Ngunduh Damar

Ngunduh Damar adalah tradisi turun-temurun masyarakat pesisir di wilayah Krui-Pesisir Barat, Provinsi Lampung, proses ini merupakan memanen getah pohon damar (sering disebut juga dengan nama lain damar mata kucing) di kebun/kawasan damar yang disebut repong.[1]

Proses Ngunduh Damar

Proses Ngunduh Damar di wilayah Krui-Pesisir Barat memiliki beberapa tahapan sebelum damar diunduh dengan sempurna tahapan tersebut meliputi :

1.Persiapan Alat

Sebelum mulai memanen petani biasanya menyiapkan alat terlebih dahulu antara lain: Ambon berupa tali atau sabuk tradisional yang berfungsi untuk mengaitkan antara badan dan pohon saat memanjat pohon damar, lalu terdapat juga alat berupa pisau kecil yang digunakan untuk mengunduh damar, dan ada juga alat khusus yaitu berupa Tembilung yang digunakan untuk menampung hasil panen atau wadah pengganti ember yang terbuat dari pelepah aren, dan alat yang terakhir ada Bebalang berupa alat gendong untuk menjadi tempat seluruh peralatan dan hasil panen.[2]

2.Menentukan Pohon yang ''Matang''

Pohon damar yang bisa dikatakan matang (siap panen) yaitu pohon yang sudah berusia minimal 15 tahun dan tingginya 20-40 meter, pohon damar umumnya dipanen sebulan sekali setelah di deres dan getah berwarna bening hingga kekuningan (lebih mahal).[3]

3.Proses Memanjat

Dengan tinggi pohon sekitar 20-40 meter, petani menggunakan Ambon untuk membantu memanjat pohon.

Cara Memanjat:

  1. Ambon dipasang melingkar di pohon dan pinggang.
  2. Petani menggeser ambon naik sedikit demi sedikit.
  3. Sambil membawa alat memanen damar.

4. Mengambil Getah (Ngunduh)

Dibagian batang yang sebelumnya disayat (deres), damar mengeras dan membentuk bongkahan.

Langkahnya :

  1. Petani membersihkan luka lama bekas deresan.
  2. Bongkahan damar yang sudah mengeras dicungkil menggunakan pisau deres.
  3. Getah yang sudah diambil ditampung di temilung.

Jenis damar yang diambil :

  1. Damar mata kucing →paling bening (kualitas tertinggi).
  2. Damar batu → kuning kecokelatan.

5.Membersihkan dan Memilah

Dibawah, getah damar dipilah :

  • Paling bening kualitas terbaik, harga tertinggi.
  • Kuning kecokelatankualitas rendah.
  • Kotoran (kulit kayu, ranting) dibersihkan.

6.Pengumpulan dan Penjualan

Setelah bersih, damar:

  • Dikeringkan
  • Ditimbang
  • Dijual ke tengkulak atau pengepul di pasar Krui
  • Lalu diekspor untuk industri vernis, kosmetik, cat, dupa, dan kerajinan.

Nilai Budaya

Di Krui, ngunduh damar bukan sekadar pekerjaan, tetapi bagian dari:

  • Tradisi turun-temurun masyarakat Pesisir Barat
  • Pelestarian repong damar (hutan adat)
  • Identitas masyarakat Saibatin Lampung.[4]

Referensi

  1. ^ R, Rahmadi (2020-06-07). "Repong, Cara Masyarakat Lampung Melestarikan Hutan". Mongabay.co.id. Diakses tanggal 2025-11-18.
  2. ^ "Ngunduh Damar di Pekon Rawas, Krui - Pesisir Barat Lampung". Diakses tanggal 2025-11-18.
  3. ^ R, Rahmadi (2020-06-07). "Repong, Cara Masyarakat Lampung Melestarikan Hutan". Mongabay.co.id. Diakses tanggal 2025-11-18.
  4. ^ R, Rahmadi (2020-06-07). "Repong, Cara Masyarakat Lampung Melestarikan Hutan". Mongabay.co.id. Diakses tanggal 2025-11-18.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya