Molontalo

Molontalo adalah tradisi masyarakat Gorontalo. Molontalo itu sendiri berasal dari bahasa Gorontalo yang artinya meraba perut. Upacara adat molontalo dilakukan pada wanita yang telah menikah dan sedang mengandung 7 bulan untuk anak pertama. Molontalo merupakan pra acara dalam adat kelahiran dan keremajaan etnis Gorontalo. Tradisi molontalo telah turun temurun dilakukan sejak dulu hingga sekarang. Dalam tradisi Gorontalo terdapat ungkapan "Maalo kakali, lonto butu asali debo donggo wali-wali" yang berarti "sudah tetap, dari awal mula hingga kini berlaku". [1]

Adat molontalo disesuaikan dengan hukum-hukum ajaran Islam yang berlaku dan berlandaskan pada Q.S. Al-Mu'minun ayat 12-14 yang artinya "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.[2]

Pada ayat tersebut di atas terdapat unsur perubahan wujud jabang bayi. Dalam adat Gorontalo diistilahkan umur 1 bulan yaitu "Ma tiloyonga", 3 bulan disebut "Ma molone'o" dan umur 6 bulan disebut "Ma modu'oto". Perubahan yang terjadi disyukuri dengan cara "Ngadi salawati" atau mengaji dan bershalawat. [1]

Pelaksana

Dalam upacara adat molontalo, terdapat pelaksana yang terlibat dan bertanggungjawab agar pelaksanaannya berjalan dengan lancar sesuai dengan ketentuan adat. Pelaksana yang terlibat antara lain sebagai berikut:

  1. Kerabat pihak suami.
  2. Hulango atau bidan kampung sebagai pelaksana upacara molontalo
  3. Hatibi atau imam sebagai pelaksana keagamaan yang mampu dan mahir melafalkan do'a sholawat (Mo'odelo).
  4. Dua orang anak. 1 anak perempuan berumur 7-9 tahun yang kedua orang tuanya (Payu lo Limutu) dan 1 anak laki-laki berumur 7 - 9 tahun yang kedua orang tuanya lengkap (Payu lo Hulontalo).
  5. Dua orang Ibu dari keluarga sakinah.

Referensi

  1. ^ a b Daulima, Farha (2006). Ragam Upacara Tradisional Daerah Gorontalo. Limboto, Kabupaten Gorontalo: Forum Suara Perempuan LSM Mbu'i Bungale. hlm. 1–2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ "Surat Al-Mukminun Ayat 12-14 Arab, Latin, Terjemah dan Tafsir | Baca di TafsirWeb". tafsirweb.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-04-06.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya