Museum Anak Bajang
Museum Anak Bajang adalah museum yang terletak di Dusun Wonorejo, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Museum ini diresmikan pada 27 September 2021.[1]
Nama museum ini diambil dari tokoh dalam novel yang terbit pada 1981 berjudul Anak Bajang Menggiring Angin karya budayawan Sindhunata.[2] Jam operasional museum ini buka setiap hari dari jam 09.00 hingga 16.00 WIB.[3]
Tata letak
Terdiri atas tujuh kompleks bangunan yang menyimpan berbagai koleksi.[3] Pada ruangan Asram terdapat karya seni rupa seperti lukisan, patung, dan instalasi yang menggambarkan tokoh anak bajang.[1]
Pada kompleks yang sama, juga terdapat ruangan Sindhu Sekoel.[3] Penggunaan nama sekoel tidak mengacu pada school yang berarti sekolah. Namun mengacu pada bahasa jawa "sekul" atau nasi.[4] Ruangan ini merupakan tempat menyimpan buku-buku dan tulisan karya Sindhunata. Pada ruangan ini juga terdapat karya seni rupa yang dibuat oleh perupa lain sebagai respon terhadap karya tulis Sindhunata.[1]
Pada museum ini juga terdapat kompleks Kapujanggan yang menyimpan benda-benda koleksi 3 tokoh yang berperan penting dalam perkembangan majalan Basis. Mereka adalah PJ Zoetmulder, Nicolaus Driyarkara, dan Dick Hartoko. Di kompleks ini berisi benda-benda jurnalistik dan Rumah Yakopan.[3] Di sini juga terdapat Ruang Insulinde yang didedikasikan untuk masyarakat biasa dengan beragam profesi, seperti tukang becak.[1]
Pada kompleks Panyarikan isinya berkaitan dengan dunia jurnalistik. Pada kompleks ini terdapat beberapa foto terbitan awal harian Kompas serta patung lima tokoh pers Indonesia. Mereka adalah Mochtar Lubis, BM Diah, Rosihan Anwar, PK Ojong, dan Jakob Oetama.[1]
Pada kompleks Sanggar Pamujan, berisi tempat ibadah sejumlah agama di Indonesia. Pada kompleks Sekolahe Petroek ada perpustakaan dengan berbagai koleksi buku.[1]
Referensi
- ^ a b c d e f Kompas, Tim Harian (2021-09-27). "Museum Anak Bajang, Ruang Belajar Kearifan Hidup dari Yang Dianggap Hina". Kompas.id. Diakses tanggal 2026-05-15.
- ^ Agnes, Tia. "Kisah Anak Bajang Ciptaan Sindhunata Ditafsir Jadi 25 Lukisan". detikhot. Diakses tanggal 2026-05-15.
- ^ a b c d Aristyan, Achmad. "Berada Di Kota Yogyakarta, Museum Anak Bajang Ini Sajikan Karya Seni Penuh Makna Kebhinekaan, Cari Tau Lokasinya Disini - Wonosobo Zone". Berada Di Kota Yogyakarta, Museum Anak Bajang Ini Sajikan Karya Seni Penuh Makna Kebhinekaan, Cari Tau Lokasinya Disini - Wonosobo Zone. Diakses tanggal 2026-05-15.
- ^ Pangaribowo, Wisang Seto (27 September 2021). "Bukan Museum Biasa, Museum Anak Bajang Tempat Berbagi Pengetahuan dan Simbol Kebhinekaan". Kompas. Diakses tanggal 15 Mei 2026.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.