Otak Boltzmann

Otak Boltzmann mengacu kepada argumentasi yang menyatakan bahwa pembentukan otak secara spontan dan singkat di ruang kosong (lengkap dengan ingatan palsu) itu lebih mungkin daripada pembentukan alam semesta seperti yang digagas oleh ilmu pengetahuan modern. Argumen ini merupakan sebuah pembuktian melalui kontradiksi terhadap penjelasan Ludwig Boltzmann mengenai keadaan alam semesta dengan entropi rendah.[1]
Penjelasan
Menurut percobaan pikiran ini, otak Boltzmann adalah otak yang terbentuk secara acak akibat fluktuasi yang sangat sangat langka dari kesetimbangan termodinamik. Secara teoretis, dalam kurun waktu yang sangat lama, atom secara kebetulan bisa membentuk otak seperti itu, tetapi otak ini tidak akan bertahan lama dan akan langsung berhenti berfungsi dan hancur.[2]
Gagasan ini dinamai dari fisikawan Austria Ludwig Boltzmann (1844–1906), walaupun gagasan ini mencoba membantah teori yang ia kemukakan. Pada tahun 1896, Boltzmann mencoba menjelaskan mengapa alam semesta saat ini tidak memiliki entropi yang tinggi seperti yang diprediksikan oleh teori termodinamika. Menurut teorinya, salah satu penjelasannya adalah karena alam semesta yang sepenuhnya acak akan berfluktuasi menjadi keadaan dengan entropi rendah. Percobaan pikiran "otak Boltzmann" mencoba membantah hal ini.
Catatan kaki
- ^ Carroll, Sean. "Richard Feynman on Boltzmann Brains". Diakses tanggal 24 June 2019.
- ^ Sean Carroll (17 June 2019). "Sean Carroll's Mindscape". preposterousuniverse.com (Podcast). Sean Carroll. Terjadi pada 1:01.47. https://www.preposterousuniverse.com/podcast/2019/06/17/episode-51-anthony-aguirre-on-cosmology-zen-entropy-and-information/. Diakses pada 2 March 2019.
Bacaan lanjut
- "Disturbing Implications of a Cosmological Constant", Lisa Dyson, Matthew Kleban, and Leonard Susskind, Journal of High Energy Physics 0210 (2002) 011 (at arXiv)
- "Is Our Universe Likely to Decay within 20 Billion Years?", Don N. Page, (at arXiv)
- "Sinks in the Landscape, Boltzmann Brains, and the Cosmological Constant Problem", Andrei Linde, Journal of Cosmology and Astroparticle Physics, 0701 (2007) 022 (at arXiv)
- "Spooks in Space", Mason Inman, New Scientist, Volume 195, Issue 2617, 18 August 2007, Pages 26-29
- "Big Brain Theory: Have Cosmologists Lost Theirs?", Dennis Overbye, New York Times, 15 January 2008
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.