Museum Perang Dunia II
Museum Perang Dunia II adalah museum yang berada di perbatasan Desa Pandanga dan Wawama (Pandawa), Morotai Selatan, Pulau Morotai, Maluku Utara yang menyimpan koleksi yang berhubungan dengan Perang Dunia II yang terjadi di pulau tersebut.[1]
Museum Perang Dunia II berada di bawah pengelolaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pulau Morotai karena tercatat sebagai cagar budaya.[1]
Sejarah
Pembangunan museum dilakukan pada 2012 saat pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Adapun luas lahan pembangunan Museum Perang Dunia II seluas 2 hektare dan alasan pembangunan di Pulau Morotai dikarenakan pernah menjadi tempat pendaratan pasukan sekutu dan tempat berlangsungnya upacara penyerahan atas kekalahan Jepang terhadap Sekutu AS pada tahun 1944.[1]
Pada, 6 Januari 2022, PTUN Ambon memutuskan untuk memenangkan gugatan TNI AU atas sertifikat tanah yang di atasnya berdiri Museum PD II yang sebelumnya merupakan hak pakai atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai yang terletak di Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.[2]
Akses dan lokasi
Museum Perang Dunia II berada satu kawasan dengan Museum Trikora di sisi Bandara Pitu ke arah laut.[1]
Koleksi
Barang-barang peninggalan di dalam museum ini adalah bukti otentik yang dimiliki di Morotai seperti perlengkapan perang yang pernah digunakan pasukan Sekutu dan Jepang saat perang pada tahun 1944-1945 dan pakaian milik Jenderal Mc Arthur. Sebagian barang koleksi merupakan hasil restorasi dari perlengkapan yang diangkat dari perairan Morotai. Sedangkan di bagian luar museum terdapat tank peninggalan Perang Dunia II.[1]
Adapun koleksi museum terbagi ke dalam 45 jenis, diantaranya adalah Setrika, Sloki, Atribut, Sendok, Garpu, piring, mangko, cangkir, tempat parfum, peralatan personil, botol minuman, peluru jenggel, peluru 12,7, granat, senjata 12,7, magasen senjata, alat pendingin mesin pesawat, helm baja, sangkur, tempat minyak senjata, penggosok laras senjata.[1]
Selain itu juga terdapat ujung meriam loncer, radio jepang, kompor masak, piring, tengki minyak, batu listrik, tempat obat nyamuk, furing mesin, doktek, koin, patung, masker Jepang, alat cukur, alat penerang lampu, lampu weser mobil jib sekutu, morfin dan obat suntikan tentara.[1]
Referensi
- ^ a b c d e f g Husain (MG-265), Abdul Halil. "Mengenal Museum Perang Dunia II di Pulau Morotai - TIMES Indonesia". timesindonesia.co.id. Diakses tanggal 2024-05-30. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ^ "TNI AU Menangkan Gugatan Atas Sertifikat Museum Perang Dunia II Dan Museum Trikora Morotai Maluku Utara". tni.mil.id. 2022-01-10. Diakses tanggal 2024-05-30.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.