Partai Wawasan Negara

National Vision Party
Parti Wawasan Negara
Ketua umumHamzah Zainudin (Presiden)
Sekretaris UmumSaifuddin Abdullah
PendiriHuan Cheng Guan
Dibentuk09 Agustus 2009 (2009-08-09)
Dipisah dariGERAKAN (Huan Cheng Guan, 2009)
BERSATU (Hamzah Zainudin, 2026)
Didahului olehReset Malaysia
IdeologiKetuanan Melayu
Konservatisme sosial
Multirasialisme
Posisi politikSayap kanan
Afiliasi nasionalBarisan Nasional (rekan koalisi, 2009-2026)
Perikatan Nasional (2026-)
Warna  Red
  Blue
  White
Dewan Negara:
0 / 70
Dewan Rakyat:
19 / 222
Dewan Undangan Negeri:
5 / 611
Lambang pemilu

Partai Wawasan Negara (Melayu: Parti Wawasan Negara, disingkat sebagai WAWASAN) adalah partai politik sayap kanan dan nasionalis Melayu di Malaysia. Didirikan sebagai Partai Cinta Malaysia (Melayu: Parti Cinta Malaysia, disingkat PCM), partai ini diambil alih oleh Ketua Oposisi dan mantan wakil presiden Partai Pribumi Bersatu Malaysia Hamzah Zainudin dengan kelompok bekas anggota parlemen BERSATU lainnya yang menamai faksi mereka sebagai Reset Malaysia.

Sejarah

Partai ini didirikan oleh beberapa politisi seperti mantan wakil presiden partai Gerakan, Huan Cheng Guan, dan politisi independen sekaligus mantan anggota Dewan Undangan Negeri Sarawak untuk Ngemah, Gabriel Adit Demong.[1][2] Berbekal logo sendiri yang diizinkan Kementerian Dalam Negeri, partai ini kalah tipis (selisih 995 suara) dari Barisan Nasional saat ingin mempertahankan kursi DUN Demong walau bertanding di beberapa daerah pemilihan semasa pemilihan umum negara bagian Sarawak 2011. Kemudian partai ini mencoba peruntungan, namun selalu kehilangan deposit, di pemilu Parlemen Malaysia tahun 2013 dan 2018 dengan fokus di negara bagian Pulau Pinang. Pada Pemilu ke-14 partai ini menjalin hubungan dengan Partai Islam Se-Malaysia (PAS) sebagai rekan eksternal koalisi Gagasan Sejahtera. Huan Cheng Guan setelah itu sempat berikrar mundur dari politik karena kegagalannya menggagalkan Lim Guan Eng dan Pakatan Harapan memerintah negara bagian Pulau Pinang.[3] Namun hal itu nampaknya tidak terlaksana, karena Huan Cheng Guan tetap aktif di media sosial Facebook mengkritik Pakatan Harapan, bahkan berikrar setia mendukung Barisan Nasional sebagai anggota koalisi longgar Friends of BN.[4]

Gerakan Reset Malaysia

Secara terpisah, konflik internal Partai Pribumi Bersatu Malaysia berkecamuk pada tahun 2025. Anggota Dewan Rakyat Malaysia dari Tasek Gelugor Wan Saiful Wan Jan mengumpulkan petisi dari 120 kepala DPD yang meminta agar Muhyiddin Yassin menyiapkan proses transisi untuk kepemimpinan Hamzah Zainudin yang akan mendatang.[5] Seruan yang sama juga dilontarkan pada kongres partai pada 2025 dari delegasi yang tidak dikenal berteriak "Turun Tan Sri!" sebelum dibungkam oleh loyalis Muhyiddin yang lebih banyak. Untuk mengelak tuduhan, saat itu Hamzah menegaskan ia adalah "pembela Muhyiddin nomor 1"[6]. Pada pertengahan Oktober 2025, BERSATU mulai memecat dan melakukan skorsing terhadap beberapa tokoh seperti Wan Saiful dan Mantan Wakil Menteri Olahraga Wan Ahmad Fayshal (Machang) dari partai, disusul oleh langkah-langkah serupa secara bertahap terhadap anggota Dewan Rakyat dan Dewan Undangan Negeri yang dianggap bersekongkol dengan mereka.[7]

Hal ini berujung terhadap pemecatan Hamzah Zainudin dari partai pada 13 Februari 2026. Ia kemudian bertemu dengan Presiden Partai Islam Se-Malaysia Abdul Hadi bin Awang,[8] beserta rombongan yang Hamzah klaim sebagai mayoritas pemimpin DPD BERSATU serta 19 anggota Dewan Rakyat fraksi BERSATU yang masih aktif maupun dipecat, termasuk Wan Saiful, Wan Ahmad Fayshal, Saifuddin Abdullah (Indera Mahkota), Fathur Huzir Ayob (Gerik), dan Azahari Hasan (Padang Rengas) di sebuah acara yang bertajuk "Pengumuman Haluan dan Reset Politik ".[9] Program ini diadakan untuk membangun "rumah baru" yang lebih kuat daripada struktur politik yang ada, mereformasi sistem administrasi dan hukum negara, menyatukan masyarakat dari berbagai ras, agama, dan wilayah untuk kemakmuran bersama, mendistribusikan kekayaan negara secara lebih adil, dan meningkatkan pelayanan pemerintah. Selain itu, Hamzah juga menyatakan bahwa Presiden BERSATU Muhyiddin Yassin adalah "musuh nomor 1"-nya. Manuver politik Hamzah Zainudin dipandang sebagai gerakan pro-PAS, menambahkan perselisihan antara PAS dan BERSATU yang sebelumnya memanas pada saat krisis politik Perlis 2025. Fraksi ini menamai diri mereka sebagai Faksi Reset Malaysia dan menjauhkan diri dari BERSATU.[10]

Upaya lanjutan untuk melakukan rekonsiliasi antara BERSATU dan PAS gagal dan PAS memutuskan untuk memutuskan hubungan kerja sama dengan BERSATU pada 8 Juni 2026.[11] Setelah pengumuman tersebut, Gerakan Reset Malaysia bertransformasi menjadi partai WAWASAN pada 13 Juni 2026. Hamzah menyatakan bahwa nama WAWASAN merupakan nama yang diberikan oleh Abdul Hadi Awang.[12] Deklarasi partai dihadiri oleh Ketua Perikatan Nasional Ahmad Samsuri Mokhtar yang kemudian memberikan izin untuk WAWASAN untuk maju di pemilu dibawah Perikatan Nasional.[13] Menjawab keraguan sebelumnya bahwa partai bernama WAWASAN sedang didaftarkan partai lain dari Sarawak, Hamzah Zainudin menyatakan partai yang akan didirikan bukan mendaftarkan diri sebagai partai baru, tetapi mengambil alih partai yang sudah ada.[14] Pada 20 Juni 2026 Hamzah menghadiri kongres luar biasa Parti Cinta Malaysia yang mengesahkan serah terima partai kepada Hamzah dan tim Gerakan Reset.[15]

Pada 23 Juni 2026, Ketua Perikatan Nasional Ahmad Samsuri Mokhtar menyatakan bahwa WAWASAN sambil menunggu keputusan registrasi partai akan masuk ke Perikatan Nasional sebagai Partai Cinta Malaysia.[16]

Struktur kepemimpinan

Referensi

  1. ^ "Koh: Departure of Huan and some members will not affect Gerakan". Sun2Surf. 20 December 2009. Diakses tanggal 1 May 2010.[pranala nonaktif permanen]
  2. ^ "Independent Ngemah Assemblyman Joins Parti Cinta Malaysia". Bernama. 10 December 2009. Diakses tanggal 1 May 2010.
  3. ^ Audrey Dermawan (14 May 2018). "Huan keeps promise to quit active politics". New Straits Times. Diakses tanggal 21 September 2018.
  4. ^ Yusof, Siti Aminah Mohd (2022-11-02). "PRU-15: PCM sah tukar calon di Parlimen Bukit Bendera". Harian Metro (dalam bahasa Melayu). Diakses tanggal 2026-06-20.
  5. ^ Alhadjri, Alyaa (2025-09-29). "'SD 120 ketua bahagian Bersatu bukan gerakan jatuhkan Muhyiddin'". Malaysiakini. Diakses tanggal 2026-06-17.
  6. ^ Alhadjri, Haspaizi Zain & Alyaa (2025-09-06). "Kecoh saat Muhyiddin berucap, perwakilan Bersatu 'tegang leher'". Malaysiakini. Diakses tanggal 2026-06-17.
  7. ^ minit, 14 Oktober 2025 09:37amMasa membaca: 4 (2025-10-14). "Bersatu pecat Wan Saiful, gantung keahlian Wan Ahmad Fayhsal". Sinar Harian (dalam bahasa Melayu). Diakses tanggal 2026-06-17.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  8. ^ "Hamzah, others visit Hadi in Terengganu amid Bersatu expulsions". The Star (dalam bahasa Inggris). 2026-02-13. Diakses tanggal 2026-06-17.
  9. ^ ASSAN, NORAFIDAH (2026-02-14). "19 MP Bersatu hadir Taklimat Hala Tuju dan Reset Politik bersama Hamzah". Sinar Harian (dalam bahasa Melayu). Diakses tanggal 2026-06-17.
  10. ^ "Hamzah has 'moved on' from Bersatu - Wan Saiful". www.msn.com. SInar Daily. Diakses tanggal 2026-06-17.
  11. ^ "PAS hentikan kerjasama politik dengan Bersatu". Malaysiakini. 2026-06-08. Diakses tanggal 2026-06-10.
  12. ^ "TERKINI: Hamzah Zainudin tubuhkan Parti Wawasan Negara | Berita Harian". www.bharian.com.my. Diakses tanggal 2026-06-13.
  13. ^ WAHID, ADILA SHARINNI (2026-06-13). "Parti Wawasan Negara bertanding PRN Johor, Negeri Sembilan". Sinar Harian (dalam bahasa Melayu). Diakses tanggal 2026-06-13.
  14. ^ Mukhtar, Ahmad Mukhsein (2026-06-17). "Hamzah on Wawasan: 'I took over and just renamed' | New Straits Times". NST Online (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-06-17.
  15. ^ Wong, Alan (20 June 2026). "Selamat Bersidang (EGM) Parti Cinta Malaysia PCM". Facebook.
  16. ^ "Pejuang and Parti Cinta Malaysia joining PN | New Straits Times". www.nst.com.my. Diakses tanggal 2026-06-24.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya