Partai Kebebasan Kurdistan

Partai Kebebasan Kurdistan (Kurdi: پارتی ئازادیی کوردستان, romanized: Partî Azadîyê Kurdistan, disingkat PAK) adalah kelompok militan separatis dan nasionalis Kurdi dari kalangan Kurdi di Iran yang berbasis di Wilayah Kurdistan, Irak. Kelompok tersebut menyatakan bahwa tujuan utamanya adalah pembentukan sebuah negara Kurdi merdeka atau sebuah "Republik Kurdistan".[1][2][3]

Sejarah

Kelompok tersebut didirikan oleh Said Yazdanpanah, mantan anggota Gerilyawan Fedai Rakyat, di Ranya pada Mei 1991 dengan nama Persatuan Revolusioner Kurdistan.[2] Said Yazdanpanah meninggal pada September 1991, dan saudaranya Hussein Yazdanpanah ('Mam Hussein') kemudian mengambil alih organisasi tersebut.[2]

Dalam sebuah kongres yang diselenggarakan antara 10 hingga 12 Oktober 2006 di Erbil, kelompok itu mengadopsi nama yang sekarang dan memilih Ali Qazi, putra Qazi Mohammad, sebagai pemimpinnya. Hussein Yazdanpanah menjadi wakil presiden. Beberapa bulan kemudian, kelompok tersebut mengalami perpecahan ketika sejumlah anggota yang dipimpin oleh Simko Yazdanpanah, saudara Hussein, meninggalkan partai pada 7 Juli 2007. Pada 12 Agustus mereka menyatakan telah membentuk kembali Partai Persatuan Revolusioner Kurdistan yang asli dan menunjuk Amine Khanim, ibu dari bersaudara Yazdanpanah, sebagai pemimpinnya.[2] PAK tetap berada di bawah kepemimpinan Hussein Yazdanpanah, yang terus menjabat sebagai pemimpinnya hingga saat ini.

Pada 2017, organisasi tersebut mempertahankan hubungan dekat dengan Partai Demokrat Kurdistan Iran (KDPI) dan memiliki hubungan baik dengan Partai Demokrat Kurdistan (KDP) maupun Persatuan Patriotik Kurdistan (PUK).[1]

Pada 2023, sebagai bagian dari perjanjian keamanan antara pemerintah Irak dan Iran, PAK, PJAK, KDPI, dan kelompok oposisi Kurdi Iran lainnya diperintahkan untuk melucuti senjata dan memindahkan basis mereka menjauh dari perbatasan Iran.[4] PAK membantah bahwa mereka atau partai-partai Kurdi Iran lainnya telah meletakkan senjata atau menyetujui relokasi. Namun, menurut pejabat partai, PAK menghormati kedaulatan Pemerintah Daerah Kurdistan dan karena itu menahan diri untuk tidak melancarkan serangan terhadap Iran dari wilayah tersebut.[5]

Pada Juni 2025, setelah serangan Israel terhadap Iran, pemimpin Hussein Yazdanpanah menyerukan kepada pemuda Kurdi di Kurdistan Timur (Kurdistan Iran) untuk menyerang "target-target rezim Iran" dan membalas "para syuhada Kurdistan", khususnya kematian Jina Amini.[6] Menurut The National Context, pernyataan tersebut merupakan bagian dari apa yang digambarkannya sebagai pergeseran strategi PAK menuju pendekatan berisiko tinggi dan berprofil tinggi, termasuk secara terbuka mencari dukungan dari Israel.[7]

Selama protes Iran 2025–2026, PAK menyerukan kepada kelompok-kelompok Kurdi lainnya untuk segera berkoordinasi secara politik dan merumuskan posisi politik yang bersatu, dengan menyepakati "langkah-langkah Kurdi bersama dan tindakan praktis sebagai tanggapan terhadap tuntutan rakyat dan realitas di lapangan".[8] Pada 22 Februari 2026, setelah protes tersebut, PAK bergabung dengan partai-partai Kurdi Iran lainnya dalam pembentukan Koalisi Kekuatan Politik Kurdistan Iran. PAK menyambut baik serangan Israel-Amerika Serikat terhadap Iran pada 2026, tetapi mendesak orang-orang Kurdi di Iran agar tidak segera bertindak, dengan mengatakan bahwa mereka harus menunggu saat yang tepat daripada bertindak terlalu cepat dan berisiko ditinggalkan oleh Barat seperti yang terjadi pada masa-masa sebelumnya.[9]

Referensi

  1. ^ a b Milburn, Franc (May 2017). "Iranian Kurdish Militias: Terrorist-Insurgents, Ethno Freedom Fighters, or Knights on the Regional Chessboard?". Combating Terrorism Center. Diakses tanggal 17 June 2025.
  2. ^ a b c d Ahmadzadeh, Hashem; Stansfield, Gareth (2010), "The Political, Cultural, and Military Re-Awakening of the Kurdish Nationalist Movement in Iran", Middle East Journal, 64 (1): 11–27, doi:10.3751/64.1.11, hdl:10871/9414, JSTOR 20622980, S2CID 143462899
  3. ^ Issi, Murat (2023). Kurdish Political Parties: a critical overview (PDF). Annual Series Greek Asylum Service: Miscellaneous Writings, Athens: Nomiki Bibliothiki. hlm. 59.
  4. ^ "Iran-based PKK ally says to continue armed struggle". www.rudaw.net. 20 May 2025. Diakses tanggal 2025-06-25.
  5. ^ Menmy, Dana Taib (15 September 2023). "Iraqi Kurdistan disarms and relocates Iranian Kurds opposition parties near Mosul: sources". The New Arab. Diakses tanggal 26 June 2025.
  6. ^ "Hussein Yazdanpanah, Leader of Youth to Attack Iranian Regime Targets, Avenge "Kurdistan's Martyrs"". MEMRI (dalam bahasa Inggris). 15 June 2025. Diakses tanggal 2025-06-16.
  7. ^ "Ranking Iran's Kurdish Opposition: Strategic Depth, Networks, and Potential". The National Context (dalam bahasa American English). 2025-06-23. Diakses tanggal 2026-01-06.
  8. ^ "Violent protests raging on across Iran, seven reported dead". Rudaw (dalam bahasa Inggris). 2 January 2026. Diakses tanggal 2026-01-05.
  9. ^ "Kurdish-Iranian separatist group welcomes US and Israel attacks". Middle East Eye (dalam bahasa Inggris). 28 February 2026. Diakses tanggal 28 February 2026.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya