Osilasi Arktik

Osilasi Arktik (Arctic Oscillation, AO) atau Northern Annular Mode/Northern Hemisphere Annular Mode (NAM) adalah fenomena cuaca di Kutub Arktik, yaitu di utara garis lintang 55 derajat. Fenomena ini merupakan salah satu mode variabilitas iklim yang penting bagi Belahan Bumi Utara. Analognya di Belahan Bumi Selatan disebut osilasi Antarktika atau Southern Annular Mode (SAM). Indeksnya berubah seiring waktu tanpa periodisitas tertentu, dan ditandai oleh anomali tekanan permukaan laut yang tidak bersifat musiman dengan satu tanda tertentu di Arktik, yang diimbangi oleh anomali dengan tanda berlawanan yang berpusat pada sekitar 37–45° LU.[1]

Osilasi Atlantik Utara (North Atlantic Oscillation, NAO) adalah kerabat dekat dari osilasi Arktik. Terdapat perdebatan mengenai apakah salah satu di antaranya lebih representatif terhadap dinamika atmosfer secara fundamental. NAO dapat diidentifikasi dengan cara yang lebih bermakna secara fisik, yang mungkin memiliki dampak lebih besar pada efek-efek terukur dari perubahan dalam atmosfer.[2]

Deskripsi

The Arctic Oscillation (AO) muncul sebagai pola cincin (ringlike) atau “annular” berupa anomali tekanan permukaan laut yang berpusat di wilayah kutub. Pola cincin ini menggambarkan variasi besar dalam distribusi tekanan atmosfer antara daerah kutub dan garis lintang menengah. Keberadaan benua dan daratan luas di sekitar Kutub Utara mengganggu kesimetrian pola cincin tersebut, sehingga pola anomali tekanan di Arktik cenderung terdistorsi dan tidak sepenuhnya seragam. Sebaliknya, anomali yang mengelilingi Kutub Selatan memiliki bentuk yang lebih simetris dan hampir melingkar sempurna, terutama karena belahan Bumi selatan didominasi oleh Samudra Selatan tanpa gangguan besar berupa massa daratan.

Dalam kajian klimatologi modern, Arctic Oscillation dipandang memiliki keterkaitan kausal dengan pola cuaca global, sehingga fluktuasi indeks AO dapat digunakan secara terbatas sebagai indikator prediktif bagi dinamika atmosfer lintas wilayah. Banyak ahli iklim berpendapat bahwa variasi dalam AO dapat memengaruhi kekuatan aliran jet, pola badai, distribusi suhu, serta pergerakan massa udara dingin dari Arktik. NASA climatologist James E. Hansen pernah memberikan penjelasan mengenai mekanisme yang menghubungkan AO dengan kondisi cuaca di lintang tengah—wilayah yang secara geografis sangat jauh dari Arktik. Dalam penjelasannya, Hansen menyatakan bahwa:

“Derajat sejauh mana udara Arktik menembus ke lintang menengah berkaitan dengan indeks AO, yang didefinisikan oleh pola tekanan atmosfer permukaan. Ketika indeks AO bernilai positif, tekanan permukaan di wilayah kutub tinggi. Hal ini membantu arus jet lintang menengah bertiup dengan kuat dan konsisten dari barat ke timur, sehingga menjaga udara dingin Arktik tetap terkunci di wilayah kutub. Ketika indeks AO bernilai negatif, biasanya terdapat tekanan rendah di wilayah kutub, angin zonal yang lebih lemah, dan perpindahan udara kutub yang sangat dingin ke lintang menengah menjadi lebih besar.”[3]

Namun demikian, penjelasan tersebut dianggap keliru dalam literatur ilmiah karena pada fase AO positif sebenarnya tekanan di Arktik cenderung rendah, bukan tinggi. Konfigurasi tersebut justru memperkuat aliran jet dan menahan udara dingin agar tidak bergerak ke lintang tengah. Meskipun demikian, kutipan tersebut tetap menunjukkan bagaimana AO dipahami sebagai elemen penting dalam dinamika sirkulasi atmosfer global.

Secara operasional, indeks Arctic Oscillation diturunkan dari anomali ketinggian geopotensial pada tekanan 1000 hPa yang diamati secara harian atau bulanan di wilayah antara 20° LU hingga 90° LU. Anomali tersebut kemudian diproyeksikan ke dalam pola pembebanan (loading pattern) AO,[4] yang didefinisikan sebagai fungsi ortogonal empiris (empirical orthogonal function/EOF) pertama dari rata-rata bulanan ketinggian geopotensial 1000 hPa selama periode dasar 1979–2000. Setelah proyeksi dilakukan, deret waktu indeks dinormalisasi menggunakan deviasi standar dari nilai bulanan indeks, sehingga menghasilkan ukuran kuantitatif yang memungkinkan perbandingan temporal antarperiode. Indeks AO yang telah dinormalisasi ini menjadi alat analisis utama dalam studi variabilitas atmosfer kutub, telekoneksi iklim, serta prediksi musiman di kawasan lintang tengah dan kutub.

Referensi

  1. ^ "ARCTIC OSCILLATION (AO)". Encyclopedia of Environmental Change. 2455 Teller Road, Thousand Oaks, California 91320: SAGE Publications, Ltd. 2014. ISBN 978-1-4462-4711-2. Pemeliharaan CS1: Lokasi (link)
  2. ^ Ambaum, Maarten H. P.; Hoskins, Brian J.; Stephenson, David B. (2025-01). Arctic Oscillation or North Atlantic Oscillation?. WORLD SCIENTIFIC. hlm. 231–245. ISBN 978-981-12-9479-2.
  3. ^ https://www.columbia.edu/~jeh1/mailings/2010/20100115_Temperature2009.pdf
  4. ^ "CPC - Teleconnections: Arctic Oscillation Loading Pattern". www.cpc.ncep.noaa.gov. Diakses tanggal 2025-11-14.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya