Pangan santekhi
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025) |
Pangan Santekhi adalah istilah dalam tradisi adat Lampung (terutama kelompok Saibatin/Pepadun) yang merujuk pada salah satu rangkaian pangan—yaitu jamuan makan/penyajian makanan—pada perhelatan adat (mis. pernikahan, nayuh, khitanan). Pangan Santekhi merupakan bagian penting dari upacara adat karena menandai tahap resepsi/pesta adat di mana seluruh sanak-kerabat dan tamu disajikan makanan menurut susunan adat dan tugas panitia adat.[1]
Ejaan dan istilah
Kata pangan dalam bahasa Lampung berarti jamuan atau hidangan yang disajikan pada acara adat; santekhi adalah salah satu tipe/kelompok pangan yang disebutkan dalam sumber-sumber lapangan dan dokumentasi adat (sering disebut bersama istilah lain seperti pangan bebai, pangan baya). Istilah-istilah ini umumnya muncul dalam narasi etnografi, skripsi/tesis, serta laporan lapangan tentang upacara pernikahan Lampung.[2]
Posisi dalam rangkaian adat
Dalam tata upacara pernikahan atau nayuh Lampung, pangan santekhi biasanya berlangsung setelah prosesi inti pernikahan (mis. ijab kabul, angkon muakhi, atau intar-intaran) dan berfungsi sebagai jamuan utama bagi tamu-tamu adat dan sanak keluarga. Pelaksanaan pangan santekhi melibatkan pembagian tugas panitia adat (makhanai, bebai, khagah, dsb.), penyajian makanan secara kolektif, dan sering diiringi ritual atau hiburan tradisional.[3]
Bentuk penyajian dan praktik
Bentuk dan isi pangan santekhi bisa bervariasi antar wilayah dan marga, tetapi ciri umum yang tercatat dalam studi etnografi adalah:
- Penyajian makanan secara massal (jamuan untuk banyak tamu), sering menggunakan wadah tradisional.
- Pembagian peran yang jelas: kelompok tertentu bertanggung jawab menyiapkan makanan utama, kelompok lain menata tempat, melayani tamu, atau mengurus hiburan.
- Acara makan dapat disertai sistem tempat duduk/adat (penempatan tamu menurut strata adat) dan diselingi prosesi adat (pemberian gelar, sambutan tokoh adat).[3]
Fungsi sosial dan simbolik
Pangan Santekhi bukan hanya soal konsumsi—ia berfungsi sebagai:
- Pengukuhan ikatan kekerabatan (melalui jamuan bersama yang menegaskan hubungan antar keluarga/marga).
- Ekspresi gotong-royong (pembagian tugas panitia dan partisipasi sanak).
- Penanda status adat (susunan tamu dan tata hidang mencerminkan strata sosial adat).
Peneliti menilai praktik pangan seperti santekhi penting untuk menjaga solidaritas sosial dan transmisi nilai kultural dalam komunitas Lampung.[3]
Variasi lokal dan nama lain
Nama, urutan, dan menu pangan santekhi dapat berbeda menurut kelompok Pepadun vs Saibatin, daerah pesisir vs pedalaman, serta keluarga adat. Di beberapa sumber, pangan santekhi dikontraskan dengan pangan-pangan lain seperti pangan beba i atau pangan baya yang memiliki fungsi dan waktu pelaksanaan berbeda (siang/ malam, tamu tertentu, dsb.).[2]
Referensi
- ^ Kusuma, Nurhadi; Pepilina, Dini (2024-03-18). "The Values Of Islam Nusantara's Civilization And Religious Moderation In Lampungnese Culture Community". Paradigma. 21 (1): 157–178. doi:10.33558/paradigma.v21i1.8276. ISSN 2775-9105.
- ^ a b NETIKA WURI , 1213032053 (2016-02-22). "PERANAN LEMBAGA PUNYIMBANG ADAT LAMPUNG SAIBATIN DALAM MELESTARIKAN TRADISI BUBALAH DI DESA KEDALOMAN KECAMATAN GUNUNG ALIP KABUPATEN TANGGAMUS LAMPUNG TAHUN 2015". digilib.unila.ac.id. Diakses tanggal 2025-10-18. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ^ a b c Erza, Rahma Zakia Al; Pahrudin, Agus; Anwar, Chairul (2024-02-05). "double Wedding Customs of the Lampung Pepadun Community in the Perspective of Islamic Education". Bulletin of Science Education (dalam bahasa Inggris). 4 (1): 71–76. doi:10.51278/bse.v4i1.969. ISSN 2774-4299.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.