Patricia Bath
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Maret 2025) |
Patricia Era Bath (4 November 1942 – 30 Mei 2019) adalah seorang dokter mata dan aktivis kemanusiaan Amerika. Ia menjadi wanita pertama yang menjadi anggota Jules Stein Eye Institute, wanita pertama yang memimpin program pelatihan pascasarjana di bidang oftalmologi, dan wanita pertama yang terpilih menjadi staf kehormatan di UCLA Medical Center. Bath adalah wanita Afrika-Amerika pertama yang bertugas sebagai residen oftalmologi di New York University. Ia juga wanita Afrika-Amerika pertama yang menjadi staf ahli bedah di UCLA Medical Center. Bath menciptakan Laserphaco Probe untuk perawatan katarak dan menjadi dokter perempuan kulit hitam pertama yang menerima paten medis.[1][2]

Latar Belakang Keluarga dan Pendidikan
Patricia Bath dilahirkan pada tanggal 4 November 1942 di Harlem, New York. Orang tuanya adalah Rupert Bath, seorang imigran dari Trinidad yang menjadi masinis berkulit hitam pertama di sistem kereta bawah tanah Kota New York, dan Gladys Rupert, seorang pekerja domestik.[3]
Sejak kecil, Bath selalu diingatkan oleh orang tuanya untuk "tidak pernah berkompromi dengan kualitas yang kurang dari yang terbaik" dan mereka sangat mendukung pendidikannya. Ibunya, yang mendorong impian dan kecintaannya pada sains, membelikannya set kimia pertamanya.[2]
Pada tahun 1959, dalam program musim panas SMA yang didukung oleh National Science Foundation, ia berhasil menciptakan metode matematis untuk memprediksi pertumbuhan sel kanker. Salah satu mentor program, Robert O. Bernard, memasukkan penelitiannya dalam makalah yang dipresentasikan pada tahun 1960 di konferensi besar tentang nutrisi.[2][4] Penelitiannya ini bahkan ditampilkan di halaman depan New York Times.[1][5]
Ia melanjutkan studinya di Hunter College, Kota New York, dengan mengambil jurusan kimia dan fisika, dan lulus dengan gelar sarjana pada tahun 1964. Kemudian, ia melanjutkan ke Universitas Howard, Washington, D.C., untuk belajar kedokteran, dan memperoleh gelar dokter pada tahun 1968.[4]
Bath kembali ke komunitasnya di Harlem dan menjalani magang di Harlem Hospital Center, yang baru saja berafiliasi dengan Columbia University College of Physicians and Surgeons. Selama magangnya, dia mengamati proporsi pasien buta yang besar di Rumah Sakit Harlem dibandingkan dengan pasien di Klinik Mata Universitas Columbia. Ia menyadari bahwa kelompok penduduk yang hidup dalam kemiskinan dan kelompok minoritas ras mengalami insiden kebutaan yang lebih tinggi.[6] Dia mulai mengumpulkan data tentang kebutaan dan gangguan penglihatan di Rumah Sakit Harlem, yang tidak memiliki dokter mata di stafnya. Penduduk Amerika keturunan Afrika memiliki kemungkinan dua kali lipat untuk mengalami kebutaan dibandingkan pasien lainnya, dan delapan kali lipat untuk terkena glaukoma.[2] Dari hasil penelitiannya, ia mengembangkan sistem oftalmologi komunitas, yang bertujuan untuk memperluas akses perawatan mata bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan finansial. Datanya dan semangatnya untuk perbaikan membujuk profesornya dari Columbia untuk mulai mengoperasi pasien buta, tanpa biaya, di Harlem Hospital Center.[6]
Bath menyelesaikan program residensi oftalmologi di Universitas New York pada tahun 1973,[2] kemudian menjadi rekan dalam bidang oftalmologi di Universitas Columbia.[2] Penelitiannya di Columbia difokuskan pada transplantasi kornea dan operasi keratoprostesis, yaitu prosedur mengganti kornea yang rusak dengan kornea buatan.[4]
Karier
Pada tahun 1974, Bath hijrah ke California untuk bekerja sebagai asisten profesor bedah di Universitas Charles R. Drew dan Universitas California, Los Angeles. Di tahun 1975, dia mencatatkan diri sebagai wanita pertama yang menjadi anggota fakultas di Departemen Oftalmologi, Jules Stein Eye Institute, UCLA.[2][7][8] Tahun 1976, Bath turut mendirikan Institut Amerika untuk Pencegahan Kebutaan, yang menegaskan bahwa "penglihatan adalah hak dasar manusia." Di tahun 1983, Bath membantu merintis program Pelatihan Residen Oftalmologi di UCLA-Drew, dan ia juga menjabat sebagai ketuanya—menjadikannya, di samping rekor-rekornya yang lain, wanita pertama di Amerika Serikat yang menduduki posisi tersebut.[4][7][8]
Bath mengakhiri masa kerjanya di UCLA pada tahun 1993, dan universitas tersebut kemudian memilihnya sebagai wanita pertama yang masuk dalam jajaran staf kehormatan.[7]
Bath menjabat sebagai profesor oftalmologi di Howard University's School of Medicine dan profesor telemedisin serta oftalmologi di St. Georges University.[9][10] Ia merupakan pendukung telemedisin dan mendukung penggunaan laboratorium virtual dalam kurikulum pelatihan residensi oftalmologi, yang memungkinkan para ahli bedah memperoleh pengalaman lebih realistis dengan teknologi pencitraan 3D. Dalam sebuah artikel yang diterbitkannya di Journal of Cataract and Refractive Surgery, Bath menunjukkan bahwa pelatihan dan pengawasan yang lebih baik dalam program residensi membantu mahasiswa mencapai hasil yang lebih baik dalam operasi mereka, sehingga meningkatkan ketajaman penglihatan pasien.[10]
Studi Kebutaan dan Oftalmologi Komunitas
Berdasarkan pengamatannya di Harlem Hospital, Bath menerbitkan makalah ilmiah pertama yang menunjukkan bahwa orang kulit hitam memiliki prevalensi kebutaan yang lebih tinggi.[11][12] Ia juga menemukan bahwa orang Afrika-Amerika memiliki risiko glaukoma sebagai penyebab kebutaan delapan kali lebih tinggi. Berdasarkan penelitian ini, Bath mempelopori disiplin baru bernama oftalmologi komunitas pada tahun 1976.[13] Disiplin ini bertujuan untuk mencegah kebutaan dengan memanfaatkan pendekatan kesehatan masyarakat dan kedokteran komunitas, serta menyediakan perawatan mata bagi kelompok yang kurang terlayani, baik di perkotaan AS maupun di negara-negara berkembang.[14]
Kegiatan Kemanusiaan
Bath aktif dalam kegiatan kemanusiaan melalui American Institute for the Prevention of Blindness (AIPB),[15] yang ia dirikan pada tahun 1976 bersama Alfred Cannon, seorang psikiater, dan Aaron Ifekwunigwe, seorang dokter anak kelahiran Nigeria. Organisasi ini didirikan dengan keyakinan bahwa "penglihatan adalah hak dasar manusia." Melalui AIPB, Bath menyebarkan perawatan mata di seluruh dunia, memberikan tetes mata, vitamin, dan vaksin gratis untuk bayi baru lahir guna mencegah kebutaan akibat penyakit seperti campak. Bath menghabiskan waktu sebagai direktur dengan bepergian ke berbagai negara untuk melakukan operasi, mengajar, dan memberi kuliah.[16]
Pada tahun 2009, Bath diakui atas kontribusinya dalam oftalmologi oleh Presiden Barack Obama dan dilantik dalam sebuah komisi mengenai aksesibilitas digital untuk anak-anak tunanetra.[17] Pada April 2019, ia juga bersaksi di sidang Senat tentang ketidaksetaraan gender di bidang STEM dan kurangnya penemu wanita.[18]
Penemuan
Pada tahun 1981, Bath mulai mengembangkan penemuan yang paling terkenal, Laserphaco Probe. Perangkat ini, yang selesai pada tahun 1986, menggunakan teknologi laser untuk menciptakan perawatan katarak yang lebih tepat dan tidak terlalu menyakitkan. Ia memperoleh hak paten untuk Laserphaco Probe pada tahun 1988,[19] menjadikannya dokter wanita Afrika-Amerika pertama yang mendapatkan paten untuk tujuan medis. Ia juga mendapatkan paten di Jepang, Kanada, dan Eropa.[2]
Dengan Laserphaco Probe, Bath berhasil membantu memulihkan penglihatan orang-orang yang telah buta selama lebih dari 30 tahun. Alat ini digunakan di seluruh dunia dan telah meningkatkan kualitas penglihatan jutaan orang. Secara keseluruhan, Bath memegang lima paten Amerika Serikat, tiga di antaranya terkait dengan Laserphaco Probe. Pada Juli 2000, ia diberikan paten untuk metode penghancuran dan pengangkatan katarak menggunakan energi ultrasonik berdenyut. Tiga tahun kemudian, pada April 2003, paten serupa untuk menggabungkan teknologi ultrasonik dan laser untuk menghilangkan katarak juga disetujui.[2]
Penghargaan dan Penghormatan
Dr. Patricia Bath menerima berbagai penghargaan dan pengakuan atas kontribusinya di bidang oftalmologi dan inovasi medis. Berikut adalah beberapa penghargaan yang ia terima:
- 1995: Penghargaan Black Woman of Achievement dari NAACP Legal Defense and Educational Fund.[20]
- 2000: Diakui dalam program Innovative Lives oleh Lemelson Center for the Study of Invention and Innovation di Smithsonian Museum.[21]
- 2001: Dimasukkan ke dalam Hall of Fame oleh American Medical Women's Association.[22]
- 2006: Menerima Sheila Award dari Tubman.[23]
- 2011: Wawancara Dr. Bath disertakan dalam koleksi sejarah lisan Museum of Vision yang didokumentasikan oleh American Academy of Ophthalmology.
- 2012: Menerima Disruptive Innovation Award dari Tribeca Film Festival.[24]
- 2013: Menerima Lifetime Achievement Award dari Association of Black Women Physicians atas kontribusinya dalam oftalmologi.[25]
- 2014: Menerima Presidential Award for Health and Medical Sciences dari Alpha Kappa Alpha[26] serta Charter Day Award for Distinguished Achievement in Ophthalmology and Medicine dari Howard University.[25]
- 2017: Diakui oleh Medscape sebagai salah satu dari 12 Women Physicians who Changed the Course of American Medicine. Pada tahun yang sama, namanya juga tercantum dalam Time Magazine dalam kategori Firsts: Women Who Are Changing the World atas inovasinya dalam bedah laserphaco cataract surgery.[27] Selain itu, ia dimasukkan ke dalam Hall of Fame di Hunter College.[28]
- 2018: Menerima John Stearns Medal for Distinguished Contributions in Clinical Practice dari New York Academy of Medicine atas penemuan laserphaco cataract surgery.[29] Tahun yang sama, ia juga dianugerahi Silver Innovator Award oleh Alliance for Aging Research atas kontribusinya dalam pencegahan kebutaan.[30]
- 2021: Diumumkan sebagai salah satu dari dua perempuan kulit hitam pertama, bersama Marian Croak, yang akan dimasukkan ke dalam National Inventors Hall of Fame.[31]
Selain itu, Dr. Bath pernah menjadi Fellow di American College of Surgeons (1976–1989) dan American Academy of Ophthalmology. Ia juga merupakan anggota American Society of Cataract and Refractive Surgery serta Association for Research in Vision and Ophthalmology.[32]
Dr. Bath juga mendapat penghargaan dari dua universitas tempatnya menempuh pendidikan. Pada tahun 1988, Hunter College memasukkannya ke dalam Hall of Fame, dan pada tahun 1993, Howard University memberinya gelar Howard University Pioneer in Academic Medicine.[33]
Beberapa buku yang mengangkat perjalanan hidup dan karyanya dalam bidang sains telah diterbitkan, termasuk:
- Patricia’s Vision: The Doctor Who Saved Sight oleh Michelle Lord.[34]
- Patricia Bath and Laser Surgery oleh Ellen Labrecqua.[35]
- The Doctor with an Eye for Eyes: The Story of Dr. Patricia Bath oleh Julia Finley Mosca, yang direkomendasikan oleh National Science Teachers Association dan masuk dalam daftar best children's books of the year oleh Chicago Public Library.[36]
Dr. Bath juga menjadi subjek dalam drama pendek berjudul The Prize (about Dr. Patricia Bath) karya Cynthia L. Cooper.[37]
Referensi
- ^ a b Genzlinger, Neil (2019-06-04). "Dr. Patricia Bath, 76, Who Took On Blindness and Earned a Patent, Dies". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2025-03-20.
- ^ a b c d e f g h i "Patricia Bath: Pioneering Ophthalmologist and Inventor". Biography (dalam bahasa American English). 2024-02-07. Diakses tanggal 2025-03-20.
- ^ Cobbins-Modica, Quin'Nita F. (2009-03-29). "Patricia Bath (1942-2019)". BlackPast.org (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-20.
- ^ a b c d "Patricia Bath | Biography, Laserphaco, Career, & Facts | Britannica". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-20.
- ^ America, Good Morning. "Ground breaking African American female doctor says she had to 'shake off haters' on her way to success". Good Morning America (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-20.
- ^ a b "Patricia Bath". Influential Women (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-20.
- ^ a b c "Changing the Face of Medicine | Patricia E. Bath". cfmedicine.nlm.nih.gov. Diakses tanggal 2025-03-20.
- ^ a b "Patricia Bath │ The National Inventors Hall of Fame®". www.invent.org (dalam bahasa Inggris). 2025-03-19. Diakses tanggal 2025-03-20.
- ^ "Thursday, 15th February 1917". Proceedings of the Society of Antiquaries of London. 29: 101–107. 1917-06. doi:10.1017/s0950797300010647. ISSN 0950-7973.
- ^ a b "The Doctor With an Eye for Eyes: the Story of Dr. Patricia Bath". The Innovation Press (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-21.
- ^ Bath, P. E. (1979-02). "Rationale for a program in community ophthalmology". Journal of the National Medical Association. 71 (2): 145–148. ISSN 0027-9684. PMC 2537323. PMID 423288.
- ^ Bath, Patricia E. (1990-10-01). "Blacks at Greater Risk for Blindness". Archives of Ophthalmology. 108 (10): 1377. doi:10.1001/archopht.1990.01070120023008. ISSN 0003-9950.
- ^ "U.S. Ophthalmologist, Dr. Patricia E. Bath first defined the term community ophthalmology in her 1976 presentation to the American Public Health Association meeting in Miami, Florida." Source: Logan D. A. Williams, "Introduction", Eradicating Blindness: Global Health Innovation from South Asia, Springer, August 20, 2018, hal. 9.
- ^ Kermode-Scott, Barbara (2019-07-19). "Patricia Bath: ophthalmologist, inventor, and humanitarian". BMJ (dalam bahasa Inggris): l4768. doi:10.1136/bmj.l4768. ISSN 0959-8138.
- ^ "American Institute for the Prevention of Blindness". www.blindnessprevention.org. Diakses tanggal 2025-03-21.
- ^ Kennon, Caroline (2017-12-15). Hidden No More: African American Women in STEM Careers (dalam bahasa Inggris). Greenhaven Publishing LLC. ISBN 978-1-5345-6243-1.
- ^ President, United States (2009). Public Papers of the Presidents of the United States (dalam bahasa Inggris). Federal Register Division, National Archives and Records Service, General Services Administration.
- ^ "Time Change: Trailblazers and Lost Einsteins: Women Inventors and the Future of American Innovation | United States Senate Committee on the Judiciary". www.judiciary.senate.gov (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-21.
- ^ [1], Bath, Patricia E., "Apparatus for ablating and removing cataract lenses"
- ^ "Patricia E. Bath, January 1999". St. George's University (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-20.
- ^ "Innovative Lives: The Right To Sight: Patricia Bath | Lemelson". invention.si.edu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-20.
- ^ "Lessons I've Learned". The Ophthalmologist (dalam bahasa Inggris). 2016-09-07. Diakses tanggal 2025-03-20.
- ^ Ramati, Philip (September 30, 2006). "Accomplished doctor/inventor to be honored with Tubman's Shelia Award". McClatchy-Tribune Business News.
- ^ "Museum of Vision: Biographies". web.archive.org. 2017-03-09. Diakses tanggal 2025-03-20.
- ^ a b "Honors". Dr. Patricia Bath (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-20.
- ^ Ali (2016-01-15). "The Distinguished Women of Alpha Kappa Alpha". The Shadow League (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-20.
- ^ "Patricia Bath: The First Person to Invent and Demonstrate Groundbreaking Eye Surgery". Time (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-20.
- ^ jb1778 (2018-05-24). "Hispanic Federation President Jose Calderón Inducted Into The Hunter College Hall of Fame by Hunter College President Jennifer J. Raab". Hunter College (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-20. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ^ "Events | New York Academy of Medicine". nyam.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-20.
- ^ "Award Winners - Alliance for Aging Research". www.agingresearch.org (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-20.
- ^ Andrew, Scottie (2021-09-28). "Black women will be inducted into the National Inventors Hall of Fame for the first time". CNN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-20.
- ^ "Patricia E. Bath, January 1999". St. George's University (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-20.
- ^ Simonis, Doris (2007-09). Inventors and Inventions (dalam bahasa Inggris). Marshall Cavendish. ISBN 978-0-7614-7761-7.
- ^ "Patricia's Vision by Michelle Lord: 9781454931379". Union Square & Co. (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-20.
- ^ Patricia Bath and Laser Surgery (dalam bahasa American English).
- ^ "The Doctor With an Eye for Eyes: the Story of Dr. Patricia Bath". The Innovation Press (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-20.
- ^ "The Prize (about Dr Patricia Bath) | New Play Exchange". newplayexchange.org. Diakses tanggal 2025-03-20.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.