Mochammad Hindarto
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Desember 2022) |
| Mochammad Hindarto | |
|---|---|
| Lahir | 16 Maret 1939 Purwokerto, Hindia Belanda |
| Meninggal | 11 Januari 2024 (umur 84) |
| Makam | San Diego Hills |
| Almamater | Universitas Gadjah Mada Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian |
| Karier polisi | |
| Departemen | Kepolisian Negara Republik Indonesia |
| Pengabdian | Indonesia |
| Lama dinas | 1961–1995 |
| Pangkat | Mayor Jenderal |
| Suami/istri | Hanako Sri Hartini Dian Baskorowati |
| Anak | 3 |
Mochammad Hindarto (16 Maret 1939 – 11 Januari 2024) adalah seorang purnawirawan perwira tinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Pada 1980, ia dipercayai sebagai ketua bidang pembinaan Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI).[1]
Di masa kecilnya, anak sulung dari dua bersaudara ini ingin menjadi penerbang. Tetapi, ia gagal dalam tes akhir di TNI-AU. Ia kemudian masuk Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK). Ia menikah dengan Hanako Sri Hartini Dian Baskorowati dan dikaruniai 3 orang anak.[1]
Toto sepenuhnya mendukung gagasan pembagian keta menurut tinggi badan pada cabang olahraga voli. Tetapi, ia juga tidak sekadar menunggu. Suatu ketika, musalnya, ia memprakasai proyek pembibitan, dengan mengundang peminat bola voli di bawah usia 16 tahun. Untuk kelompok putra, proyek itu menuntut tinggi badan minimal 170 cm, dan untuk putri 160 cm. Sayang, setelah berjalan setahun, proyek itu macet. "kami kehabisan dana," keluh toto. Ia mengakui, selama ini dana itu diterima dari paa penyumbang tidak tetap. "Bahkan, tidak jarang dana itu keluar dari kantung Pak Anton," katanya. Yang dimaksud adalah Anton Soedjarwo, Kapolri dan Ketua Umum PBVSI.[1]
Toto pernah melontarka gagasan proyek pembibitan, hasil pengamatannya di Korea Selatan. Menurut gagasan itu, anak dengan tinggi 170 cm (pria) dan 160 cm (putri) hendaknya diprmudah dalam penerimaan di SLTP dan SLTA. Lalu, dalam mata pelajaran olahraga, mereka khusus dilatih bola voli. Gagasan ini pun kandas, karena tidak sejalan dengan kebijaksanaan Departemen P&K, yang mewajibkan pendidikan olahraga umum kepada semua siswa.[1]
Referensi
- ^ a b c d APA & SIAPA sejumlah orang Indonesia 1985-1986. Tempo (Jakarta, Indonésie) (Edisi Cet. 1). Jakarta: Grafiti Pers. 1986. ISBN 979-444-006-X. OCLC 37095471. Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link)
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.