Muara sungai

Muara sungai, atau ringkasnya muara adalah wilayah badan air tempat masuknya satu atau lebih sungai ke laut, samudra, danau, bendungan, atau bahkan sungai lain yang lebih besar. Di wilayah pesisir, muara sungai sangat terpengaruh oleh kondisi air daratan seperti aliran air tawar dan sedimen, serta air lautan seperti pasang-surut, gelombang, dan masuknya air asin ke darat. Bergantung pada lokasi dan kondisi lingkungannya, muara dapat mengandung banyak relung ekologis dalam area kecil, dan begitu juga terkait dengan tingginya keanekaragaman hayati. Muara sungai-sungai besar dapat membentuk estuaria dan juga delta.
Permukiman manusia
Sebagai ekosistem, banyak muara-muara sungai yang lingkungannya terancam oleh aktivitas manusia seperti polusi dan penangkapan ikan secara berlebihan. Karena cocok sebagai tempat permukiman, lingkungan muara sungai populer sebagai tempat tinggal manusia. Dari 32 kota terbesar di dunia, 22 di antaranya terletak di Muara.[1]
Di Indonesia, kota-kota yang terletak di muara ini banyak yang menggunakan kata muara, kuala, atau juga istilah dalam bahasa daerah seperti nanga (Kalbar), tumbang (Kalteng), long (Kaltim) dan lain-lain. Beberapa contohnya:
- Muara Angke, berlokasi di muara Kali Angke ke Teluk Jakarta, DKI Jakarta
- Muara Bungo, di muara Batang Bungo ke Batang Hari, Jambi
- Muara Enim, di pertemuan Sungai Enim dengan Sungai Lematang, Sumatera Selatan
- Muara Tebo, di muara Batang Tebo ke Batang Hari, Jambi
- Muara Teweh, di muara Sungai Teweh ke Sungai Barito, Kalimantan Tengah
- Kuala Kapuas (dulu Tumbang Kapuas), pertemuan S. Kapuas dengan S. Kapuas Murung, Kalimantan Tengah
- Kuala Kurun, di muara Sungai Kurun ke Sungai Kahayan, Kalimantan Tengah
- Kuala Pembuang, di muara Sungai Seruyan ke Laut Jawa, Kalimantan Tengah
- Nanga Bulik, di muara Sungai Bulik ke Sungai Lamandau, Kalimantan Tengah
- Nanga Pinoh, di muara Sungai Pinoh ke Sungai Melawi, Kalimantan Barat
- Tumbang Titi, di tepi Sungai Pesaguan, Kalimantan Barat
Di negara sekitar Indonesia, kota yang serupa:
Referensi
- ^ Ross, D A (1995) Introduction to Oceanography. New York: Harper Collins College Publishers. ISBN 978-0-673-46938-0
Lihat juga
- Hulu sungai
- Tempuran sungai
- Delta sungai
- Mulut sungai (gosong sungai/sedimen)
- Daerah aliran sungai
- Daftar daerah aliran sungai (DAS) di Indonesia
Pranala luar
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.