A. Juss and Other Meliaceous Plants, Weinheim, New York, 1995, pp. 35–88. ISBN 3-527-30054-6
  2. ^ a b c "Neem Oil Monograph". Drugs.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 Maret 2018. Diakses tanggal 26 Januari 2016.
  3. ^ a b Puri, H. S. (1999). Neem: The Divine Tree. Azadirachta indica. Amsterdam: Harwood Academic Publications. ISBN 978-90-5702-348-4.
  4. ^ Isman, Murray B (2006). "Botanical Insecticides, Deterrents, and Repellents in Modern Agriculture and an Increasingly Regulated World". Annual Review of Entomology. 51: 45–66. doi:10.1146/annurev.ento.51.110104.151146. PMID 16332203.
  5. ^ Mishra, A. K; Singh, N; Sharma, V. P (1995). "Use of neem oil as a mosquito repellent in tribal villages of mandla district, madhya pradesh". Indian Journal of Malariology. 32 (3): 99–103. PMID 8936291.
  6. ^ Robert L. Metcalf (2007), "Insect Control", Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry (Edisi 7th), Wiley, hlm. 1–64, doi:10.1002/14356007.a14_263, ISBN 978-3527306732
  7. ^ Meeran, M; Murali, A; Balakrishnan, R; Narasimhan, D (November 2013). ""Herbal remedy is natural and safe"--truth or myth?". The Journal of the Association of Physicians of India. 61 (11): 848–50. PMID 24974507.
  8. ^ Bhaskar, MV; Pramod, SJ; Jeevika, MU; Chandan, PK; Shetteppa, G (Agustus 2010). "MR imaging findings of neem oil poisoning". AJNR. American Journal of Neuroradiology. 31 (7): E60-1. doi:10.3174/ajnr.A2146. PMC 7965469. PMID 20448012.
  9. ^ de Groot, A; Jagtman, BA; Woutersen, M (2017). "Contact Allergy to Neem Oil". Dermatitis: Contact, Atopic, Occupational, Drug. 28 (6): 360–362. doi:10.1097/DER.0000000000000309. PMID 29059091. S2CID 39042581.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya