Museum Blambangan

Museum Blambangan
PetaKoordinat: 8°13′15.20″S 114°22′5.38″E / 8.2208889°S 114.3681611°E / -8.2208889; 114.3681611
Didirikan25 Desember 1977
LokasiJalan A. Yani No. 78, Banyuwangi, Jawa Timur[1]
JenisMuseum Sejarah
Wisatawan914 Orang (2013)

Museum Blambangan adalah Museum Sejarah yang berlokasi di Jalan A. Yani No. 78, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.[2][3] Museum ini didirikan pada tanggal 25 Desember 1977 dan diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur saat itu Soenandar Prijosoedarmo. Nama Blambangan sendiri berasal dari Kerajaan Blambangan yang pernah ada di zaman kejayaan Kerajaan Majapahit.[3]

Sejarah

Museum Blambangan didirikan pada tanggal 25 Desember 1977 dan diresmikan oleh gubernur Jawa Timur saat itu, Soenandar Prijosoedarmo. Museum ini diberi nama Museum Blambangan karena di masa lalu Blambangan adalah sebuah kerajaan yang cukup dikenal pada masa kerajaan Majapahit. Museum Blambangan awalnya merupakan bangunan peninggalan era kolonial Belanda yang sempat berfungsi sebagai kantor pembantu bupati atau kewedanaan. Hingga pada 14 Mei 2003, nelalui Peraturan Daerah No. 6 Tahun 2003, Museum Blambangan dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Banyuwangi bersama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Lokasi museum yang awalnya berada di lingkungan Pendapa Sabha Swagatha Kabupaten Banyuwangi dipindahkan ke Pelinggih Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi sejak tanggal 4 Januari 2004.[4][5]

Koleksi

Koleksi-koleksi yang terdapat di dalam Museum Blambangan Banyuwangi terdiri dari Guci Besar (berkuping), Arca Wisnu, Mesin Ketik, Telepon Kuno, keris, tombak, senjata, uang gobok, rumah suku Osing, batik Banyuwangi, etnografi, arkeologi, numismatika, fiologika, keramologika, teknologika, dan seni rupa.[6]

Koleksi Museum Blambangan terbagi menjadi 8 klasifikasi, yaitu:[7]

Keramologika adalah benda koleksi yang dibuat dari bahan tanah liat yang dibakar berupa barang pecah. Contoh: yaitu Buli-buli terbuat dari bahan keramik dan diperkirakan berasal dari Burma abad XVII-XIX yang memiliki fungsi sebagai peralatan rumah tangga.[8]

Etnografika adalah benda koleksi yang merupakan objek penelitian antropologi. Benda-benda tersebut merupakan hasil budaya atau menggambarkan suatu etnis. Contoh: Pedang atau klewang yang dibuat dari logam dan kayu yang ditemukan di Banyuwangi.[8]

Teknologika adalah suatu benda atau kumpulan benda yang berkaitan dengan cabang kesenian, disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi. Contoh: Gramofon yang terbuat dari kayu dan logam dimana gramofon dahulu dinamakan kotak musik atau sebagai leluhur dari tape recorder yang ada pada zaman sekarang.[8]

Arkeologika adalah benda koleksi yang merupakan hasil budaya manusia masa lampau yang menjadi objek penelitian arkeolog. Benda-benda tersebut 61 merupakan hasil peninggalan budaya sejak masa prasejarah sampai pengaruh budaya barat. Contoh: Arca primitif terbuat dari bahan batu andesit.[8]

Historika adalah benda koleksi yang menjadi objek penelitian sejarah. Benda-benda ini mempunyai nilai sejarah sejak masuknya budaya barat hingga sekarang (sejarah) yang berkaitan dengan suatu organisasi masyarakat (misalnya negara, kelompok, tokoh). Contoh: Pakaian bupati banyuwangi terbuat dari kain beludru dengan warna hitam dan model krah shanghai.[8]

Filologika adalah benda koleksi yang menjadi objek penelitian filologi, berupa naskah kuno yang ditulis dengan tangan yang menguraikan hal atau peristiwa. Contoh: Naskah kuno terbuat dari kertas yang mana bertuliskan huruf arab dengan bahasa jawa dengan tulisan tangan berhuruf dan berbahasa arab.[8]

Seni rupa adalah benda koleksi seni yang mengekspresikan pengalaman artistik manusia melalui objek-objek dua atau tiga dimensi.[8] Contoh: Miniatur padu gandrung ini menggambarkan tari gandrung yang diiringi dengan musik tradisional.

Numesmatika adalah benda koleksi yang berupa mata uang atau alat tukar yang sah. Contoh: Uang gobok, uang gepeng berbentuk pipih melingkar, bagian tengah terdapat lubang berbentuk segi empat.[8]

Referensi

  1. ^ "DAFTAR MUSEUM KEBUDAYAAN PER KEC. Banyuwangi". Pusdatin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 31 Mei 2025. ;
  2. ^ "Museum Blambangan". museum.co.id. Diakses tanggal 2025-05-22.
  3. ^ a b sijamuwangi.banyuwangikab.go.id https://sijamuwangi.banyuwangikab.go.id/museum-blambangan/sejarah-museum/. Diakses tanggal 2025-05-22.
  4. ^ Apriliya Oktavianti. "Sejarah museum blambangan banyuwangi". Situsbudaya.id. Diakses tanggal 6 Juni 2020.[pranala nonaktif permanen]
  5. ^ "Museum Blambangan". Eastjava.com. Diakses tanggal 6 Juni 2020.
  6. ^ Direktori Museum Indonesia. Jakarta: Sekretariat Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2012. hlm. 435.
  7. ^ Agus Mursidi (5 Februari 2010). Pemanfaatan Museum Blambangan sebagai Sumber Belajar Sejarah (Thesis).
  8. ^ a b c d e f g h "Museum Blambangan Banyuwangi". KeMuseum. 2021-02-15. Diakses tanggal 2025-05-22.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya