Ndalem Ngadiwinatan
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. (Juni 2025) |
Ndalem Ngadiwinatan adalah bangunan cagar budaya bergaya tradisional Jawa yang terletak di Jalan Alun-Alun Selatan No. 23, Suryoputran, Panembahan, Kraton, Kota Yogyakarta. Bangunan ini memiliki sejarah erat dengan Keraton Kasultanan Yogyakarta, khususnya sebagai tempat tinggal BPH (Gusti Bendara Pangeran Harya) Hadiwinoto, putra Sri Sultan Hamengku Buwono VI. Setelah wafatnya BPH Hadiwinoto, Dalem Ngadiwinatan diwariskan kepada menantunya, KRT Prawirodiningrat, lalu kepada putranya Bekel Atmosuryobroto.[1] Sejak tahun 1986, bangunan ini digunakan sebagai kantor Balai Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta.[2]

Ndalem Ngadiwinatan merupakan contoh arsitektur tradisional Jawa yang menampilkan karakteristik khas dalam tata ruang dan elemen bangunannya. Bangunan ini berorientasi ke selatan dengan denah berbentuk persegi panjang, menampilkan penyimpangan dari pola umum ndalem Jawa karena tidak memiliki pendopo di bagian depan. Sebagai gantinya, terdapat pringgitan (serambi depan) yang terdiri dari tiga ruangan, yaitu satu serambi utama dan dua ruang samping yang dilengkapi pintu kupu tarung di sisi kanan dan kiri.

Struktur atap bangunan ini menampilkan dua bentuk utama, yaitu atap limasan yang membungkus bagian fasad dan pringgitan, serta atap joglo yang menaungi bagian inti ndalem. Elemen pintu dan jendela menggunakan desain kupu tarung dari bahan kayu, dengan beberapa jendela dilengkapi kaca yang dapat dibuka. Pintu utama berukuran lebar dengan dua daun pintu dari kayu jati berwarna kuning. Sistem penyangga atap menggunakan konsol besi berbentuk segitiga bermotif sulur bunga berwarna merah yang menopang tritisan seng.
Lantai bangunan menggunakan tegel abu-abu bermotif berukuran 20x20 cm, sementara tiang-tiang penyangga terbuat dari kayu dengan umpak bermotif tradisional Jawa. Sistem ventilasi terdiri dari boven kayu dan ram besi yang dipasang di atas pintu, beberapa di antaranya dilengkapi dengan kaca. Sebagian besar plafon menggunakan material eternit, meskipun terdapat beberapa ruangan yang mempertahankan plafond asbes. Elemen dekoratif utama terlihat pada plafond pamidhangan di bawah brunjung, yang menampilkan motif matahari sebagai ciri khas ornamen Jawa.
Awalnya berfungsi sebagai kediaman BPH Hadiwinoto, putra Sultan Hamengku Buwono VI, bangunan ini kini digunakan sebagai kantor Balai Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta. Kompleks ini dilengkapi dengan regol (gerbang utama) dan tembok keliling yang masih terpelihara dengan baik. Secara keseluruhan, arsitektur Ndalem Ngadiwinatan merepresentasikan perpaduan antara unsur tradisional Jawa dan adaptasi fungsi modern, sekaligus mencerminkan status sosial dan nilai budaya bangsawan Yogyakarta masa lalu.
Lokasi Sekitar
Ndalem Ngadiwinatan terletak di Jalan Alun-Alun Selatan No. 23, Suryoputran, Panembahan, Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi ini berada di kawasan Keraton Yogyakarta yang kaya akan sejarah dan budaya. Bangunan menghadap ke selatan dengan denah persegi panjang dan dikelilingi oleh regol (gerbang) serta tembok keliling yang masih terawat.[4]
Sekitar Ndalem Ngadiwinatan terdapat lingkungan permukiman tradisional yang termasuk dalam wilayah administratif Kelurahan Ngampilan, Kecamatan Ngampilan. Kampung Ngadiwinatan sendiri merupakan bagian dari komunitas yang berhubungan erat dengan Keraton Yogyakarta. Di sekitar lokasi ini juga terdapat berbagai situs dan bangunan bersejarah lain yang menjadi bagian dari kompleks Keraton dan pusat budaya Yogyakarta. Secara geografis, koordinat Ndalem Ngadiwinatan adalah 7.810976° S, 110.363837° E, yang menempatkannya di pusat kota Yogyakarta.[4]
Referensi
- ^ a b "Dalem Ngadiwinatan – Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-06-18.
- ^ "JOGJACAGAR | Sistem Informasi Cagar Budaya". jogjacagar.jogjaprov.go.id. Diakses tanggal 2025-06-18.
- ^ Author, Soedarso., dkk. (1989). "Studi Interior Rumah Tradisional Yogyakarta Dalem Mangkubumen, Dalem Notoprajan, Dalem Ngadiwinatan, Dalem Yudhonegaran, Dalem Kasatrian". Laporan Penelitian Balai Penelitian ISI Yogyakarta. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ^ a b c "Kemantren Ngampilan" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-06-19.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.